Tampilkan postingan dengan label Tips Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Trik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Agustus 2011

Pasar Kaget Sebagai Test Market Merintis Usaha bagi Pemula

Pasar Kaget Sebagai Test Market Merintis Usaha bagi Pemula


Pasar kaget atau pasar tumpah kian banyak ditemui di berbagai tempat. Ibarat pepatah, di mana ada gula di situ ada semut demikian juga dengan para pedagang yang kebanyakan pengusaha kecil ini menyerbu tempat keramaian dan menggelar dagangannya. Maklum, fenomena pasar kaget ini kerap menjadi alternative belanja tak terduga bagi orang yang melintas di tempat tersebut. Yang menarik, jika dulu lokasinya berada di badan jalan nan sempit kini pasar kaget telah merambah kawasan perumahan elit. Bagaimana prospek bisnis membuka usaha di pasar kaget? Apakah benar tempat ini layak disebut incubator merinis usaha bagi pemula dan bagaimana tips agar sukses berjualan di sini?

Pasar yang muncul secara tiba-tiba di tempat keramaian merupakan suatu peluang usaha yang baik bagi pemula. Seperti tempat olahraga di Minggu pagi yang disesaki bukan hanya oleh orang yang berolah raga tapi juga dimanfaatkan pedagang kecil untuk menggelar dagangan. Bukan hanya hari Sabtu, Minggu dan hari libur, kesempatan Jumatan pun kerap dimanfaatkan pedagang berjualan. Belum lagi pada acara-acara tertentu yang menyedot masa menjadi sasaran empuk pedagang menyulap jalanan menjadi pasar. Uniknya, kegiatan jual beli di pasar ini tak berjalan lama, biasanya hanya dalam jangka waktu beberapa jam kemudian pasar ini pun bubar. Tak heran situasi ini dikenal dengan pasar kaget alias pasar tumpah.

Menurut Yuliana Agung, CEO dari Center for Customer Satisfaction & Loyalty (CCSOL) hal ini merupakan insting manusiawi pengusaha yang melihat jeli kesempatan untuk meraih keuntungan di tengah keramaian. Lebih lanjut ditegaskan bahwa pelaku usaha di pasar kaget ini tak lain pemula yang baru menjajal usaha atau pengusaha kecil yang menyasar segmen menengah ke bawah. Hebatnya, mereka telah mengetahui secara jelas kebutuhan target marketnya sehingga mereka menjual barang yang tepat. Misalnya saja di pelataran masjid saat jumatan. Barang yang dijajakan pun disesuaikan dengan calon pembelinya seperti perlengkapan solat, minyak wangi non alcohol, bacaan Islami, makanan hingga perkakas yang semuanya dijual dengan harga murah.

Ajang Tes Market.

Hal lain diungkapkan Yadi Budhi Setiawan, Direktur Pengelola Force One yang menyebutkan bahwa pasar kaget yang banyak ditemukan hampir di tiap daerah ini merupakan inkubator tumbuh kembangnya pengusaha kecil. Bagaimana tidak, tak sedikit pemula yang iseng-iseng menjajal usaha di tempat ini akhirnya serius menekuni usaha tersebut. Selain itu disebutkan juga bahwa pasar ini dapat juga menjadi alternative bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan bekerja. Pendapat Direktur Pengelola Force One ini pun diamini Yuliana Agung, selain sebagai inkubator, pasar kagetpun tepat dijadikan sebagai pengujian diri dan tes market produk yang akan dilempar ke pasar. "Bagi pengusaha yang ingin serius menekuni usaha, dengan melakukan 1-3 kali jualan di pasar ini dapat mengetahui apakah kita menyukai berjualan dan dapat menjadi pengusaha sungguhan serta mengetahui apakah produk tersebut diterima, atau tepat dengan pasar yang disasar" terang Yuliana Agung. Indikatornya dapat dilihat dari banyaknya pengunjung yang datang, terjadi transaksi yang terus meningkat, dan produk yang dijual cukup bervariasi. "Penjualan makanan, pakaian, aksesoris dan perabotan rumah tangga sudah pasti menjadi urutan proiritas konsumen memilih produk yang akan dibeli di pasar ini," papar Yadi Budhi Setiawan.

Jadi bagi pedagang yang senang berjualan di pasar yang banyak pemain dan konsumen serta beragam produk yang ditawarkan, ada baiknya menempati tempat yang tetap sehingga pelanggan tak perlu sulit mencari ketika ingin membeli produknya kembali. Namun bagi pedagang yang berjualan di lapak (tempat jualan) yang berbeda, Yuliana Agung menyarankan agar tetap memiliki ciri khas. "menggunakan alas atau tenda dengan warna cerah, warna warni atau berbeda dari yang lain dapat mengingatkan pembeli pada Anda. Selain itu untuk menarik konsumen menghampiri Anda, berteriak-teriak juga dapat dilakukan," tutur Yuliana Agung. Hal ini pula yang dilakukan Anto penjual kaos kaki di pasar kaget depan Pemda Cibinong Bogor yang berteriak "Ayo, Bu…Ayo Pak…kaos kaki murah…Rp 5000 dapat 3, kapan lagi…ayo, murah, dipilih…dipilih…"

Selain itu, melakukan tawar-menawar barang pun menjadi daya tarik bai konsumen. Atau memberikan diskon, menggantung harga Rp. 9.900 untuk tiga macam perabotan rumah tangga, beli 3 dapat 1 gratis juga dapat dilakukan. Bahkan ditambahkan Yuliana Agung, semakin ramai tempat jualan, semakin penasaran konsumen melihat apa yang dijual. Berdasarkan pengamatannya, dari jumlah massa yang ada sekitar 10% saja tertarik pada apa yang dijajakan sudah bagus, dan dari 10% itu setidaknya ada 10% – 20% orang yang membeli produk. Misal saja dari 1000 orang pengunjung ada 100 orang yang melihat dan ada 10-20 orang yang membeli produk. Asumsi harga produk yang dibeli rata-rata Rp 20.000, omset yang dapat diraih mencapai Rp 200-400 ribu, lumayan bukan?

Persiapan Usaha

Diingatkan Yadi Budhi setiawan, bila berusaha di pasar kaget melayani konsumen dengan baik bahkan hingga memiliki hubungan after sale yang baik dapat menjadikan konsumen sebagai pelanggan yang loyal. Ketika telah memiliki pelanggan yang loyal, tak menutup kemungkinan bagi pedagang dapat memiliki usaha tetap seperti warung, toko yang tetap ramai dikunjungi pelanggan walau sudah tidak berjualan di pasar kaget lagi.

Dan sebelum memulai usaha di pasar kaget, diperlukan persiapan usaha yang cukup. Menyiapkan stok barang yang sesuai dengan target marketnya, men-display produk dengan rapi seperti digantung atau menggunakan etalase, menggelar variasi produk hingga menyiapkan uang receh untuk kembalian sangat diperlukan. Selain itu persiapan modal untuk membeli produk dan mencari tempat yang strategis pun dianggap perlu.

Fenomena pasar kaget memang terjadi hampir di tiap kota, bukan hanya pada pagi hari, banyak pasar kaget yang ramai ketika malam tiba. Seperti pasar kaget di daerah Parung, Kebayoran, Pal Merah, Kebon Jeruk pun ramai dari jam 6-10 malam. Pasar kaget malam hari diakui Yadi Budhi lebih berpotensi dan dapat mendatangkan omset lebih besar daripada pasar kaget di pagi hari. Pasalnya, konsumen yang datang lebih santai sehingga dapat membeli lebih banyak produk. Malah Yuliana Agung menyarankan pedagang untuk menjual produk lifestyle seperti arloji, dompet, alat elektronik, aksesoris, lebih cocok dijual pada malam hari, sedangkan untuk perabotan rumah tangga, makanan, perkakas, dan mainan anak tepat dijual pada pasar kaget pagi hari.

Senada dengan komentar pengamat marketing tersebut, disebutkan Beni dan Ega penjual pakaian di pasar kaget Taman Yasmin Bogor dan pasar kaget belakang Benhil (Bendungan Hilir) Jakarta, mengaku hanya dapat meraih omset Rp 300-500 ribu dari jam 10:00-14:00 tiap Jumat. Diambahkan Beni, beberapa rekannya yang berjualan di pasar kaget pada malam hari mendapatkan omset jauh lebih tinggi yakni sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Yuliana Agung mengungkapkan bahwa harga yang banyak diburu konsumen yakni di bawah Rp 10 ribu dan beberapa yang di bawah Rp 50 ribu. Meskipun demikian, pedagang masih mendapatkan keuntungan 2-4 kali lipat dari harga beli, sehingga jika harga barang Rp 5 ribu dapat dijual dengan harga Rp 10-20 ribu.

Tips Merintis Usaha Pasar Kaget

1.Pilih lokasi yang ramai baik pagi atau malam hari

2.Lihat target market yang akan disasar agar mengetahui barang yang akan dijual.

3.Cari barang yang murah sehingga Anda dapat memiliki keuntungan 2-4 kali lipat.

4.Cari jejaring usaha yang dapat menampung produk Anda jika tidak laku terjual.

5.Sedapat mungkin buat pembeda yang mencolok pada tempat usaha sehingga menarik konsumen datang dan mudah diingat.

6.Jika berjualan di pasar kaget pada malam hari, diharapkan menggunakan penerangan yang cukup.

7.Display semua varian produk semenarik mungkin.

8.Harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan kemampuan menjual yang atraktif.

9.Siapkan uang receh untuk kembalian. Meskipun kecil tapi hal ini dapat membuat konsumen kesal hanya untuk menunggu kembalian.

10. Bangun hubungan baik dengan konsumen dan pedagang lain

11. Bekerja keras dan semangat.

Baca Selengkapnya......

MENCARI IDE DAN PELUANG BISNIS

MENCARI IDE DAN PELUANG BISNIS


Persoalan mencari ide usaha memang salah satu masalah utama bagi calon wirausahawan. Anda mungkin pernah atau bahkan sering bertemu dengan orang yang mengungkapkan keinginannya untuk mempunyai usaha sendiri namun tak kunjung juga menemukan ide usaha yang pas. Padahal kalau kita mau, ide usaha bisa diperoleh dari mana saja mulai dari apa yang kita lihat di lingkungan sekitar, apa yang kita dengar sehari-hari, melihat potensi diri sendiri, mengamati lingkungan sampai dengan meniru usaha orang lain yang sudah sukses.

Intinya, ide bisnis bisa dipilih dari upaya pemenuhan apa yang dibutuhkan manusia tersebut, mulai dari kebutuhan yang menyangkut ujung kaki sampai dengan ujung rambut, dari kebutuhan primer, sekunder dan kebutuhan akan barang mewah. Tapi tentu saja perlu diingat bahwa berbisnis sesuai dengan karakter dan hobi kita akan lebih menyenangkan, dibandingkan dengan bisnis yang tidak kita sukai. Kita akan lihat dari mana saja ide usaha itu bisa kita dapatkan.

Kalau Anda perhatikan di lingkungan sekitar Anda, begitu banyak dan beragam jenis usaha yang ada. Anda tentu berpikir bagaimana awalnya pelaku usaha tersebut mendapatkan ide usahanya sehingga bisa berjalan dan berkembang seperti sekarang ini. Tapi kalau Anda cermati, ternyata usaha-usaha tersebut kebanyakan meniru usaha-usaha lain yang telah ada, misalnya usaha internet café, bengkel, rumah makan, biro jasa, minimarket, laundry, even organiser, dan lain-lain. Dalam mewujudkan ide usaha menjadi bisnis, tidak ada suatu keharusan bahwa ide tersebut benar-benar orisinil, bisa saja ide ini hanya merupakan pengembangan dari bisnis yang sudah eksis. Ini membutuhkan kreativitas dari seorang calon wirausahawan.

Kebanyakan para calon pengusaha terjebak dengan pemikiran bahwa ide bisnis haruslah original, lain daripada yang lain. Kalau bisa mendapatkan ide bisnis yang original, itu sangat bagus. Itu berarti Anda mampu menciptakan pasar, Misalnya usaha pembuatan dokumeter proses kelahiran bayi, BabyBorn, merupakan usaha yang pasarnya diciptakan oleh pengusahanya. Sedangkan usaha-usaha yang umumnya sudah ada adalah usaha yang diciptakan karena adanya kebutuhan pasar, yang kemudian pengusaha tersebut berusaha untuk memenuhinya. Misalnya usaha jasa kuras septic tank ada karena banyak orang yang membutuhkan jasanya. Usaha salon ada karena banyak orang yang perlu merawat tubuhnya, Toko bahan bangunan dibuat karena banyak penduduk sekitar yang memerlukan bahan bangunan untuk membangun dan merenovasi rumah, biro jasa pengurusan surat-surat ada karena untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang malas berurusan dengan birokrasi yang ribet.

Tegasnya, sukses tidaknya suatu bisnis tidak terletak apakah yang bersangkutan sebagai penemu ide bisnis atau bukan, tetapi lebih merupakan kemampuan untuk mengoptimalkan kelebihan spesifik dari ide bisnisnya. Ide menjual kue donat bukanlah hal yang baru. Namun, ketika Anda bisa memberikan nilai lebih dibandingkan dengan donat-donat lain di pasaran, baik kreasi bentuk, isi, ukuran, dan tentu saja rasa, maka Anda bisa menawarkan hal yang berbeda dan memberikan nilai tambah.

Inspirasi Bisnis

Semua yang bisa kita lihat bisa dijadikan inspirasi untuk membangun usaha dan membuat kita lebih kaya. Contohnya, kalau kita melihat tubuh seseorang, kita bisa gali ide usaha dari apa yang kita lihat mulai rambut sampai kaki. Misalnya kalau melihat rambut orang, kita bisa membuat usaha salon, jepit rambut, ramuaan penyubur rambut, dan lainnya. Kalau Anda melihat kaki seseorang, Anda bisa mendapatkan ide untuk membuka usaha jasa pijat refleksologi, membuat usaha sandal dan sepatu, membuat keset, dan lainnya. Juga berlaku terhadap apa yang anda lihat dan perhatikan disekeliling Anda.

Orang yang mampu menjadikan segala sesuatu yang ia lihat sebagai inspirasi bisnis mungkin tergolong kelompok yang mampu menciptakan pasar. Ini sebuah kemampuan istimewa dan harus dimiliki oleh seorang pengusaha.

Saya seringkali mendengar pendapat pakar entrepreneur mengatakan bahwa hanya 10% bisnis yang sukses hanya dengan sekali melangkah dan rata-rata, sebelum menemukan bisnis yang sukses, pengusaha mengalami kegagalan lebih dari lima kali. Artinya sebagian besar pengusaha menemukan kemapanannya setelah mencoba mewujudkan gagasan bisnis untuk yang kesekian kali. Itu berarti, semakin cepat orang mendapatkan gagasan dan merealisasikan ide, semakin dekat pula dia pada kesuksesan. Bagi saya, pendapat tersebut ada benarnya, namun di sisi lain sedikit tidaknya itu bisa mematahkan semangat calon pebisnis pemula, maka dari itulah informasi ini sengaja disusun agar Anda sebagai calon pengusaha mendapatkan bekal pengetahuan yang cukup dan bisa mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia usaha untuk mencapai kesuksesan serta dapat menghadapi situasi terburuk yang mungkin terjadi, sehingga Anda tahu apa yang harus dilakukan agar tidak mengalami kegagalan berusaha.

Mengembangkan Ide Bisnis

Ide bisnis bertebaran di mana-mana. Banyaknya jenis usaha yang ada di sekitar Anda menunjukkan bahwa ide bisnis bisa didapat dari pemenuhan kebutuhan orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Anda bisa membayangkan kebutuhan hidup Anda selama ini, kemudian dapat Anda pikirkan siapakah yang sudah memanfaatkan kebutuhan Anda tersebut untuk mendapatkan rejeki dari Anda. Saya yakin umumnya kebutuhan Anda hampir sama dengan kebutuhan orang-orang lainnya termasuk saya.

Gagasan bisnis yang berpotensi tak harus kita cari dengan benar-benar memeras otak atau bersemedi untuk menunggu wahyu dari langit. Berikut beberapa ladang penyedia gagasan bisnis yang dapat Anda gali:

1). Mengenal Diri Sendiri

Silakan Anda kenali diri sendiri. Temukan hobi, kegemaran, kemampuan, jaringan personal, serta potensi diri sendiri yang bisa Anda sulap menjadi sebuah kegiatan bisnis yang menguntungkan. Banyak contoh pengusaha yang sukses dengan 'mengomersilkan' dirinya sendiri.

a.Ide dari Pekerjaan dan Keterampilan.

Keterampilan yang sudah kita miliki dan kembangkan dan pekerjaan telah sekian lama kita tekuni dan jalankan merupakan sumber yang kaya akan ide bisnis yang tepat untuk kita. Alasannya? Dari sinilah insting bisnis kita dibentuk dan dipupuk. Banyak orang memilih ide usaha dari pekerjaan yang pernah mereka tekuni dan keterampilan yang sudah mereka miliki. Misalnya seseorang karyawan yang pernah bekerja di sebuah travel agent dan menjadi operasional manager di perusahaan tersebut sebelum akhirnya terjun untuk membangun travel agentnya sendiri. Dari pekerjaannya ini, ia mengembangkan keterampilan teknis dan manajemen, serta mengembangkan jaringan perkenalan dengan orang-orang yang tepat yang harus dihubungi di bisnis yang ia tekuni tersebut. Contoh lain, ada orang yang juga pernah bekerja di pabrik roti, sehingga ia mempunyai keahlian membuat segala jenis roti dan mempelajari manejemen bisnis tersebut, sehingga memutuskan untuk membuat pabrik roti sendiri. Coba Anda renungkan kira-kira bisnis apa yang sesuai dengan pekerjaan dan keterampilan Anda saat ini dan sekiranya cocok untuk Anda jalankan di lingkungan Anda.

b.Ide dari Minat dan Hobi.

Ide usaha juga bisa dimulai dari sesuatu yang Anda akrabi baik minat atau hobi yang Anda miliki. Kedua hal ini merupakan sumber yang memiliki kekuatan yang ampuh dalam membangun keyakinan serta motivasi bagi kita untuk memulai usaha. Umumnya orang tidak merasa terbeban untuk melakukan yang ia senangi dan akrabi. Ini merupakan modal kuat bagi seorang pengusaha yang menekuni dunia yang memang ia cintai. Kalau dari kecil suka bikin kue atau memasak, bisa bikin usaha seputar makanan, kalau suka musik dan pandai memainkannya, bisa buka sekolah musik dan studio musik. Beberapa olahragawan nasional seperti Susi Susanti, Elfira Nasution, dan Ade Rai, mengembangkan usaha mereka di jalur yang sesuai dengan minat, hobi, dan pengalaman kerja: menjadi pelatih, membuka sekolah olah raga, toko peralatan olah raga dan pusat kebugaran. Bahkan kalau Anda hobi cuap-cuap dan suka bergaul kenapa tidak membuat even organiser, kini banyak perusahaan atau individu yang memanfaatkan jasanya.

c.Ide dari Pengalaman.

Pengalaman dan pengetahuan yang ditimba sebelumnya memberikan landasan yang kuat untuk melahirkan ide dan mewujudkannya ke dalam bisnis, serta cara-cara penanganannya mulai dari memproduksi barang sampai memasarkannya ke konsumen. Tidak hanya pengalaman diri sendiri, tapi juga pengalaman orang lain selain merupakan guru yang baik, juga merupakan sumber ide bisnis yang kaya. Jika pengalaman tersebut adalah pengalaman buruk, maka tentunya kita tidak ingin pengalaman tersebut terulang lagi. Kita akan berusaha mencari jalan "baru" untuk menghindari kesulitan dan masalah yang pernah kita alami. Jalan baru inilah yang memacu munculnya ide-ide bisnis yang brilian. Contoh, taruh kata Anda seorang karyawan kontraktor sipil yang sering berhubungan dengan pemasok material dan para mandor pekerja. Mengapa tak menggunakan pengalaman dan jaringan Anda untuk membikin usaha kontraktor kecil-kecilan yang melayani pembangunan rumah di sekitar Anda?

2). Amati Kebutuhan Lingkungan Terdekat

Selain pengalaman, pengamatan ternyata juga adalah sumber ide bisnis yang tak habis-habisnya. Dari pengamatan akan segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, kita bisa menemukan kebutuhan-kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, ataupun sudah terpenuhi tapi belum memuaskan konsumen, yang bisa kita jadikan peluang bisnis. Bahkan, pengamatan ini merupakan keterampilan yang wajib dimiliki seorang pengusaha. Pada prinsipnya, identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi merupakan konsep dari upaya membangun usaha. Dari pengamatan ini, banyak ide bisnis dan peluang bisnis yang bisa terus digali untuk dikembangkan. Misalnya dari hasil pengamatan terhadap masyarakat, kita bisa lihat dan mengidentifikasi kesibukan orang tua banyak yang tidak memungkinkan mereka untuk mengantar-jemput anak-anak mereka sekolah sehingga kebutuhan pelayanan antar jemput anak sekolah merupakan suatu peluang bisnis yang dapat dijalankan.

Para pengusaha sukses banyak yang mendapatkan ide usaha dari mengetahui kebutuhan dirinya sendiri serta lingkungan terdekatnya. Pengusaha kuras WC dan saluran air memulai usahanya karena ia melihat peluang itu dari kebutuhannya dahulu yang tidak terpenuhi. Pengusaha salon kecantikan banyak memulai usahanya karena kebutuhan dirinya sendiri dalam merawat tubuhnya, sehingga menjadikannya sebagai ide bisnis. Pengusaha warung nasi, juga mengawali usahanya karena kebutuhannya dan orang-orang di sekitar perumahannya akan makanan siap saji kurang terpenuhi.

Kalau Anda tinggal dalam lingkup perumahan, tentu Anda amati bahwa kebutuhan hiburan bagi anak-anak begitu tinggi. Tapi sejauh ini belum ada tempat yang menyediakan fasilitas semacam itu, adanya hanya di supermarket dan mall yang jauh dari lingkungan perumahan. Kalau anda mempunyai modal untuk membuat tempat hiburan anak atau taman bermain dengan fasilitas lengkap, pastilah banyak anak-anak dan orangtuanya yang datang untuk bersenang-senang. Merekapun tak perlu pergi jauh untuk menyenangkan anak-anaknya.

3). Gagasan dari Media Massa

Kalau Anda tengah mencari ide usaha, media massa bisa menjadi sumber gagasan bisnis. Dengan menyimak prakiraan cuaca, misalnya, mungkin terbetik ide di kepala kita untuk memproduksi mantel sepeda motor yang murah. Saat mengetahui jalanan Jakarta semakin macet gara-gara penambahan jalur busway, bisa jadi muncul ide bagi anda untuk menjual sarapan siap saji yang bisa disantap para pengemudi mobil sembari bermacet-ria.

Contoh lain, berita kenaikan harga BBM dan rencana peningkatan tarif listrik sudah dimanfaatkan pengusaha yang jeli untuk memasarkan produk-produk penghemat energi. Maraknya pencurian sepeda motor juga sudah dimanfaatkan para pakar elektronik untuk memproduksi dan menjual sistem pengaman sepeda motor tambahan.

Hematnya, bisnis ini berhubungan dengan 'ketepatan timing' dalam memulai suatu usaha yang merupakan suatu komponen penting sukses tidaknya bisnis. Tentu saja kita tidak akan menjual perahu karet atau jas hujan di musim kemarau atau sebaliknya menjual es teler pada musim dingin atau musim hujan.

Tapi, ada satu hal yang mesti Anda ingat kalau hendak mencari ide dari media massa. Jangan gampang terpengaruh dengan artikel-artikel yang bercerita tentang peluang bisnis sendiri. Soalnya, cerita tentang peluang seperti itu pasti juga dibaca banyak orang yang sebagian juga tertarik untuk menirunya. Akhirnya, peluang ini tak menjadi peluang lagi karena terlalu banyak pasokannya.

4). Ide dari Berbagai Iklan Koran dan Yellow Pages

Halaman iklan di koran, majalah, tabloid, internet dan buku telepon bukan hanya menyediakan nomor telepon dan alamat. Kalau Anda cermati, di sana tersaji informasi bermacam-macam bentuk bisnis. Nah, siapa tahu beberapa di antaranya sesuai dengan kompetensi Anda? Atau, siapa tahu sebagian di antaranya sesuai dengan segmentasi pasar yang Anda kenal? Kalau memang begitu, Anda tinggal perlu menimbang apakah bisnis serupa bisa Anda usung dan wujudkan di lingkungan Anda sendiri.

Kalau Anda berniat menjadikan iklan di media dan buku telepon sebagai sumber inspirasi, pilih media atau buku telepon dari daerah lain yang sekelas atau setara dengan daerah tempat tinggal Anda. Cermati juga karakter calon pelanggannya. Kalau memang serupa, Anda tinggal perlu keberanian untuk menirunya.

5). Ide Bisnis Dari Kegagalan dan Kesuksesan Orang Lain.

Orang bijak mengatakan "Belajarlah dari kegagalan orang lain". Tidak ada salahnya belajar bisnis dari yang gagal. Mengapa? Karena ada kemungkinan kita bisa memulainya dengan kesuksesan. Kegagalan bisnis yang dilakukan orang lain, merupakan pelajaran penting bagi Anda untuk mengoreksi jalan yang salah menjadi benar dan lebih baik lagi. Namun demikian, belajar dari yang sukses pun sangat dianjurkan, karena dengan demikian Anda telah belajar memulai sistem yang sudah terbukti berhasil.

6). Ide Dari Buku, Majalah dan Tabloid. Sumber pengetahuan dan pengalaman bisnis bukan hanya kita dapat dari bekerja pada perusahaan tertentu saja, karena saat ini banyak sekali sumber pengetahuan dan pengalaman bisnis yang bisa kita dapatkan. Kalau Anda rajin ke toko buku, atau lapak majalah, cukup banyak buku-buku, majalah-majalah dan tabloid terbitan yang membahas mengenai kewirausahaan dan serta menyajikan informasi-informasi mengenai peluang usaha, pengalaman wirausahawan, berbagai tips dan kiat usaha yang dapat menyegarkan pikiran Anda, sehingga Anda dengan leluasa bisa memilih, bisnis apa yang sesuai dengan karakter dan kemampuan Anda. Beberapa rekomendasi untuk Anda, dan patut dibaca adalah: Tabloid Peluang Usaha, Majalah Pengusaha, Majalah Duit, Tabloid Kontan. Dari tabloit dan majalah tersebut Anda akan memperoleh banyak ide bisnis. Misalnya : melayani kebutuhan, menjual eceran, menjual penemuan, duplikasi usaha, menjual ketrampilan, usaha pelatihan, usaha keagenan, barang koleksi, buka kantor konsultan, bisnis MLM, membeli waralaba, membeli usaha prospektif, membeli usaha yang bangkrut, membuka kios, atau pun usaha bersama.

Seorang wirausahawan pemula juga dianjurkan untuk selalu kreatif dan jeli dengan bisnis yang dijalankannya, artinya selalu melakukan diversifikasi produk atau pengembangan produk agar memiliki varian lebih banyak dengan cara melakukan inovasi terhadap produk-produk dan pelayanan yang sudah ada dan melakukan kreasi untuk produk-produk baru yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga konsumen tidak jenuh. Salah satu cara bisa ditempuh dengan mengunjungi usaha-usaha sejenis di daerah lain, sehingga Anda bisa menilai kelebihan apa yang sekiranya bisa Anda lakukan terhadap produk Anda.

Juga bisa dengan melakukan survey melalui kartu opini atau berinteraksi dengan konsumen, sehingga Anda mengetahui sejauh mana produk atau jasa Anda bisa memuaskan konsumen, apa yang sebenarnya dinginkan konsumen, dan apa saja kekurangan produk dan pelayanan Anda yang perlu segera dibenahi dan ditingkatkan.

Satu lagi yang perlu diingat agar bisnis yang akan kita jalankan harus sesuai dengan peraturan ada. Sebaiknya jangan sampai melanggar ketentuan yang berlaku. Jangan karena ingin mendapatkan keuntungan yang besar lalu kita bisnis barang bajakan, barang palsu atau menjual barang terlarang lainnya. Dan jangan pernah melakukan penipuan dan kecurangan. Boro-boro dapat untung, malahan kita bisa masuk bui.

Baca Selengkapnya......

Kiat Memulai Usaha Dengan Modal Kecil

Kiat Memulai Usaha Dengan Modal Kecil


Jika ingin memiliki usaha, baik kecil maupun besar, kita harus memiliki suatu gagasan mengenai bisnis apa yang akan digarap. Dari mana gagasan usaha itu muncul? Gagasan bisnis akan lebih mudah kita dapat apabila kita peka dan peduli terhadap diri kita sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat sekitar (mulai setingkat RT hingga nasional, bahkan internasional).

Peduli kepada diri sendiri adalah bagaimana kita mengenali kemampuan, minat, bakat, dan lain sebagainya. Banyak wiraswastawan yang berhasil karena dia dapat memanfaatkan kemampuan/minat/bakat yang dimilikinya sendiri dikombinasikan dengan kejelian melihat peluang pasar.

Bagaimana seorang Purdi E. Chandra (pemilik Lembaga Pendidikan Primagama) memulai usaha? Beliau beranjak dari kemampuan diri sendiri, yakni mengajar dan dikombinasikan dengan kejelian melihat pasar atau peluang dengan banyaknya siswa SMA yang ingin lulus tes masuk ke perguruan tinggi negeri. Ia pun mendirikan bimbingan belajar. Apakah dengan kemampuan dan adanya potensi pasar, Purdi E. Chandra dapat menjaring banyak siswa pada awalnya? Ternyata tidak. Mengapa? Karena masyarakat atau pasar belum yakin dan belum melihat apakah ia benar dapat membimbing siswa sehingga dapat lolos tes ke perguruan tinggi negeri? Apa yang dilakukannya? Pada awalnya ia melakukan promosi dengan menggratiskan biaya kursus bagi siswa pada saat bisnis tersebut mulai dijalankan. Setelah terbukti dan masyarakat yakin, mulailah bimbingan belajar tersebut berkembang dengan pesat, bahkan ia sekarang memiliki banyak jenis usaha dari hasil bisnis bimbingan belajar tersebut.

Ada lagi contoh seorang pengusaha sampah di Bandung yang sukses dan berhasil mengembangkan usaha daur ulang sampah. Bahkan, kini beliau memiliki beberapa jenis usaha di antaranya menjadi pengembang perumahan. Dari mana ide bisnisnya berasal? Banyak sampah berserakan, dan ia melihat banyak jenis sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik menjadi bijih plastik, dsb. Bayangkan, sampah dapat dikelola menjadi sebuah bisnis besar! Dari mana ide bisnisnya? Dari melihat lingkungan sekitar! Bila saat ini kita tidak memiliki gagasan, kurang mampu mengamati lingkungan sekitar, cobalah untuk mencari teman atau kenalan baru sebanyak-banyaknya. Salah satu caranya, bacalah iklan peluang usaha di koran/surat khabar. Amati iklan-iklannya, terutama iklan mininya setiap hari.

Banyak yang menawarkan peluang usaha atau produk-produk yang dijual yang sesungguhnya kita memiliki peluang untuk ikut memasarkan produk tersebut. Bila kita jeli, mungkin dapat membuat produk serupa dengan kemampuan yang kita miliki dengan harga dan kualitas lebih baik. Hubungi orang tersebut, mintalah penjelasan selengkap-lengkapnya agar kita dapat memasarkan produk tersebut. Namun hati-hati! Karena banyak praktik money game atau bahkan penipuan. Kunci untuk menghindari penipuan adalah jangan ikut ke dalam bisnis yang mengharuskan kita menyetorkan uang terlebih dahulu, sebelum kita mencoba atau mendapatkan manfaatnya. Cobalah untuk meminta ikut memasarkan produk tersebut terlebih dahulu secara freelance, kemudian setelah yakin kita mampu menjual, bolehlah membeli produk tersebut untuk persediaan.

Jadi kunci memulai usaha adalah gagasan bisnis! Mewujudkan gagasan bisnis Setelah mendapatkan gagasan bisnis dan sebelum memulai bisnis, lakukan langkah sebagai berikut:

LAKUKAN PENGAMATAN DAN PENDALAMAN MENGENAI SELUK-BELUK BISNIS TERSEBUT.

Sebelum mewujudkan gagasan bisnis, pelajari seluk-beluk bisnis tersebut, baik atau tidak? Bagaimana proses produksinya secara efisien? Dari mana kita membeli bahan bakunya? Siapa calon konsumen atau karakteristik pelanggan? Di mana kita akan memasarkan dan menjualnya? Bagaimana pola pemasaran dan penjualannya? Cara terbaik adalah mengamati pengusaha sukses yang bergerak di bidang yang sama. Bila bisnis kita benar-benar baru, paling tidak pelajari bagaimana para pengusaha yang sukses menjalankan bisnis mereka. Terakhir, kenali juga risikonya. Siapkah mental kita dengan risiko tersebut? Salah satu ciri calon pengusaha sukses adalah berani mengambil risiko sepanjang risiko itu sudah diperhitungkan. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha.

LAKUKAN UJI COBA DENGAN CARA TES PASAR

Manfaat uji coba pasar adalah untuk mendapatkan umpan balik terhadap calon konsumen mengenai produk yang kita tawarkan. Misalnya kita membuat kue, sebelum dijual cobalah berikan secara gratis kepada tetangga dan lingkungan sekitar. Tentunya dalam jumlah yang terbatas yang sesuai dengan kemampuan kita. Mintalah pendapat dari tetangga atau lingkungan sekitar mengenai produk yang kita buat tersebut, enakkah, kurang manis atau bentuknya kurang menarik? Jadikan kritikan dan saran sebagai masukan berharga untuk melakukan perbaikan sedikit demi sedikit, sehingga produk kita benar-benar siap diluncurkan dengan skala yang lebih besar.

SUSUNLAH RENCANA USAHA.

Perencanaan ini bisa mencakup antara lain penetapan nama produk, packaging produk, proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan diajak bekerja sama, baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk. Juga pikirkan strategi pemasaran yang akan dijalankan misalnya dengan selebaran, brosur, katalog, melalui website, mailling list, atau iklan di media, organisasi sosial, dsb. Umumnya, dalam usaha kecil, lokasi usaha atau tempat pemasaran/outlet yang strategis menjadi salah satu kunci sukses usaha. Perlu kejelian dan keberanian tersendiri bagaimana mendapatkan tempat pemasaran yang strategis dengan modal terbatas. Cara paling mudah adalah bekerja sama dengan pemilik tempat melalui sistem bagi hasil atau bagi keuntungan.

MULAILAH SAAT INI.

Sebuah gagasan bisnis akan tetap menjadi sebuah gagasan jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Dengan memulainya, kita bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga yang bisa digunakan memperbaiki usaha secara sistematis. Jika mental telah siap, mulailah dari saat ini walau mungkin kita masih memiliki beberapa keterbatasan dan kendala yang ada.

HADAPI DAN ATASI HAMBATAN ATAU KEGAGALAN.

Berdasarkan pengalaman, mungkin tidak ada seorang pun wiraswasta yang berhasil tidak mengalami hambatan atau bahkan kegagalan dalam perjalanan bisnis mereka. Sebaiknya kita memiliki sikap positif, apa yang terjadi adalah yang terbaik buat kita. Mengapa? Karena, itu adalah janji Tuhan. Hambatan dan kegagalan merupakan sebuah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya. Tanpa kita sadari itu akan menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita dalam berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko dan bila itu sampai terjadi, bersiaplah, dan hadapilah dengan kepala dingin.

JENIS USAHA

Jenis usaha yang cocok bagi pemodal kecil atau bahkan tanpa modal adalah:

Memasarkan produk atau jasa orang lain. Sebaiknya produk atau jasa yang banyak dibutuhkan orang atau produk spesifik yang langka namun sesungguhnya terdapat pasar yang cukup luas.

Bisnis makanan dan minuman seperti kue, roti, es juice, bakso, mi ayam, dan lain sebagainya bisa dicoba. Bisnis kerajinan seperti barang suvenir, pernak-pernik kebutuhan rumah tangga, dan lain-lain Jasa seperti potong rambut, usaha jahit, obras, konsultan, pengurusan surat-surat.

Jangan berkecil hati jika memulai bisnis dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal. Selalu ada jalan lain menuju Roma, begitu kata sebuah pepatah. Sepanjang kita mau berusaha, dengan izin Tuhan, yakinlah bahwa usaha kita akan menjadi kenyataan.


Baca Selengkapnya......

Rabu, 27 April 2011

Cara mudah mengetahui minyak solar dicampur dengan minyak tanah atau tidak


Untuk mengetahui bahwa solar dicampur minyak tanah adalah sebagai berikut :
1. Masukan solar tersebut dalam botol, kemudian kocok beberapa saat. Jika
timbul busa yang banyak dan busa tersebut butuh waktu beberapa detik untuk
hilang maka kemungkinan kecil solar tersebut dicampur minyak tanah, namun
jika busa yang ditimbulkan tidak banyak dan langsung hilang, maka
kemungkinan besar solar tersebut sudah dicampur minyak tanah.
2. Ambil batu es dan letakan dalam wadah tertentu, kemudian tuangkan solar
tersebut diatas es batu dimaksud, jika terjadi gumpalan seperti lilin, maka
kemungkinan solar tersebut tidak dicampur minyak tanah, namun jika tidak
terjadi gumpalan seperti lilin maka kemungkinan solar tersebut dicampur
minyak tanah
3.

Baca Selengkapnya......

Minggu, 02 Mei 2010

Tips & Trik Perkalian Dengan Cepat

1.    PERKALIAN INSTANT
Soal 1 :


Trik : Tambahkan 3 + 2 = 5 
Letakkan 5 dintara 3 & 2
Jawaban :

  

Soal 2 :

Trik : Tambahkan 5 + 3 = 8
Letakkan 5 dintara 5 & 3
Jawaban :


Soal 3 :

Trik : Tambahkan 8 + 5 = 13
Untuk kasus ini jangan jawaban bukan 

tetapi


Karena hasil penjumlahan dua digit (13)
Jadi puluhan harus ditambahkan ke angka 8.
Seperti ini





2.    KUADRAT BILANGAN 2 DIGIT
352 = …..

kalikan bilangan pertama dengan bilangan pertama+1 = 3 x 4 = 12
kalikan bilangan kedua dengan bilangan kedua+1 = 5 x 5 = 25

seperti ini :








hal ini berlaku pula untuk perkalian dengan bilangan pertama sama

83 x 87 = ……..









Simple kan ?                 


Baca Selengkapnya......