Tampilkan postingan dengan label Al Dinul Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Dinul Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 April 2011

Hiasi Rumahmu, Sobat!

Hiasi Rumahmu, Sobat!
Seorang bunda sore itu menemani dua orang putranya mengulang hafalan Al Quran.
Si sulung bersemangat karena ia menguasai semua surat yang dihafal. Tidak lebih
dari 15 menit, ia berhasil mengulang hafalan semua surat yang diminta oleh
bundanya.
Kini giliran putra kedua yang bernama Hamdan berusia 6 tahun. Saat maju ke depan
bunda Hamdan terlihat ragu. Sepertinya ia lebih suka bermain daripada harus
mengulang hafalan Al Quran yang membosankan baginya.
Betul saja….!Saat sang bunda meminta ia mengulang Surat Al Bayyinah ia merengek
sambil berkata, "Itu susah bunda…!" namun sang bunda berkeras meminta Hamdan
membacanya.
Karena Hamdan pada awalnya tak menyukai surat itu maka di ayat keenam dan
ketujuh ia melulu salah. Tertukar antara 'Syarrul Bariyyah dan Khairul
Bariyyah'.  Berulang kali diberitahu namun Hamdan tetap juga salah. Hingga sang
Bunda meninggikan suara meminta agar Hamdan konsentrasi, namun yang terjadi
malah Hamdan 'ngambek'. Ia bilang gak suka Al Quran dan gak mau menghafal Al
Quran!!!
Sang Bunda kaget. Ia beristighfar melihat reaksi anaknya. Sambil menatap dengan
mimik serius sang bunda berkata, "Ya Allah, anakku…… Al Quran ini penolong kita.
Kalau kamu hafal Al Quran kamu bisa menolong dirimu…. Menolong ayah dan bunda di
akhirat kelak!"
Namun Hamdan masuk kamar seolah tidak mendengar perkataan bunda. Sang bunda pun
turut kesal. Malam itu bunda tidak menegur Hamdan hingga ia terlelap tidur.
Saat ayah kembali ke rumah, maka bunda menceritakan peristiwa tadi. Sang ayah
menyarankan agar anak tidak dipaksa menghafal Al Quran. Biarlah Al Quran dihafal
dengan cinta dan antusias. Maka bunda pun memahami maksud sang ayah.
Tak disangka…. saat semua orang di rumah itu tertidur, tiba-tiba pintu kamar
ayah-bunda terbuka. Mereka berdua masih tertidur, namun sang bunda terjaga saat
bahunya digerakkan oleh seseorang.  Terlihat Hamdan baru saja menangis sebab
beberapa bulir air mata menetes di pipinya.
"Ada apa, Hamdan?" tanya sang bunda sambil mengusap kepalanya. Hamdan belum
menjawab pertanyaan bunda. Ia malah merangkul bunda dengan pelukan erat.
"Kamu mimpi buruk ya….?" tanya bunda sekali lagi. Hamdan masih memeluk bunda
bahkan ia menangis dengan suara yang terdengar oleh telinga bunda dan ayah.
Berkali-kali ditanya akhirnya Hamdan pun berkata, "Tadi Hamdan mimpi…. Hamdan
dimasukkan ke dalam neraka. Bunda dan ayah juga ikut masuk neraka…..  Hamdan
dengar suara malaikat yang seram berkata bahwa Hamdan masuk neraka sebab malas
menghafal Al Quran….! Bunda…., Hamdan janji gak malas menghafal Al Quran lagi...
Hamdan mau hafalkan seluruh Al Quran biar kita semua sekeluarga gak masuk
neraka…. Hamdan takut!!!"
Mengertilah sang bunda penyebab buah hatinya terbangun dari tidur dan menangis.
Maka sang bunda & ayah pun memeluk Hamdan untuk menenangkan. Saat kembali tenang
lalu Hamdan pun masuk ke kamar dan kembali tidur.
Kini sang ayah dan bunda di dalam kamar berpelukan. Mereka berdua bersyukur
kepada Allah Swt sebab sudah diberikan secercah cahaya Al Quran di rumah mereka.
Kini semua anggota keluarga di rumah itu menghafal Al Quran dan suasana rumah
menjadi indah sebab Allah Swt menitipkan Al Quran di hati dan pikiran mereka.
عن ابن عباس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم:" إن الذي ليس في
جوفه شيء من القرآن كالبيت الخرب"رواه الترمذي
Dari Ibnu Abbas Ra yang berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Seseorang yang
tidak ada Al Quran dalam dirinya maka seperti rumah usang tua yang rusak." HR.
Tirmidzi
(Seperti yang dikisahkan oleh seorang sahabat. Semoga rumah kita semua berhias
Al Quran seperti miliknya. Amien)
Website : http://si-noop.blogspot.com

Baca Selengkapnya......

Qur'an Menjawab

KENAPA AKU DIUJI ??

QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Ankabut : 2-3
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya
kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya
Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui
orang-orang yang dusta."

KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ??

QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 216
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh
jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah
mengetahui sedang kamu tidak mengetahui"

KENAPA UJIAN SEBERAT INI ??

QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 286
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."

KENAPA FRUSTASI ???

QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Imran : 139 "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula
kamu bersedih hati, padahal kamulah orang2 yg paling tinggi derajatnya,
jika kamu orang2 yg beriman"

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ???

QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 45
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan
mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali
kepada orang-orang yang khusyuk"Tiada daya dan upaya kecuali atas
pertolongan Allah semata 

APA YANG AKU DAPAT  ???

QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 111 "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang2
mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan jannah utk mereka..."

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ???

QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 129
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal"

AKU TAK SANGGUP !!!!

QURAN MENJAWAB :
Qs. Yusuf : 12
"....dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya
tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.".

Baca Selengkapnya......

Kamis, 21 April 2011

Semoga itu baik, Insya Allah...

Ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yang terkenal dengan ketaqwaan. Tiap kali raja menemui sesuatu yg tidak mengenakkan, sahabatnya selalu berkata, "Semoga itu baik, insya Allah."
Kata-kata ini selalu diulangi pada setiap kejadian yang secara terlihat adalah kejadian buruk. Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak hingga terpotong. Darah pun mengucur. Si sahabat berkata, "Semoga itu baik, insya Allah."

Kali ini sang Raja begitu marah mendengar ucapan tersebut dan memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakan sahabatnya tersebut. Saat pengawal ditanya, "Apa yg dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?"
Pengawal menjawab, "Ia hanya mengatakan, Semoga ini baik, insya Allah"

Suatu ketika saat raja pergi berburu. Kali ini tanpa ditemani oleh sahabatnya karena sahabatnya berada dalam penjara. Ia kemudian terpisah dari rombongan dan tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tersebut terdapat suku yg menyembah berhala dan setiap tahun mengorbankan seorang manusia kepada berhalanya tersebut. Raja pun ditangkap oleh suku tersebut.  Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tidak lengkap. Mereka pun menolak mengorbankannya, karena korban harus dalam kondisi yang sempurna. Raja lalu dilepas dan ia kembali ke istana.

Akhirnya dia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, "Ketika engkau mengatakan,'Semoga itu baik, insya Allah." Saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi disembelih untuk berhala karena fisikku tdk sempurna. Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?"

Ia menjawab, "Andaikata saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sebagai penggantimu"

***

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu boleh
jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha
Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui"
(QS.Al-Baqarah:216)

Kunjungi blog saya : http://si-noop.blogspot.com

Baca Selengkapnya......

Rabu, 13 April 2011

Hubungan Pernikahan Jarak Jauh

Bukannya mengompori untuk bertambah khawatir, namun tulisan ini
bermaksud mengingatkan pada diri sendiri untuk senantiasa menjaga tim
yang kompak, yaitu keluarga kita nan sakinah. Mencegah adalah selalu
lebih baik dari pada mengobati, menjaga izzah keluarga selalu lebih baik dari pada memperbaiki segaris noktah.

Cerita tentang Pak Hasan, ikhwan yang sholeh, berkarir bagus
namun tetap sederhana dan bersahaja, tapi harus nge-kos sendirian di
Jakarta si kota macet. Istrinya punya karir lain di kota tetangga,
sekitar 3 atau 4 jam dari Jakarta, sang istri bersama dua anak mereka
selalu menjaga keceriaan keluarga, meskipun Pak Hasan hanya bisa
berkumpul seminggu sekali atau kadang-kadang hanya tiga kali dalam
sebulan.

Yang namanya hubungan jarak jauh, komunikasi yang terjalin pasti tak
selengket saat berdekatan. Apalagi kalau masing-masing pihak teramat
sibuk, yang kemudian frekuensi jadwal saling telpon atau 'video-call-an'
juga berkurang. Itulah yang terjadi pada Pak Hasan dan sang istri. Yang
selanjutnya dikarenakan meremehkan suasana mesra itulah, maka perlahan
tapi berterusan, datanglah godaan demi godaan sebagai pengganggu
keutuhan keluarga.

Godaan awal adalah dari anak kos si induk semang Pak Hasan, gadis
yang rajin membantu membersihkan kamarnya itu sesekali melirik dan
tersenyum kecil yang selanjutnya bersikap 'menggoda iman'. Namun Pak
Hasan berusaha terus menguatkan hatinya, ia pun makin berupaya memerangi
godaan, setiap ada waktu cuti dan weekend, kalau dia tak bisa pulang ke kota keluarganya, maka sang istri dan anak-anak yang berlibur ke Jakarta.

Tapi namanya juga godaan, makin tinggi ranting berbunga, makin
kencang angin menghembuskan sepoinya. Anak-anak kian berkembang, anak
Pak Hasan makin sibuk, ada banyak kegiatan di akhir minggu. Juga
istrinya, makin harus bijak mengatur pengeluaran rumah tangga, tidak
bisa jor-joran mengeluarkan dana ke Jakarta melulu. Pak Hasan
pun tak punya celah untuk pindah ke bagian lain di kantornya, misalnya
jika pindah ke divisi lain, maka pindah ke kota keluarga. Begitu pun
sang istri, dia merasa harus bertahan dengan kondisi sedemikian,
istrinya tak dapat pindah kerja pula ke Jakarta, pun tak mau mengalah
untuk resign sehingga berkumpul dengan suami.

Yah, setiap rumah tangga punya rahasia perusahaan masing-masing,
punya prioritas tujuan masing-masing, maka punya jalan bahtera
masing-masing, yang orang lain hanya dapat menjadi pengamat amatiran
saja, melihat dari kejauhan tanpa perlu mencari detail urusan rahasia
keluarga tersebut.

Suatu kali, Pak Hasan pindah kos-an, kemungkinan beliau menghindari
godaan yang lebih dahsyat dari anak si empunya rumah tersebut.

Namun di lain waktu, tiba-tiba terdengar berita bahwa Pak Hasan dan istrinya akan bercerai. Waduh, what's wrong?
Berita seperti itu pasti menyedihkan. Semua orang dekat mereka sangat
iba, dan merasa tak rela jika keluarga mereka tak utuh lagi. Sedikit
demi sedikit terkuaklah cerita pengakuan Pak Hasan yang dulu sempat
dimuat di surat kabar kota tersebut, bahwa akhirnya ada godaan lain yang
menjerumuskannya pada perzinahan.
Naudzubillahi minzaliik.

Dalam cerita beliau, suatu hari sepulang kerja, ia dan rekan-rekan
kantornya yang semuanya pria, pulang bersama dalam satu mobil milik
seorang teman. Mereka berenam, rencananya akan mencari warung makan,
barulah pulang ke rumah masing-masing. Tapi, saat kemacetan parah
sekali, mobil susah jalan, seusai hujan deras, banjir dimana-mana.
Mereka sudah kelaparan, makanya segera mencari warung makan terdekat,
dan warung makan tersebut ternyata jaraknya sangat dekat dengan 'panti
pijat langganan' teman-temannya.

Seumur hidupnya, baru kali itu Pak Hasan memasuki panti pijat,
mereka berenam menikmati teh hangat disana usai makan malam. Entahlah
ada unsur kesengajaan atau tidak, yang jelas satu-satunya pria yang
belum pernah kesana di antara enam orang tersebut, hanyalah Pak Hasan.
Dan dengan kenyamanan suasana yang diciptakan di ruangan tersebut,
satu-persatu temannya berpisah-pisah ruangan, diurusi oleh
perempuan-perempuan 'tukang pijat', Pak Hasan ikut disiapkan dan
ditraktir 'pijatan' oleh salah satu teman. Tak usahlah terlalu jauh
membayangkannya, malam itu, benteng pertahanan diri Pak Hasan hancur
lebur, ia ikut terseret 'kenikmatan pijat plus-plus' sebagaimana
teman-temannya.

Dan peristiwa seperti itu pun akhirnya "jadi langganan", yang tadinya
seorang Hasan adalah sosok suami yang menjaga pandangan, menjaga mata,
lisan, dan indera lainnya, ternyata dapat berbalik menjadi pelanggan
setia di panti pijat tersebut.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah SAW
bersabda, "Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada
hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan
bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang
pendusta, dan orang miskin yang sombong," (HR.Muslim).

Salah satu dosa besar yang mengerikan, Pak Hasan sudah memahami hal
itu, maka ia pun terbuka diri mengakui perbuatannya tatkala memiliki
waktu yang tepat untuk bercerita dengan sang istri. Hingga gelegar
pengakuan itu membuat sang istri menginginkan perceraian, perih.

Kita tak perlu membahas rumah tangga mereka lebih jauh, tapi hikmah
yang bisa kita petik adalah kekompakan suami istri memang harus selalu
ada dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Kekompakan itu tak hanya
seminggu sekali, tak cuma menikmati weekend, tak hanya belanja bareng, namun harus ada di setiap suasana, terutama suasana menge-charge ruhiyah.

Adalah sosok Mas Angga, yang pernah beberapa kali harus dinas berbeda
kota atau beda negara dengan kota tempat tinggal keluarga, sedari awal
menikahi istrinya, ia ajak untuk 'kompak bersama', "Saya gak mau kita pisah-pisah, dinda… terpisah dua dapur, dua tempat, apalagi pisah dengan anak-anak…", ujarnya,
maka sang istri harus berpindah kuliah beberapa kali, Mas Angga lebih
rela menghabiskan uang untuk ongkos pesawat ketika istrinya harus sibuk
ujian atau menyelesaikan urusan kuliah. Mas Angga juga pernah harus
berada tiga setengah bulan di Afrika, sementara sang anak dan istri di
Bangkok, dan Mas Angga menelepon setiap hari, bahkan tiga kali sehari,
bagaikan jadwal minum obat. Ada saja hal yang diobrolkan, serasa sulit
menutup gagang telepon saking beratnya berjauhan dari keluarga.

Ketika ada perusahaan yang 'memaksanya' meninggalkan keluarga lebih
lama hingga dua tahun dengan 'hanya' dijadwalkan pulang per-tiga bulan,
maka Mas Angga rela resign dari perusahaan tersebut, meskipun
diiming-imingi bonus nominal yang banyak. Rezeki Allah SWT Maha Luas,
masih banyak perusahaan yang memiliki peraturan lebih manusiawi, masih
ada pengusaha yang professional bekerja sama dengan karyawan-karyawan
meskipun berbeda bangsa. Bahkan pernah suatu kali saat berjauhan, Mas
Angga ngotot menelepon sang istri sampai 'missed-call' 79 kali, ia sangat khawatir kenapa hp itu tak diangkat. Padahal ternyata hp tersebut di-silent
tak sengaja oleh sang balita. Perhatian yang kecil seperti itu
sangatlah bermakna, setiap rumah tangga suatu waktu mengalami ujian
hubungan jarak jauh ini. Dan lagi-lagi, tak masalah berapa kali kita
diuji akan frekuensi waktu tak bersua, namun yang bermasalah adalah jika
kekompakan berkomunikasi itu mulai luntur.

Tatkala lunturnya kekompakan berkomunikasi, pasti godaan-godaan
datang, dan inilah pintu setan yang hadir dalam suatu rumah tangga.
Kalaupun suami dan istri terbiasa meluruskan niat dan menata hati setiap
saat, terbiasa sholat berjama'ah dan saling melayani di berbagai momen,
namun ketika berjauhan dengan tahap datangnya godaan itu, ada
pihak-pihak lain yang memanfaatkan situasi, yang pada saat itu justru
sinyal-sinyal cinta pasutri malah bisa makin memudar. Bagaikan
perceraian yang telah terjadi pada Bik Inem yang TKW di negeri jiran,
ex-suaminya bertani di kampung halaman, di tanah sunda. Tak menyangka
alasannya sama dengan banyak kisah TKW lain, sang suami berselingkuh
dengan tetangga sendiri tatkala sering bersama-sama di sawah, bahkan
uang tabungan Bik Inem yang menurut laporan telah dibelikan bahan
bangunan buat renovasi rumah mereka, ternyata raib dipergunakan untuk
hal lain.

Acungan jempol buat ummahat senior-senior saya, ada yang rela menunda kuliah lanjutan bea-siswanya, ada yang resign
dari perusahaan tempatnya meniti karir, demi prioritas keluarga,
mendukung penuh sang suami ketika harus mengais nafkah di negeri lain,
dalam tugas berat memimpin rumah tangga.

Satu nasehat penting yang selalu disematkan pada ceramah di acara resepsi pernikahan kita, Bahwa Allah ta'ala mengingatkan, "Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan
apa yang diperintahkan."(QS. At-Tahrim [66]:6).

Suami adalah pakaian bagi sang istri, begitu pun sebaliknya, istri
merupakan pakaian bagi suaminya. Penutup aurat, perhiasan diri serta
sumber ketentraman dan kesenangan berumah tangga adalah makna fungsi
pakaian tersebut. Maka, jagalah pakaianmu, teman…

Wallohu 'alam bisshowab.

Baca Selengkapnya......

Minggu, 27 Maret 2011

Surga Dan Neraka


Dari Kulaib bin Hazim r.a. ia berkata, “Aku mende¬ngar Rasulullah Saw bersabda: “Hai orang-orang, capailah surga dengan jerih payahmu dan jauhilah neraka dengan jerih payahmu, karena tidaklah tidur siapa yang menuntut surga dan tidaklah tidur siapa yang menjauhi neraka. Sesungguhnya surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak menyena...ngkan (larangan-larangan) dan neraka itu dikelilingi oleh kelezatan dan syahwat. Janganlah kalian dilalaikan dari menuntut akhirat (surga).” Dalam hadis lain dari Abi Said Al-Khudri, Nabi Saw, bersabda: “Juru panggil berseru ketika penghuni surga masuk surga,” sudah tiba waktunya kalian hidup terus serta tidak bisa mati, tiba waktunya kalian sehat serta tidak bisa sakit selamanya, tiba waktunya kalian menjadi muda serta tidak bisa tua selamanya, dan tiba waktunya kalian bersenang-senang serta tidak bisa sengsara selamanya. “ Itu adalah makna firman Allah Ta’ala: “Dan diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang diberikan kepada kalian sebagai balasan perbuatan yang kalian lakukan. “ Dari Abi Hurairah r.a. ia berkata, “Rasulullah Saw bersabda: “Allah Ta’ala berfirman, “Di surga kusediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh segala yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas pada hati manusia. “

Allah Ta’ala berfirman: “Tidaklah manusia mengetahui apa yang dirahasia¬kan bagi mereka berupa kegembiraan sebagai balasan bagi apa yang mereka lakukan.” Diriwayatkan dari Mughirah bin Syu’bah, bahwa Nabi Saw bersabda, “Musa berkata kepada Tuhannya, “Wahai Tuhanku, beritahulah aku tentang orang terakhir yang ma¬suk surga, berapa bagian yang diperolehnya dari surga?” Allah Ta’ala menjawab, “Hai Musa tidaklah tinggal di neraka seorang muslim melainkan satu orang yang Ku¬keluarkan dari rahmat-Ku lalu ia berdiri di pintu surga dan Kukatakan, “Masuklah ke dalam surga.” Orang itu berkata, “Bagaimana aku bisa masuk surga sedangkan orang-orang telah menempati kedudukan-kedudukan dan mendapatkan derajat mereka sehingga aku tidak mendapatkan sesuatu apa pun dan tidak mendapatkan tempat?” Aku bertanya, “Hai hambaKu, apakah kau rela mendapat tempat di surga sebesar kerajaan dari dua raja di dunia?” Orang itu menjawab, “Aku rela.” Kukatakan kepadanya, “Masuklah ke dalam surga dan engkau akan mendapat beberapa kali lipat dari itu.” Allah memberihya sebesar kerajaan dari empat raja di dunia. Sifat surga terlalu banyak untuk bisa dihitung, namun harus pula diceritakan tentang neraka. Berkata Anas bin Malik, “Ketika turun ayat, “Sesungguhnya neraka adalah tempat yang dijanjikan bagi mereka semua.” Rasulullah Saw menangis dan menangis pula sahabat-sahabatnya lantaran tangis itu. Mereka tidak tahu apa yang dibawa oleh Jibril serta tidak seorang pun yang mampu bertanya kepada beliau. Nabi Saw apabila melihat Fatimah gembira, beliau pun merasa gembira. Abdurrahman bin Auf pergi untuk menemui Fatimah di rumahnya seraya berkata, “Assalamu alai¬kum, wahai putri Rasulullah.” Fatimah menjawab, “Wa alaikum salam.” Fatimah bertanya, “Siapakah engkau?” Abdurrahman menjawab, “Abdurrahman bin Auf.” Fatimah bertanya, “Hai putera Auf, ada apa kau datang?” Abdurrahman menjawab, “Kutinggalkan Nabi Saw sedang menangis dalam keadaan sedih dan aku tidak tahu apa yang dibawa oleh Jibril a.s. Fatimah berkata, “Pergilah engkau, sebentar lagi aku akan menjumpai Nabi Saw. Barangkali beliau memberita¬hu aku tentang apa yang dibawa Jibril.” Fatimah memakai baju usang yang ditambal dengan dua kurma di dua belas tempat. Tatkala Umar melihat, ia memegang kepala seraya berkata, “Alangkah sedih putri Rasulullah Saw memakai baju katun yang sudah usang serta bertambal daun kurma di dua belas tempat.” Tatkala Fatimah menemui Rasulullah Saw beliau bertanya, “Ya Rasulullah Saw, tidakkah engkau lihat bahwa Umar merasa heran melihat pakaianku?” Demi Allah yang telah mengutusmu dengan kemuliaan, aku dan Ali tidak mempunyai tempat tidur sejak lima tahun kecuali kulit kibas, yang di waktu siang untuk alas makanan unta kami, sedang di waktu malam kami hamparkan, sementara bantal kami, terbuat dari kulit masak yang di dalamnya berisi daun kurma.” Apakah yang telah membuat engkau menangis?” Nabi Saw menjawab, “Bagaimana aku tidak menangis sedang Jibril telah datang membawa ayat ini.” (lihat ayat tersebut di atas). Diceritakan dari Mansur bin Amar, ia berkata, “Aku berjalan di salah satu jalan di Kufah pada suatu malam yang geiap, untuk suatu keperluan. Di tengah malam, dari sebuah rumah tiba-tiba ku dengar suara Tuhanku demi kegagahan dan keagungan-Mu,aku tidak ingin menentang¬Mu dengan maksiatku. Bukanlah aku tidak mengenal-Mu ketika berbuat maksiat melainkan dosa yang menimpaku, takbir-Mu yang menutupiku dan kesengsaraan membuatku melakukan maksiat dengan kebodohanku.” Sekarang aku mengharap dari keutamaan-Mu agar menerima alsanku. Jika Engkau tidak memaafkan dan tidak kasihan padaku, alangkah lamanya kesedihanku dan siksaan-Mu. “ Saat ia terdiam dibacakan satu ayat dari Kitab Allah: “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya berasal dari manusia dan batu, yang mengurusinya adalah malaikat-malaikat yang bengis dan keras tidak mendurhaka kepada Allah atas apa yang diperintahkan kepada mereka dan mereka kerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka.” Kudengar teriakan keras, keributan, serta gerakan. Kemudian tenanglah-gerakan itu, sesudahnya tidak kudengar sesuatu apa pun. Usai menyelesaikan keperluan, aku kembali ke tempatku. Ketika tiba waktu pagi, aku kembali ke tempat tersebut, kudengar suara tangis dan kulihat orang-orang pada berta’ziyah. Ternyata, seorang perempuan tua Ibu si mayit sedang menangis, dan berkata, “Semoga Allah tidak memberi kebaikan kepada pembunuh anakku, dengan membaca ayat yang menyebutkan siksaan ketika sedang salat.” Mendengar ayat itu, berpengaruh pada hatinya ia pun jatuh mati. Berkata Mansur bin Amar, “Pada malam itu kulihat orang tersebut dalam mimpi dan kukatakan padanya, “Apakah yang dilakukan Allah terhadapmu?” Orang itu menjawab, “Allah memperlakukan aku sebagai syuhada.” Aku bertanya, “Bagaimana bisa terjadi demikian?” 0rang itu menjawab, “Mereka terbunuh dengan pedang orang kafir, sedangkan aku terbunuh dengan pedang Allah yang Maha Pengampun.” [ Sumber: Kitab Mawa'idul Usfuriyah-Muhammad Bin Abu Bakar Al-Usfuri Hadits 10 ]

Baca Selengkapnya......

Kamis, 24 Maret 2011

Pentingnya Peran Orang Tua terhadap Pemikiran anak dimata Islam


Apakah pernah kita melihat seorang anak kecil menyanyikan lagu dewasa (kayaknya sering deh)?

Apakah pernah kita melihat kisah seorang anak kecil merokok?

Apakah pernah kita melihat seorang anak kecil memaki dan berkata kasar pada orang lain?

Apakah pernah kita melihat anak kecil meminta-minta dijalan (padahal langkah mungilnya tak sebanding dengan laju kendaraan yang tak pernah sepi) dan apakah pernah kita melihat seorang anak kecil yang sedang marah membanting pintu kamarnya keras keras?

Rasa rasanya semuanya pernah kita lihat, baik melihat langsung ataupun melalui televisi. Fenomena apa ini? atau apa yang sebenarnya menyebabkan mereka "pandai" melakukan perbuatan yang "sangat tidak menyenangkan" itu?



Anak adalah peniru yang baik! begitu kata salah seorang bijak, dan hei itu benar. Tanpa sadar terkadang kita mengajarkan hal-hal buruk pada anak. Ketika dia meminta perhatian kita lalu tidak segera direspon, kita mulai mengajarkan sikap acuh padanya. Ketika seorang Ibu tengah memarahi khadimat (pembantu) di depan anaknya karena kelalaian khadimat itu dalam mengerjakan tugasnya, anak diajarkan memaki pada orang lain, arogan dan sadis. Ketika seorang bapak terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan melupakan anaknya, anak mulai belajar tak membutuhkan bapaknya, jadi jangan heran ketika besar nanti dan kita sedang ingin ditemani anak kita, dia akan sibuk dengan teman-temannya.




Tak hanya melihat contoh langsung anak bisa meniru, duhai ibu, duhai ayah, anak juga bisa meniru dari televisi. Membiarkan anak sendirian menonton siaran televisi adalah suatu kesalahan. Kita tidak tahu apa yang telah dia serap, apalagi di masa golden age-nya, masa usia emasnya antara 0-3 tahun ada juga yang bilang 0-8 tahun, masa-masa di mana kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Apapun informasi yang diberikan akan berdampak bagi si anak di kemudian hari. Siaran televisi terkadang mengajarkan kekerasan, sinetron mengajarkan makian dan dendam.



Duhai ibu, kesalahan terbesar kita apabila kita tidak bisa memaksimalkan pendidikan yang terbaik untuknya, Ibu adalah madrasah bagi anaknya, pendidikan tak perlu mahal, dengan menemaninya bermain dengan permainan yang tepat insyaAllah kita akan ikut andil melahirkan asset termahal kita.



Anak adalah peniru yang baik, sebagai orangtua sepatutnya menstimulasi mereka dengan menjadi teladan yang baik. Jika orangtua senang membaca, kemungkinan besar anak pun demikian.



Mari kita didik anak anak kita dengan sebaik-baiknya. Pertama mendidik anak dengan IMAN, untuk menghindari kesia-siaan. Kedua mendidik anak dengan ILMU, untuk menghindari kesalahan, dan ketiga mendidik anak dengan CINTA, untuk mendatangkan kebahagiaan.



Karena anak begitu berharga, amanah yang diberikan oleh Allah pada orang-orang pilihan, merekalah yang kelak akan meringankan dosa dosa kita dengan do'a-do'a yang tak putus dilantunkan, karena malaikat tidak akan pernah bertanya, anak kita sudah bekerja dimana, penghasilannya berapa, prestasi dunianya apa.



Marilah kita belajar dari akhlak Rasulullah terhadap anak kecil. Sejak kecil, Anas ra menjadi khadimat Rasulullah SAW. Hadits ini menggambarkan indahnya akhlak Rasulullah SAW terhadap seorang anak-anak yang bernama Anas ra.

Dari Anas r.a., "Aku telah melayani Rasulullah SAW selama 10 tahun. Demi Allah beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan : 'Mengapa engkau lakukan?' dan pula tidak pernah mengatakan: 'Mengapa tidak engkau lakukan?'"(Hadits Riwayat Bukhari)



Marilah sejenak kita resapi kata kata seorang bijak ini:



Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah

Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian

Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri

Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan

Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan

Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran



"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

(QS. At-Tahrim (66): 6)



Segala puji bagi Allah, kita memuji, memohon pertolongan, serta ampunanNya.

Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu-nafsu kita dan dari kejahatan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang ditunjuki oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tak seorangpun yang bisa menunjukinya.



Semoga bermanfaat

Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda note ini bermanfaat.

Baca Selengkapnya......

Rabu, 23 Maret 2011

Tamasya ke Surga ( Eksistensi Surga )


Eksistensi Surga

Surga itu ada. Diterangkan dengan sangat jelas dalam beberapa keterangan Al-Quran dan hadits Nabi yang semuanya harus kita imani. Golongan Qadariyah dan kalangan Mutazilah beranggapan bahwa surga baru diciptakan kelak di hari akhirat. Ini adalah pendapat yang nyeleneh. Menurut Ahlu Sunnah surga itu telah diciptakan oleh Allah dengan alasan-alasan berikut ini:

1.
Dalam perjalanan miraj Nabi melihat surga (QS. An-Najm: 13-15)
2.
Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Allah memperlihatkan tempat duduk ahli surga atau ahli neraka saat di alam barzah; ruh orang mumin dimasukkan ke dalam surga berwujud burung yang bertengger di pohon surga; Jibril disuruh melihat surga, dll.

Pintu Surga

Keberadaan pintu gerbang surga disebutkan oleh Allah dalam surat Az-Zumar ayat 73. Sedangkan dalam hadits disebutkan bahwa luas pintu surga itu baina Makkata wa Hajaro au Hajaro wa Makkata, seperti jauhnya Makkah ke Hajar (kurang lebih 1160 km). Namun kelak akan berdesak-desakan manusia didepannya. Kunci pembuka pintu surga adalah kalimat syahadah. Jalan menuju padanya hanya satu yakni Islam (QS. Al-Anam: 153).


Walid bin Muslim dari Khalid dari Hasan menyampaikan bahwa pintu-pintu di surga itu transparan bagian dalamnya terlihat luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam (lihat QS. Shaad: 50). Ia bisa diajak bicara, artinya bisa menutup dan membuka sesuai keinginan penghuninya.

Dimanakah Surga?

Di dalam hadits disebutkan bahwa surga itu berada di langit, tempat yang sangat tinggi. Terdiri dari 100 tingkat, setiap 2 tingkat jauhnya seperti langit dan bumi. Dan surga yang tertinggi adalah surga Firdaus. Tapi ada satu tempat yang lebih tinggi dan diperuntukkan bagi satu orang saja, tempat itu disebut Al-Wasilah. Nabi sangat berharap bahwa beliaulah yang akan menempatinya.

Nama-nama Surga

Surga itu bermacam-macam, nama-namanya disebutkan dalam Al-Quran diantaranya adalah: Al-Jannah, Darussalam (negeri sejahtera), Darul Khuldi (negeri kekal), Darul Muqamah (tempat kediaman), Jannatul Mawa (tempat tinggal), Adn, dll.

Orang yang pertama mengetuk pintu Surga

Muhammad saw adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu surga, dan umat beliaulah yang akan pertama kali memasukinya. Ada 70.000 orang yang akan memasukinya tanpa hisab, wajahnya bagaikan rembulan, mereka masuk dengan bergandeng tangan. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang murni ketauhidannya dan senantiasa bertawakkal kepada Allah.

Allah melimpahkan keistimewaan kepada mereka, bahwa setiap 1000 orang dari mereka dapat menyelamatkan 70.000 orang dari neraka, ditambah tiga cidukan Allah azza wa jalla. Subhanallah wallahu akbar.

Gambaran Surga

Tanah dan lumpur surga terbuat dari zafaran, berupa tepung putih beraroma kesturi dan sangat bersih. Cahaya surga itu berwarna putih, bersinar terang, aromanya semerbak. Disana terdapat gedung megah dan sungai-sungai yang mengalir. Ada istri-istri yang cantik jelita, perhiasan-perhiasan yang banyak, tanaman-tanaman, berbagai macam kesenangan dan kenikmatan di tempat yang tinggi. Siapkah Anda memasukinya? Katakan: Insya Allah.

Di surga terdapat Ghuraf yakni bangunan transfaran yang tinggi, diberikan bagi mereka yang baik ucapannya, suka memberi makan, berpuasa dan shalat malam. Juga diberikan kepada orang-orang yang membangun masjid dan tabah menghadapi ujian dan kesedihan.

Setiap mumin mengenal tempat tinggalnya di surga walaupun ia belum pernah melihat sebelumnya. Kondisi fisik orang mumin ketika memasuki surga itu mirip Adam, tingginya 60 hasta, berambut pendek, belum berjenggot, dan matanya bercelak. Tampilannya bagaikan orang berusia sekitar 30 tahun. Allah menjadikannya seperti itu walaupun ia mati dalam keadaan anak-anak atau pun tua renta.

Hidangan pertama penduduk surga adalah sekerat daging dari hati ikan paus dan minumannya adalah salsabila. Setelah itu mereka makan daging sapi jantan.

Menurut riwayat dari Nabi, aroma surga bisa dicium dari jarak 100 tahun. Tapi bagi orang-orang yang membunuh ahli dzimmah, anak-anak durhaka, pemutus hubungan, dan mereka yang menasabkan dirinya pada orang lain, tertutup baginya dari mencium aroma surga tersebut. Naudzubillah

Di surga terdapat pohon Thalhu, bidara yang durinya diganti dengan munculnya buah-buahan yang 1 butirnya memiliki 70 rasa yang berbeda. Ada juga pohon Thuba (QS. Waqiah: 31) yang naungannya sejauh perjalanan selama 100 tahun. Dari kelopak bunga pohon inilah pakaian ahli surga berasal.

Buah-buahan surga itu beraneka ragam layaknya buah-buahan di dunia (QS. Al-Baqarah: 25). Bahkan sabda Nabi menyebutkan bahwa buah-buahan dunia sebenarnya berasal dari surga, hanya saja ia berubah sedangkan buah-buahan di surga tidak berubah sama sekali.

Penduduk surga minum dari sungai-sungai di surga yang hulunya adalah dari surga Firdaus. Buah-buahannya dekat tersaji, mereka mendapatkan apa saja yang diinginkannya. Jika mereka melihat ke arah burung surga den tertarik kepadanya, maka dengan segera burung itu jatuh ke hadapannya dalam kondisi masak dan siap dimakan. Sementara itu 70 piring beragam corak yang berbeda antara satu dengan yang lainnya telah disiapkan. Mereka juga minum dari sungai al-kautsar yang airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Ia adalah minuman campuran jahe.

Tapi, meskipun makan dan minum penduduk surga itu tidak buang kotoran atau kencing. Makanan dan minumannya dikeluarkan melalui keringat dan sendawanya yang harum.

Pakaian ahli surga adalah sundus dan istabraq (sutra bulu halus dan tebal), keluar dari kelopak bunga pohon Thuba dan warnanya bermacam-macam, putih, merah, hijau, kuning, dan hitam. Mereka memakai gelang emas dan perak, mahkota intan berlian yang mutiaranya adalah yakut. Jika manusia di dunia ini melihat pakaian-pakaian tersebut, tentu mereka pingsan karena tidak tahan melihatnya.

Kasur mereka tebal dan empuk. Tempat mereka tinggal berhamparkan permadani yang sangat indah. Ada kemah yang tingginya hingga 60 mil dan setiap sudutnya terdapat istri-istrinya, ada ranjang berderetan yang berhias, bisa merendah ataupun menaik. Tapi ranjang ini bukanlah untuk tidur, karena di surga itu tidak ada tidur sebagaimana dikatakan Nabi: Tidur itu adalah saudara kematian. Ahli surga tidaklah tidur. Bagi mereka disediakan sofa al-arikah, yakni sofa pengantin yang dipaduakan dengan ranjang yang berhias. Di dalamnya mereka dilayani oleh pelayan-pelayan yang senantiasa muda.

Isteri-isteri penghuni surga itu muthahharah, yakni bersih dari haid, ingus, ludah, najis, dan tinja. Mereka disebut al-hur karena senantiasa muda, cantik, kulitnya mulus, bagian hitam matanya sangat hitam dan bagian putihnya sangat putih. Mereka tidak pernah digauli oleh siapapun sebelumnya, dipingit dan selalu perawan. Mereka disebut uruban karena selain cantik juga amat pandai berkomunikasi dan pandai memberikan kepuasan seksual kepada suaminya. Mereka disebut kawaaiba karenamaafamat montok payudaranya. Demikian disebutkan Nabi. Dan disebut huurun iin karena putih kulitnya bagai mutiara. Badan mereka transparan bagaikan yakut. Kamar mereka dari mutiara yakut dan ranjangnya dihias dengan mutiara lulu. Mereka tidak pernah bosan melakukan jima. Lelaki surga tak pernah loyo dan wanita surga tak pernah sakit. Kekuatan mereka dalam berjima adalah 100 kali lipat. Disebutkan oleh Nabi bahwa laki-laki penghuni surga itu dapat berjima dengan 100 perawan dalam
satu petang. Mereka tidak pernah lemas, syahwatnya tidak padam dan farji wanita surga tidak pernah tertutup. Di surga bisa juga terjadi kehamilan jika mereka menghendakinya. Tapi kehamilan, menyusui dan tumbuh berkembangnya itu terjadi dalam sesaat.

Ahli surga diberi 2 orang istri dari wanita dunia dan 70 orang istri dari wanita surga. Tapi wanita dunia itu lebih baik dari wanita surga disebabkan ibadahnya ketika di dunia. Di akhirat nanti wanita yang ketika di dunia pernah memiliki lebih dari 1 suami, boleh memilih mana yang menurutnya terbaik.

Di surga itu ada nyanyian (QS. Rum: 15). Menurut Yahya bin Abu Katsir al-habrah dalam ayat tersebut berarti paduan suara yang merdu. Bukan hanya itu, pohon-pohonan dan gesekan ranting-rantingnya pun menimbulkan suara-suara yang indah. Juga nyanyian bidadari untuk suaminya. Ada pula suara tasbih para malaikat yang demikian merdu.

Penghuni surga juga memiliki kendaraan berupa kuda dari mutiara yakut atau apa saja yang diinginkannya. Mereka saling berkunjung (Ash-Shafat: 50-57), penduduk surga kelas atas berkunjung ke surga kelas bawah. Tapi penduduk surga kelas bawah tidak dapat berkunjung ke surga kelas atas, kecuali mereka yang saling mencintai karena Allah. Jika mereka saling rindu, mendekatlah ranjang-ranjang mereka dan bertemu bernostalgia. Bahasa mereka adalah bahasa Arab. Setiap hari Jumat diselenggarakan pasar gratis, mereka pulang ke rumahnya masing-masing membawa apa saja yang diinginkannya.

Di surga ada juga kenaikan tingkat, yakni bagi mereka yang didoakan oleh anak-anaknya ketika di dunia. Mereka dipertemukan dan dikumpulkan oleh Allah (QS. At-Thur: 21) walaupun tidak sama derajatnya.

Begitulah gambaran sekilas tentang surga berdasarkan kabar yang disampaikan Nabi Muhammad saw.

Untuk siapakah kabar gembira ini?

1.
Orang yang beriman dan beramal shalih (QS. 2: 25)
2.
Wali-wali Allah, orang-orang yang beriman dan bertakwa (QS.Yunus: 62-64)
3.
Orang yang istiqamah dalam menghamba (QS. Fushilat: 30)
4.
Pengikut kebaikan (QS. Az-Zumar: 17-18)
5.
Orang yang beriman, berhijrah dan berjihad (QS. At-Taubah: 20-21)
6.
Orang yang mengindahkan peringatan Allah (QS. Yasin: 11)
7.
Mumin (QS. Al-Ahzab: 45-47)
8.
Syuhada (Ali Imran: 169)
9.
Orang yang berjual beli dengan Allah (QS. At-Taubah: 111)
10.
Orang yang sabar (QS. Al-Baqarah: 155-157)
11.
Orang yang khusyu dalam shalat, menjauhi hal yang sia-sia, muzaki, menjaga farji, amanah (QS. Al-Muminun: 1-11)
12.
Muslim-muslimah yang taat, jujur, sabar, khusyu, bershadaqah, berpuasa, menjaga farj, rajin berdzikir (QS. Al-Ahzab: 35)
13.
Orang yang bertaubat, memuji Allah, melawat, sujud, amar maruf nahi munkar, memelihara hokum-hukum Allah (QS. At-Taubah: 112)
14.
Orang yang berinfaq saat lapang/sempit, menahan amarah, pemaaf, istighfar (QS. Ali Imran: 133-136).
15.
Beriman dan berjihad (QS. Ash-Shaf: 10-13)
16.
Orang yang takut kepada Allah (QS. Ar-Rahman: 46)
17.
Orang yang menahan hawa nafsu (QS. An-Naziat: 40-41)

Kesimpulannya, kabar gembira ini adalah bagi mereka yang beriman, bertakwa, dan beramal ikhlas sesuai petunjuk Rasulullah saw.

Allaahumma innaa nasaluka ridhooka wal jannah, wa nauudzubika min sakhootika wa-nnaar

Yaa Allah kami memohon keridhoan-Mu dan surga, dan kami berlindung dari murka-Mu dan nerakaAmin.

Baca Selengkapnya......

Selasa, 11 Januari 2011

Pertolongan Dari ALLAH SWT


Untuk mencapai pertolonganNya, الله di dalam Al-Qur'an telah meletakkan beberapa resep antara lain :

Pertama, pertolongan الله akan turun, bila iman kita kuat, tahan uji, tidak tergoyahkan oleh godaan apapun. Bila diperdengarkan nama الله, hati kita bergetar, dan bila dibacakan ayat-ayatNya iman kita bertambah. Akhlak kita benar-benar mencermikan keimanan tersebut, tidak mudah mengabaikan ajaran الله. Barang-barang haram kita hindari. Apapun kesulitan hidup yang harus kita hadapi, kita tetap sabar, dengan ketaatan kepada الله. Simaklah janji الله bagi mereka yang imannya kuat " dan adalah kewajiban Kami untuk menolong orang-orang yang beriman " ( QS:30:47 ).

Di sini jelas sekali bahwa orang-orang mukmin yang dimaksudkan adalah mereka yang sungguh-sungguh jujur mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya.

"Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu".(Muhammad : 7)

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz menjelaskan dalam sebuah ceramahnya yang kemudian dibukukan, setelah membawakan ayat 7 Surat Muhammad. Beliau berkata,

"Maka inilah bentuk pertolongan kepada Allah dengan melakukan perintah–perintah Nya dan meninggalkan larangan–larangan Nya dengan keimanan dan keikhlasan kepada Allah serta mentauhidkan-Nya, juga keimanan kepada Rasul-Nya.... Maka menolong agama Allah adalah dengan mentaati Allah, mengagungkan-Nya dan ikhlas kepada-Nya, serta mengharapkan apa-apa yang ada di sisi-Nya, mengamalkan syariat-Nya karena menginginkan pahala darinya dan untuk menegakkan agama-Nya." (Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Asbaabu Nashrillaahi lil Mu'miniin 'alaa A'daa ihim, Daar al Imam Ahmad, Cet. I, 2003 M, terj. Tim Pustaka Ibnu Katsir, Wahai Kaum Muslimin Raihlah Pertolongan Allah, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cet. I, Juli 2005 M, hal. 21).

Kedua, الله berjanji untuk menolong hamba-hambaNya yang bertakwa, menegakkan shalat dan membayar zakat, berjuang menegakkan ajaranNya di bumi. الله berfirman : " ketahuilah bahwa bersama orang-orang yang bertkwa "(QS:9:123).


FirmanNya lagi : " Sesungguhnya الله pasti menolong orang yang enolong agamaNya. Sesungguhnya الله benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa ". (QS:22: 40 ).

"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya."(Ath Thalaq:4)

Berkata lagi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz,
"Jadi, siapa yang menginginkan datangnya pertolongan Allah dan keselamatan bagi agamanya serta menginginkan kesudahan yang baik, maka hendaklah bertakwa kepada Allah, dan bersabar dalam ketaatan kepada-Nya. Juga hendaknya menjauhi larangan–larangan Allah dimana pun dia berada. Inilah sebab–sebab pertolongan Allah padanya…" (Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Asbaabu Nashrillaahi lil Mu'miniin 'alaa A'daa ihim, Daar al Imam Ahmad, Cet. I, 2003 M, terj. Tim Pustaka Ibnu Katsir, Wahai Kaum Muslimin Raihlah Pertolongan Allah, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cet. I, Juli 2005 M, hal. 38).

Berkata Ar–Ruzbary: "Taqwa adalah menjauhkan diri dari apa–apa yang bisa membuat engkau jauh dari Allah." (Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di, Man Al Faiz?, Darul Wathan, Riyadh, Cet. I, 2000 M, Terj. Abdul Khalik, Siapakah Orang yang Beruntung?, Pustaka Laka, Bogor, Cet. I, 2005 M, hal. 57)

Ketiga, الله akan menolong mereka yang sabar menjalani jihad, tidak kenal lelah, dan tidak pernah putus asa. Dalam ( QS:3: 200)

الله berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah, kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kapada الله, supaya kamu beruntung".

Keempat, persaudaraan yang kuat, persatuan hati di antara kita, kokohnya kebersamaan, tidak adanya permusuhan dan saling menjatuhkan, merupakan juga salah satu sebab turunnya pertolongan الله. الله berfirman " Dan taatlah kepada الله dan RasulNya, dan janganlah kamu bertengkar di antara kalian, karena itu akan menyebabkan kegagalan dan hilangnya kekuatan kalian, maka bersabarlah, sungguh الله beserta orang-orang yang sabar " (QS:8:46).

Kelima, Kebersihan hati dari niatan riya', ikhlas semata kepada الله dalam segala perbuatan adalah kunci datangnya pertolongan الله. Bila berbuat baik kepada orang lain, selalu hanya menhrapakan pahala الله dan ridhaNya, tidak perduli apakah orang itu mau mengucapkan terima kasih atau tidak. Bila membantu si lemah, tidak ada dihatinya keinginan agar dibilang dermawan. Bila tampil di majlis ilmu tidak ada keinginan agar dibilang paling saleh dan paling alim. الله tidak akan menolong mereka yang hatinya dipenuhi niatan riya', sebab yang demikian berarti penuhanan terhadap manusia, karena lebih mengutamakan pujian manusia dari pada pujian الله.

الله berfirman : " Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria' " (QS:8: 47). Ingatlah, bahwa kemenangan itu hanya di tangan الله " wamannashru illaa min 'indillah " ( QS:3:126 ).

Wallahu a'lam bishshwab

Baca Selengkapnya......

Selasa, 04 Januari 2011

Arti Bacaan Sholat


Betapa pentingnya sholat bagi umat muslim. Sholat merupakan ibadah pertama yang akan ditanyakan oleh malaikat ketika kita di hisab(masa dimana amal kita dihitung).

Didalam surat al maun telah dikatakan bahwa orang yg mendustakan agama adalah orang yang yang melalaikan sholatnya.

Begitu pentingnya ibadah sholat ini hingga orang berlomba-lomba untuk menyempurnakannya. Dizaman ini banyak orang rajin sholat hingga jidatnya menghitam, namun sayang akhlaknya masih buruk. Ini merupakan hal yang wajar,karena mereka belum memahami makna dan fungsi sholat.

Fungsi sholat adalah untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Maknanya adalah kita menyembah Allah SWT, dalam surat adz dzariyat telah disebutkan bahwa tidak saya ciptakan jin dab manusia melainkan untuk menyembahku. Itulah tujuan hidup kita. Coba anda perhatikan seluruh arti bacaan dalam sholat. Pada intinya adalah kita memuji Allah (menyembah Allah SWT). Dalam bacaan itu,hanya dalam surat al fatehah dan duduk diantara dua sujud saja kita meminta atau berdoa kepada Allah SWT. Di tahiyat awal dan akhir kita memohon doa dan memuji rasulullah nabi Muhamad SAW.

Jadi inti dalam sholat adalah kita mem pasrah kan diri kita dan memohon ridho dari Allah SWT.

Dengan memahami arti bacaan sholat iki semoga kita menjadi umat nabi Muhammad SAW yang dicintai Allah SWT. Amin.


Bacaan Do'a Iftitah


ALLAHU AKBAR KABIERAW WALHAMDULILLAHI KATSIERA. WASUBHANALLAHI BUKRATAW WA-ASHILA.

"WAJJAHTU WAJHIA LILLADZIE FATHARAS SAMAWATI WAL ARDLA HANIEFAN MUSLIMAWWAMA ANAMINAL MUSYRIEKIEN. INNA SHALATI WANUSUKI WAMAHYAYA WAMAMATI LILLAHI RABBIL'ALAMIEN. LASYARAKIEKA LAHU WABIDZALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIEN. "



Artinya :

Maha besar Allah, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Maha Suci Allah pagi dan sore.

" Saya menghadapkan muka saya kepada Tuhan pencipta langit dan bumi dengan rendah hati dan sejujur-jujurnya sebagai seorang muslim, bukan sebagai seorang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Tiada sekutu bagiNya. Begitulah saya diperintah, dan saya sebahagian dari orang islam.


- Surat Al Fatihah


BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIM.

ALHAMDU LILLAHI-ROBBIL 'ALAMIN. ARRAHMA NIRRAHIM. MALIKI YAUMIDDIN. IYYAKA NA'BUDU WAIYYA-KANASTA'IN IHDINASH-SHIRA-THAL MUSTAQIM, SHIRATHALLADZINA AN'AMTA'ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHU
BI 'ALAIHIM. WALADL DLAALLIIN, AMIN


Artinya :

" Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Yang pengasih dan penyayang. Yang menguasai hari kemudian. Pada-Mulah aku menyembah, dan kepada-Mulah aku meminta pertolongan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat. Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat.


- Ruku


SUBHAANA RABBIYAL ADZIIMI WABIHAMDIHII ( 3 kali )


Artinya :

"Mahasuci Allah Maha Agung serta memujilah aku kepadaNya. "


- I'TIDAL


SAMI'ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.

artinya :

Allah mendengar orang yang memujiNya.


Pada waktu berdiri tegak ( I'tidal ) terus membaca :


" RABBANAA LAKAL HAMDU MIL USSAMAWAATI WAMI UL ARDLI WAMIL UMAA SYI'TA MIN SYAI'IN BA'DU "


Artinya :

Ya Allah Tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu


- SUJUD


" SUBHAANA RABBIYAL A'LAA WABIHAMDIHII ( 3 kali )


Artinya :

" Maha Suci Allah, serta memujilah aku kepada-Nya. "


- DUDUK ANTARA DUA SUJUD


" RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA'NII WARZUQNII WAHDINII WA'AAFINI WA'FUANNII. "


Artinya :

" Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizqi kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku. "


- TASYAHUD / TAHYAT (AKHIR)

" ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAATU THTHAYYIBAATU LILLAAH ASSALAAMU'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH. ASSALAAMU' ALAINAA WA'ALAA 'IBAADILLAAHISH SHAALIHIIN. ASJYHADU AL-LAA ILAAHAILLALLAAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH. ALLA HUMMA SHALLI'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD, WA 'ALA AALI SAYYI DINAA MUHAMMAD. " KAMAA SHALLAITA 'ALAA SAYYIDIINA IBRAHIM. WA'ALAA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD, WA'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD. KAMAA BARAKTA'ALAA SAYYIDINAA IBRAHIM, WA'ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAHIM, FIL 'AALAMIINA INNAKA HAMIDUM MAJIID."


Artinya :


Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. " Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ib

rahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. " Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia."


- SALAM


" ASSALAAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAAHI.


Artinya :

" Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian. "

Baca Selengkapnya......

Senin, 08 November 2010

Ibadah-Ibadah di Bulan Dzulhijjah

Dari Si_Noop™ ( Berbagi Pengetahuan)
Bulan Dzulhijjah. Jika bulan ini disebut, maka dalam pikiran kita spontan teringat pada dua hal: pertama, tiap minggu kondangan karena banyak yang menikah, dan kedua, ‘nyate bareng’ sama tetangga sehabis motong kambing kurban. Padahal, bulan Dzulhijjah lebih dari itu. Secara khusus Rasulullah saw. menyebut keutamaan bulan ini, terutama untuk 10 hari pertama di awal bulan.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

”Dari Ibnu ‘Abbas r.a. bahwa Nabi saw. Bersabda, “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR. Abu Dawud (2082), Ibn. Majah (1717) dan Ahmad (1867))

عَنْ مُجَاهِدٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

”Dari Umar r.a., bahwa Nabi saw. Bersabda, “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad, (5189))

Karena itu, jika kita ingin menjadi orang yang dicintai Allah swt., jangan sia-siakan kesempatan ini untuk taqarrub kepada Allah swt. dengan banyak-banyak melakukan ibadah. Setidaknya ada delapan ibadah yang bisa kita lakukan, yaitu:

Melaksanakan ibadah haji dan umrah. Ini adalah amal yang paling utama di bulan Dzulhijjah. Tidak ada haji selain di bulan Dzulhijjah. Ganjaran bagi orang yang melaksanakan ibadah ini sangat besar di sisi Allah swt. Kata Nabi saw.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

“Dari Abu Hurayrah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda: Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah surga.” (HR. Bukhari (1650), Muslim (2403), at-Tirmidzi (855), Nasa’iy (2582), Ibn. Majah (2879), dan Ahmad (15146))

Berpuasa selama 10 hari di hari-hari pertama bulan Dzulhijjah, atau pada sebagiannya, atau paling tidak sehari di hari Arafah. Puasa juga amalan utama. Allah swt. memilih puasa sebagai amalan hambaNya untuk diriNya sehingga Dia sendiri yang menentukan pahalanya. Hal ini termaktub dalam sebuah hadist Qudsi.

اَلصَّوْمُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ إِنَّهُ تَرَكَ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ مِنْ أَجْلِيْ

“Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan, dan minumannya semata-mata karena Aku.” (HR. Muslim (1945))

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri r.a., Rasulullah saw. Bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ بَاعَدَ اللهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. (Hadits muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Qatadah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ “Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”. (HR. Muslim)

Bertakbir dan berdzikir. Perbanyaklah takbir dan dzikir di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah sebagaimana yang diperintahkan Allah swt., “…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan….” [QS. Al-Hajj (20): 28]. Begitulah para ahli tafsir menafsirkannya frase “pada hari-hari yang ditentukan” dengan “sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah”. Karena itu, para ulama menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut. Apalagi ada hadits dari Ibnu Umar r.a. yang menguatkan. Bunyinya, “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid”. (HR. Ahmad)

Imam Bukhari menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya.

Ishaq meriwayatkan dari para ahli fiqih pada masa tabi'in, bahwa mereka mengucapkan pada sepuluh hari Dzul Hijjah:

اَللَّهُ أَكْبَرُ الَّلهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَالَّلهُ أَكْبَرُ اَلَّلهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada ilah yang berhak untuk di sembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar, AllAh Maha besar dan bagi Allah segala pujian"

Dianjurkan mengeraskan suara saat bertakbir baik ketika di masjid, rumah, pasar, atau di jalan. Allah berfirman, “Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. [QS. Al-Baqarah (2): 185]

Perbanyak taubat dan meninggalkan segala bentuk maksiat dan dosa. Maksiat adalah penyebab jauhnya hamba dari Allah swt. Sedangkan ketaatan adalah pintu mendapat cinta dan kasih sayang Allah swt. Dan Allah swt. lebih cinta kepada seorang hamba melebihi cinta sang hamba kepada Allah swt. Bahkan, Allah swt. cemburu jika hambanya berbuat maksiat. Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi swt. bersabda, “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya.” (Hadits muttafaq ‘alaihi)

Perbanyaklah amal shalih. Bukan hanya amal-amal yang fardhu saja. Sebab, Allah swt. suka dan mencintai seorang hamba yang mendekatkan diri kepadanya dengan melakukan nawafil, amalan sunah. Kita bisa memperbanyak shalat sunnah, bersedekah, berjihad, membaca Al-Qur’an, dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Kita sangat berharap semua amalan itu bisa mendatangkan banyak pahala. Tapi, kita lebih berharap lagi mendapat cintai dan ridha Allah swt.

Disyariatkan pula kita melakukan takbir muthlaq –yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied– dan takbir muqayyad –yaitu takbir yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah. Bagi kita yanga sedang tidak berhaji, takbir dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

Berkurban. Bisa kita lakukan pada Hari Raya Qurban dan Hari-hari Tasyriq. Ibadah ini adalah sunnah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Muhammad saw. mengukuhkannya menjadi syariat bagi kita. Sabda Nabi, “Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. (Hadits muttafaq ‘alaihi).

Dilarang mencabut atau memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban. Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: “Jika kamu melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya.” Dalam riwayat lain, “Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban.”

Hal ini untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah, “Dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan.” [QS. Al-Baqarah (2): 196]. Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban.

Melaksanakan shalat Iedul Adha dan mendengarkan khutbahnya. Bahkan, anak-anak dan wanita-wanita yang sedang haidh pun diperintahkan Nabi saw. untuk hadir bersama jama’ah shalat ied di tanah lapang untuk mendengarkan khutbah.

Demikiannlah panduan singkat ibadah di bulan Dzulhijjah. Akhirnya hendaknya setiap muslim dan muslimah memanfaatkan semaksimal mungkin hari-hari ini untuk ketaatan kepada Allah, dzikir dan syukur kepada-Nya serta memenuhi semua kewajiban dan menjauhi setiap larangan begitu pula meraih karunia-karunia Allah untuk mendapatkan ridha-Nya.

Dan hanya Allah pemberi taufiq dan hidayah kejalan yang lurus, mudah-mudahan Allah senantiasa mencurahkan rahmat dan kesejahteraan-Nya kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Baca Selengkapnya......

Kamis, 28 Oktober 2010

Komitmen Muslim Sejati - Fathi Yakan


Pada awalnya saya ragu, apakah e-book ini benar sesuai dengan judulnya Komitmen Muslim Sejati, karena pada halaman muka tertulis "Apa Ertinya Saya Menganut Islam". Judul asli buku ini adalah "Madza ya’ni Intima’i lil Islam" .

Penulis memiliki gaya bahasa yang sangat sistematis. Di Awal penulis menanyakan dengan gamblang,

(Bagian Pertama)- Apa Ertinya Saya Menganut Islam ?
1. Saya Mestilah Muslim Di Sudut Akidah.
2. Saya Mestilah Muslim Di Sudut Ibadat.
3. Saya Mestilah Muslim Di Sudut Akhlak.
4. Saya Mestilah Muslim Di Sudut Berkeluarga.
5. Saya Mestilah Mampu Mengawal Diri.
6. Saya Mestilah Yakin Bahawa Masa Depan Di Tangan Islam.

(Bagian Kedua) - Apakah Ertinya Saya Menggabungkan Diri Dengan
Harakah Islamiah ?
1. Saya Mesti Hidup Untuk Islam.
2. Saya Mesti Beriman Bahawa Beramal Untuk Islam Adalah Wajib.
3. Tanggungjawab, Ciri-ciri dan Persediaan Harakah Islamiah.
4. Saya Mestilah Memahami Cara-cara Beramal Untuk Islam.
5. Saya Mesti Memahami Sejauh Manakah Makna Penggabungan
Dengan Harakah Islamiah.
6. Saya Mesti Memahami Makna Pemutusan Amal Islami.
7. Saya Mestilah Memahami Syarat-syarat Baiah dan Keanggotaannya.

Monggo di baca sendiri & didownload DISINI


Yang paling berkesan adalah kita harus tahu tujuan hidup yaitu :

وَمَا خََلقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu." (Surah Az-
Zaariyaat, Ayat: 56).

Wallahualam.....

Monggo di baca sendiri & didownload DISINI

Baca Selengkapnya......

Tentang Musibah


Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut ayat 2-3)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imron:139)

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya. (Malik bin Dinar/Hilyatul Auliyaa’)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. ( QS. Al Baqarah : 155 )



Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman. ( QS: Al-Imran : 139)

Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh,(di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan). (QS. Ali-Imran :200)

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Anfaal : 66)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. Al Baqarah : 214)

Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.(QS. Luqman : 31)

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya yang demikian itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.( QS. Al-Baqarah:45)

Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. An Nahl : 110 )

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ( QS. At Taghabun: 11 )

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka… (QS. At-Taubah ayat 111)

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. ( QS. An Nahl : 96 )

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS. Ali Imran : 142)

Ketahuilah, banyak orang yang berpakaian putih bersih namun ternoda agamanya. Berapa banyak orang yang memuliakan dirinya namun ternyata malah dihinakan oleh diri sendiri. Ingatlah, segera (kau hapus) keburukan yang telah lalu dengan kebaikan yang masih baru. (Abu Ubaidah ibnul Jarrah/Az Zuhd, Imam Ahmad)

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya. (Salman al Farisi/Az Zuhd, Imam Ahmad)

“Ada tiga perkara pada diriku, aku tidak menyebutkannya kecuali supaya dapat diambil pelajaran, Pertama “Aku tidak mendatangi penguasa (sulthan) kecuali jika di undang, kedua, Aku tidak masuk pada dua orang kecuali setelah keduanya mempersilahkanku masuk diantara mereka, ketiga, tidaklah aku menyebutkan seseorang setelah dia pergi dari sisiku kecuali kebaikan-kebaikan.” (Al Ahnaf bin Qais)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqoroh:216)

Baca Selengkapnya......

Percakapan Rasulullah SAW Dengan Iblis



Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah SAW untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras."

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah SAW. Maka sambut Iblis (alaihi laknat),



"Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?" Maka jawab Nabi dengan marah, "Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam A.S sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?"

Taklimat Iblis, "Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya."

Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, "Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu."

Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.


Pertanyaan Nabi (1):
"Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?"


Jawab Iblis:
"Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini."

Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, "Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah.

Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku."


Pertanyaan Nabi (2):
"Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?"


Jawab Iblis:
"Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.

Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat."


Pertanyaan Nabi (3):
"Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?"


Jawab Iblis:
"Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.

Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.

Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain aripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid'ah dan carut-marut.

Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut."


Pertanyaan Nabi (4):
"Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?"


Jawab Iblis:
"Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku"


Pertanyaan Nabi (5):
"Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?"


Jawab Iblis:
"Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya.

Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya - matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman."


Pertanyaan Nabi (6):
"Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?"


Jawab Iblis:
"Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya."


Pertanyaan Nabi (7):
"Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?"


Jawab Iblis:
"Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya."


Pertanyaan Nabi (8):
"Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?"


Jawab Iblis:
"Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa."


Pertanyaan Nabi (9):
"Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?"


Jawab Iblis:
"Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar - besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: "Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk."

Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.

Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, "Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku", karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'.

Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, "Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid."

Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan engkau sendiri berkata, "Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya." Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya."

Pertanyaan Nabi (10):
"Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?"

Jawab Iblis:
"Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat." Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat.

Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur."

Pertanyaan Nabi (11):
"Siapa yang serupa dengan engkau?"


Jawab Iblis:
"Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam."


Pertanyaan Nabi (12):
"Siapa yang mencahayakan muka engkau?"


Jawab Iblis:
"Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji."


Pertanyaan Nabi (13):
"Apakah rahasia engkau kepada umatku?"


Jawab Iblis:
"Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari."


Pertanyaan Nabi (14):
"Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?"


Jawab Iblis:
"Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang."


Pertanyaan Nabi (15):
"Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?"


Jawab Iblis:
"Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu', maka padamlah marahnya."


Pertanyaan Nabi (16):
"Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?"


Jawab Iblis:
Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri,bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu."


Pertanyaan Nabi (17):
"Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?"


Jawab Iblis:
"Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya', aku beratkan hatinya untuk sholat."


Pertanyaan Nabi (18):
"Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?"


Jawab Iblis:
"Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam."


Pertanyaan Nabi (19):
"Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?"


Jawab Iblis:
"Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya"


Pertanyaan Nabi (20):
"Apa lagi yang memecahkan mata engkau?"


Jawab Iblis:
"Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, 'Syurga itu di bawah tapak kaki ibu'"


Semoga Bermanfaat..........


Artikel Swaramuslim.net
Shared By Catatan Catatan Islami Pages

Baca Selengkapnya......

Kamis, 27 Mei 2010

Ziarah kubur dan hubungan dengan mayit


Di dalam aqidah Ahlusunnah wal Jama'ah diyakini sejak zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sampai zaman kini, bahwa orang yang sudah mati itu masih mempunyai hubungan dengan orang yang hidup. Pada sisi orang yang masih hidup jelas mereka memiliki kasih sayang kepada orang yang sudah mati, terutama ahli keluarga dan sanak famili mereka. Disisi lain, orang-orang yang sudah mati masih mengharapkan adanya doa untuk mereka setelah mereka dikuburkan, dan masih mengharapkan pertolongan dengan orang-orang yang mereka cintai yang masih tinggal dan hidup di atas dunia ini.

Ada banyak sekali hadis-hadis yang menceritakan akan pentingnya ziarah kubur dan mendoakan orang-orang yang sudah mati itu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sendiri pada awal-awal Islam memang pernah 'dilarang' Allah untuk menziarahi kubur, akan tetapi kemudian larangan itu di-mansukh-kan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Dengan demikian, pelarangan terhadap kaum muslimin untuk melakukan ziarah kubur telah pun dihapuskan. Justru kemudian hukum Islam yang berlaku adalah bahwa ziarah kubur itu sunnat karena diperintahkan oleh Nabi dengan seizin Allah.

Hal ini tergambar pada hadis Nabi yang berbunyi: "Dulu aku melarang kamu berziarah kubur, namun sekarang berziarah kuburlah kamu sekalian." (H.R. Muslim).





Dengan demikian, maka hadis Nabi yang mengatakan "Sesungguhnya Allah melaknat wanita-wanita yang ziarah kubur" menjadi terhapus (mansukh) hukumnya, alias tidak dilarang lagi. Hal ini terbukti dengan adanya kisah dari Rasulullah di mana Baginda Rasul pernah melihat seorang wanita yang menangis di sisi kuburan keluarganya. Dan, saat itu Nabi hanya memerintahkan wanita itu untuk bertakwa dan bersabar saja. (H.R. Bukhari Muslim).

Jika seandainya wanita diharamkan berziarah kubur, maka sudah pasti Nabi akan menyuruh perempuan itu pulang dan meninggalkan kuburan keluarganya tersebut, dan bukannya menyuruh wanita itu untuk bersabar, tanpa memerintahkannya pergi dari kuburan tersebut. (lihat Majmu' Syarah Muhadzdzab, Imam Nawawi, jilid 6 halaman 439, cetakan Abbas bin Ahmad Baz, Mekkah, 2002).

Dalam hadis yang lain, Sayyidatuna Aisyah pernah bertanya tentang doa yang akan beliau baca saat ziarah kubur dan Nabi mengajari Sayyidah Aisyah doa itu untuk diamalkan saat melakukan ziarah kubur (H.R. Muslim).

Ini juga merupakan bukti lain bahwa Nabi tidak melarang Sayyidah Aisyah berziarah kubur. Padahal dimaklumi bahwa Sayyidah Aisyah itu seorang wanita pula. Di sisi lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sendiri sering sekali melakukan ziarah kubur.

Diriwayatkan juga dalam kitab Majmu' Syarah Muhadzdzab, bahwa Siti Aisyah sering melihat baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada malam hari dari kejauhan sedang berziarah kubur di Baqi', sebuah bukit di dekat Masjid Nabawi dan rumah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (H.R. Muslim dan Nasa'i).

Dalam hal ini Nabi mengajarkan doa-doa yang sunnat dilakukan oleh orang yang berziarah. Selain doa juga disunatkan mengucapkan salam kepada ahli kubur itu. Telah sepakat Imam Syafi'i dan seluruh sahabat beliau bahwa sunnat hukumnya membacakan ayat al-qur'an yang mudah bagi peziarah, berdoa di sisi kuburnya serta berdoa atas mayit.

Perlu dicatat, jika seandainya orang yang sudah mati itu tidak mampu mendengar dan melihat kedatangan orang yang menziarahi kuburnya, untuk apa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kita mengucapkan salam kepada mereka yang sudah mati itu?

Dan untuk apa pula Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan salam kepada mereka yang sudah mati andaikata orang-orang yang sudah mati itu tidak dapat mendengar dan melihat orang-orang yang menziarahinya?


Dalam sebuah hadis diceritakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajari orang-orang manakala pergi ke kuburan hendaklah mengucapkan ucapan sebagai berikut: "Keselamatan atas kamu, wahai para penghuni kubur dari kalangan mukminin dan muslimin. Sesungguhnya Insya Allah kami juga akan menyusul kamu. Dan kami memohon 'afiat kepada Allah untuk kami dan kamu sekalian." (H.R. Muslim, shahih).

Dalam hadis lain diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa beliau pernah bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang apa yang diucapkan Nabi pada saat memohon ampunan untuk penghuni kubur. Nabi menjawab ucapkanlah: "Keselamatan atas kamu para penghuni kubur dari kalangan mukminin dan muslimin. Mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kami dan orang-orang yang terkemudian. Sesungguhnya kami juga insya Allah akan menyusul kamu." (H.R. Muslim, kitab Al-Janaiz, jilid 2 halaman 669).

Orang Mati Mengenal dan Bisa Berkata Kepada Orang yang Hidup

Syeikh Ibnu Qayyim al Jauzi dalam kitab ar-Ruh menceritakan betapa orang yang sudah mati masih dapat mengenali orang-orang yang hidup yang datang menziarahi kubur-kubur mereka.

Al-Hafidh Abi Muhammad mengungkapkan bahwa Abu Umar bin Abi Darr telah menerangkan sebuah hadis yang bersumber dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu.

Dalam hadis ini diungkapkan bahwa Nabi telah bersabda: "Tiadalah seseorang melewati kuburan sesama mukmin yang mana orang itu dikenalnya, seraya mengucapkan salam kepada orang mukmin yang mati yang dikenalnya itu, melainkan orang yang mati itu pasti mengenal orang yang memberikan salam kepadanya dan membalas ucapan salamnya itu."

Hadis yang senada dengan ini ada diriwayatkan secara marfu' dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Dengan tambahan "Jika orang itu tidak mengenal si penghuni kubur, namun dia tetap mengucapkan salam kepada ahli kubur itu, maka si penghuni kubur itu hanya akan membalas salamnya saja." (lihat kitab ar-Ruh, Ibnu Qayyim Al-Jauzi, halaman 6 dan 7, cetakan Darul Fikri, Beirut, 1989).

Dalam hadis lain Rasulullah bersabda: "Tiadalah seseorang yang menziarahi kubur saudaranya seraya duduk di dekat kuburnya itu, melainkan penghuni kubur akan merasa senang kepadanya sehingga orang itu beranjak pergi dari kuburnya." (H. R. Imam Abu Dawud, lihat kitab Al-Manasik jilid 2 halaman 224).

Riwayat ini menunjukkan bahwa ziarah kubur itu menyenangkan hati para ahli kubur!

Di dalam hadis yang lain juga ada diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Tidaklah seseorang yang menyampaikan salam kepadaku (setelah aku wafat) melainkan Allah akan mengembalikan roh-ku sehingga aku pun bisa membalas salam orang tersebut." (H.R. Imam Abu Dawud, Lihat kitab Al-Manasik, jilid 2 halaman 224).

Dari keterangan di atas jelaslah bagi kita bahwa ziarah kubur itu bermanfaat untuk diri kita sebagai pengingat akan kematian dan melembutkan jiwa nurani kita sehingga kita lebih mudah mendekatkan diri kepada Allah, takut kepada Allah, dan terhenti dari berbuat maksiat kepada Allah.

Sementara hadis terakhir membuktikan kepada kita bahwa Nabi di dalam kuburnya pasti masih hidup karena seluruh dunia ada 1,5 milyar kaum muslimin yang setiap detik, setiap saat senantiasa dan tidak pernah berhenti mengucapkan salam kepada baginda Rasulullah saw.


Sungguh malang orang yang beranggapan bahwa orang yang sudah mati terputus hubungannya dengan orang yang masih hidup.

Dengan faham yang keliru ini, betapa banyak kita lihat sekarang ini kuburan-kuburan kaum muslimin terlantar dengan rumput-rumput lebat dan tebal yang menghiasi kuburan mereka.

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Tidak lain jawabnya karena ahli keluarga, anak dan cucunya, memahami bahwa hubungan telah putus dengan si mati. Jadilah kuburan keluarga mereka terlantar dan tidak terurus, sebab merasa mengurus kubur dan menziarahinya adalah sebuah perkara yang sia-sia, tidak ada manfa'atnya sama sekali!

Banyak orang hari ini mengatakan buat apa ziarah kubur, tokh kita dapat saja mendoakan keluarga kita yang sudah wafat dari mana saja tanpa mesti susah-payah mendatangi kubur mereka!

Dalam hal ini mestilah dilihat bahwa berdoa dan ziarah adalah dua hal yang berbeda, merupakan dua amal yang berbeda pula.

Benar, bahwa berdoa untuk mayit dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja tanpa memandang tempat. Jika doanya dilakukan dengan ikhlas, pasti akan terkabul dan didengar Allah. Namun, ziarah kubur tidak sama dengan doa untuk mayit.

Berdoa adalah satu perintah tersendiri. Sedangkan berziarah kubur adalah satu perintah yang lain lagi (H.R. Imam Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah).

Jika kita berziarah kubur kemudian berdoa di sisi kuburnya, maka kita sudah melakukan dua perintah Nabi sekaligus. Pertama ziarah, dan kedua berdoa!


Kasihan dan sungguh malang nasib mereka para ahli kubur yang meninggalkan anak cucu berpaham keliru tentang hubungan orang yang hidup dan orang yang mati.

Di mana dalam pandangan mereka orang mati sudah putus hubungan sama sekali dengan orang yang hidup. Jadilah kubur mereka terlantar mengenaskan, karena bertahun-tahun tidak diziarahi dan diurus oleh keluarga mereka.

Padahal kubur Bapak Nabi masih ada dan terurus di Jalan Thuwa, Madinah, sementara kubur Ibu Nabi masih ada dan terurus di Abwa', 120 Kilometer dari Madinah (Dan, ini sudah berlangsung 1400 tahun lebih).

Sementara Nabi, menurut hadis shohih pernah menziarahi kubur bapak-ibu beliau dengan izin Allah. Kubur Imam Syafi'i juga masih diurus orang di Kairo, Mesir.

Kubur Ibnu Taimiyah, Syekh besar Salafi juga masih terurus di Heran. Begitu juga kubur para Syekh, Ulama, dan Raja Saudi Arabia semuanya terurus rapi dan masih diziarahi oleh para pengikut, serta anak cucu mereka.

Jika demikian, alangkah malangnya andai di Indonesia ada yang menganggap bahwa ziarah kubur hanyalah perbuatan sia-sia, mubazir, bahkan salah satu sarana kemusyrikan pula, sehingga akibatnya, berpuluh-puluh tahun leluhur mereka menangis dan kesepian di dalam kubur, sebab tidak pernah sekalipun diziarahi anak-cicitnya……!

Wallahu a'lam bisshowab

Baca Selengkapnya......