Tampilkan postingan dengan label Artikel Kebaikan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kebaikan Hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Agustus 2011

Pasar Kaget Sebagai Test Market Merintis Usaha bagi Pemula

Pasar Kaget Sebagai Test Market Merintis Usaha bagi Pemula


Pasar kaget atau pasar tumpah kian banyak ditemui di berbagai tempat. Ibarat pepatah, di mana ada gula di situ ada semut demikian juga dengan para pedagang yang kebanyakan pengusaha kecil ini menyerbu tempat keramaian dan menggelar dagangannya. Maklum, fenomena pasar kaget ini kerap menjadi alternative belanja tak terduga bagi orang yang melintas di tempat tersebut. Yang menarik, jika dulu lokasinya berada di badan jalan nan sempit kini pasar kaget telah merambah kawasan perumahan elit. Bagaimana prospek bisnis membuka usaha di pasar kaget? Apakah benar tempat ini layak disebut incubator merinis usaha bagi pemula dan bagaimana tips agar sukses berjualan di sini?

Pasar yang muncul secara tiba-tiba di tempat keramaian merupakan suatu peluang usaha yang baik bagi pemula. Seperti tempat olahraga di Minggu pagi yang disesaki bukan hanya oleh orang yang berolah raga tapi juga dimanfaatkan pedagang kecil untuk menggelar dagangan. Bukan hanya hari Sabtu, Minggu dan hari libur, kesempatan Jumatan pun kerap dimanfaatkan pedagang berjualan. Belum lagi pada acara-acara tertentu yang menyedot masa menjadi sasaran empuk pedagang menyulap jalanan menjadi pasar. Uniknya, kegiatan jual beli di pasar ini tak berjalan lama, biasanya hanya dalam jangka waktu beberapa jam kemudian pasar ini pun bubar. Tak heran situasi ini dikenal dengan pasar kaget alias pasar tumpah.

Menurut Yuliana Agung, CEO dari Center for Customer Satisfaction & Loyalty (CCSOL) hal ini merupakan insting manusiawi pengusaha yang melihat jeli kesempatan untuk meraih keuntungan di tengah keramaian. Lebih lanjut ditegaskan bahwa pelaku usaha di pasar kaget ini tak lain pemula yang baru menjajal usaha atau pengusaha kecil yang menyasar segmen menengah ke bawah. Hebatnya, mereka telah mengetahui secara jelas kebutuhan target marketnya sehingga mereka menjual barang yang tepat. Misalnya saja di pelataran masjid saat jumatan. Barang yang dijajakan pun disesuaikan dengan calon pembelinya seperti perlengkapan solat, minyak wangi non alcohol, bacaan Islami, makanan hingga perkakas yang semuanya dijual dengan harga murah.

Ajang Tes Market.

Hal lain diungkapkan Yadi Budhi Setiawan, Direktur Pengelola Force One yang menyebutkan bahwa pasar kaget yang banyak ditemukan hampir di tiap daerah ini merupakan inkubator tumbuh kembangnya pengusaha kecil. Bagaimana tidak, tak sedikit pemula yang iseng-iseng menjajal usaha di tempat ini akhirnya serius menekuni usaha tersebut. Selain itu disebutkan juga bahwa pasar ini dapat juga menjadi alternative bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan bekerja. Pendapat Direktur Pengelola Force One ini pun diamini Yuliana Agung, selain sebagai inkubator, pasar kagetpun tepat dijadikan sebagai pengujian diri dan tes market produk yang akan dilempar ke pasar. "Bagi pengusaha yang ingin serius menekuni usaha, dengan melakukan 1-3 kali jualan di pasar ini dapat mengetahui apakah kita menyukai berjualan dan dapat menjadi pengusaha sungguhan serta mengetahui apakah produk tersebut diterima, atau tepat dengan pasar yang disasar" terang Yuliana Agung. Indikatornya dapat dilihat dari banyaknya pengunjung yang datang, terjadi transaksi yang terus meningkat, dan produk yang dijual cukup bervariasi. "Penjualan makanan, pakaian, aksesoris dan perabotan rumah tangga sudah pasti menjadi urutan proiritas konsumen memilih produk yang akan dibeli di pasar ini," papar Yadi Budhi Setiawan.

Jadi bagi pedagang yang senang berjualan di pasar yang banyak pemain dan konsumen serta beragam produk yang ditawarkan, ada baiknya menempati tempat yang tetap sehingga pelanggan tak perlu sulit mencari ketika ingin membeli produknya kembali. Namun bagi pedagang yang berjualan di lapak (tempat jualan) yang berbeda, Yuliana Agung menyarankan agar tetap memiliki ciri khas. "menggunakan alas atau tenda dengan warna cerah, warna warni atau berbeda dari yang lain dapat mengingatkan pembeli pada Anda. Selain itu untuk menarik konsumen menghampiri Anda, berteriak-teriak juga dapat dilakukan," tutur Yuliana Agung. Hal ini pula yang dilakukan Anto penjual kaos kaki di pasar kaget depan Pemda Cibinong Bogor yang berteriak "Ayo, Bu…Ayo Pak…kaos kaki murah…Rp 5000 dapat 3, kapan lagi…ayo, murah, dipilih…dipilih…"

Selain itu, melakukan tawar-menawar barang pun menjadi daya tarik bai konsumen. Atau memberikan diskon, menggantung harga Rp. 9.900 untuk tiga macam perabotan rumah tangga, beli 3 dapat 1 gratis juga dapat dilakukan. Bahkan ditambahkan Yuliana Agung, semakin ramai tempat jualan, semakin penasaran konsumen melihat apa yang dijual. Berdasarkan pengamatannya, dari jumlah massa yang ada sekitar 10% saja tertarik pada apa yang dijajakan sudah bagus, dan dari 10% itu setidaknya ada 10% – 20% orang yang membeli produk. Misal saja dari 1000 orang pengunjung ada 100 orang yang melihat dan ada 10-20 orang yang membeli produk. Asumsi harga produk yang dibeli rata-rata Rp 20.000, omset yang dapat diraih mencapai Rp 200-400 ribu, lumayan bukan?

Persiapan Usaha

Diingatkan Yadi Budhi setiawan, bila berusaha di pasar kaget melayani konsumen dengan baik bahkan hingga memiliki hubungan after sale yang baik dapat menjadikan konsumen sebagai pelanggan yang loyal. Ketika telah memiliki pelanggan yang loyal, tak menutup kemungkinan bagi pedagang dapat memiliki usaha tetap seperti warung, toko yang tetap ramai dikunjungi pelanggan walau sudah tidak berjualan di pasar kaget lagi.

Dan sebelum memulai usaha di pasar kaget, diperlukan persiapan usaha yang cukup. Menyiapkan stok barang yang sesuai dengan target marketnya, men-display produk dengan rapi seperti digantung atau menggunakan etalase, menggelar variasi produk hingga menyiapkan uang receh untuk kembalian sangat diperlukan. Selain itu persiapan modal untuk membeli produk dan mencari tempat yang strategis pun dianggap perlu.

Fenomena pasar kaget memang terjadi hampir di tiap kota, bukan hanya pada pagi hari, banyak pasar kaget yang ramai ketika malam tiba. Seperti pasar kaget di daerah Parung, Kebayoran, Pal Merah, Kebon Jeruk pun ramai dari jam 6-10 malam. Pasar kaget malam hari diakui Yadi Budhi lebih berpotensi dan dapat mendatangkan omset lebih besar daripada pasar kaget di pagi hari. Pasalnya, konsumen yang datang lebih santai sehingga dapat membeli lebih banyak produk. Malah Yuliana Agung menyarankan pedagang untuk menjual produk lifestyle seperti arloji, dompet, alat elektronik, aksesoris, lebih cocok dijual pada malam hari, sedangkan untuk perabotan rumah tangga, makanan, perkakas, dan mainan anak tepat dijual pada pasar kaget pagi hari.

Senada dengan komentar pengamat marketing tersebut, disebutkan Beni dan Ega penjual pakaian di pasar kaget Taman Yasmin Bogor dan pasar kaget belakang Benhil (Bendungan Hilir) Jakarta, mengaku hanya dapat meraih omset Rp 300-500 ribu dari jam 10:00-14:00 tiap Jumat. Diambahkan Beni, beberapa rekannya yang berjualan di pasar kaget pada malam hari mendapatkan omset jauh lebih tinggi yakni sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Yuliana Agung mengungkapkan bahwa harga yang banyak diburu konsumen yakni di bawah Rp 10 ribu dan beberapa yang di bawah Rp 50 ribu. Meskipun demikian, pedagang masih mendapatkan keuntungan 2-4 kali lipat dari harga beli, sehingga jika harga barang Rp 5 ribu dapat dijual dengan harga Rp 10-20 ribu.

Tips Merintis Usaha Pasar Kaget

1.Pilih lokasi yang ramai baik pagi atau malam hari

2.Lihat target market yang akan disasar agar mengetahui barang yang akan dijual.

3.Cari barang yang murah sehingga Anda dapat memiliki keuntungan 2-4 kali lipat.

4.Cari jejaring usaha yang dapat menampung produk Anda jika tidak laku terjual.

5.Sedapat mungkin buat pembeda yang mencolok pada tempat usaha sehingga menarik konsumen datang dan mudah diingat.

6.Jika berjualan di pasar kaget pada malam hari, diharapkan menggunakan penerangan yang cukup.

7.Display semua varian produk semenarik mungkin.

8.Harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan kemampuan menjual yang atraktif.

9.Siapkan uang receh untuk kembalian. Meskipun kecil tapi hal ini dapat membuat konsumen kesal hanya untuk menunggu kembalian.

10. Bangun hubungan baik dengan konsumen dan pedagang lain

11. Bekerja keras dan semangat.

Baca Selengkapnya......

MENCARI IDE DAN PELUANG BISNIS

MENCARI IDE DAN PELUANG BISNIS


Persoalan mencari ide usaha memang salah satu masalah utama bagi calon wirausahawan. Anda mungkin pernah atau bahkan sering bertemu dengan orang yang mengungkapkan keinginannya untuk mempunyai usaha sendiri namun tak kunjung juga menemukan ide usaha yang pas. Padahal kalau kita mau, ide usaha bisa diperoleh dari mana saja mulai dari apa yang kita lihat di lingkungan sekitar, apa yang kita dengar sehari-hari, melihat potensi diri sendiri, mengamati lingkungan sampai dengan meniru usaha orang lain yang sudah sukses.

Intinya, ide bisnis bisa dipilih dari upaya pemenuhan apa yang dibutuhkan manusia tersebut, mulai dari kebutuhan yang menyangkut ujung kaki sampai dengan ujung rambut, dari kebutuhan primer, sekunder dan kebutuhan akan barang mewah. Tapi tentu saja perlu diingat bahwa berbisnis sesuai dengan karakter dan hobi kita akan lebih menyenangkan, dibandingkan dengan bisnis yang tidak kita sukai. Kita akan lihat dari mana saja ide usaha itu bisa kita dapatkan.

Kalau Anda perhatikan di lingkungan sekitar Anda, begitu banyak dan beragam jenis usaha yang ada. Anda tentu berpikir bagaimana awalnya pelaku usaha tersebut mendapatkan ide usahanya sehingga bisa berjalan dan berkembang seperti sekarang ini. Tapi kalau Anda cermati, ternyata usaha-usaha tersebut kebanyakan meniru usaha-usaha lain yang telah ada, misalnya usaha internet café, bengkel, rumah makan, biro jasa, minimarket, laundry, even organiser, dan lain-lain. Dalam mewujudkan ide usaha menjadi bisnis, tidak ada suatu keharusan bahwa ide tersebut benar-benar orisinil, bisa saja ide ini hanya merupakan pengembangan dari bisnis yang sudah eksis. Ini membutuhkan kreativitas dari seorang calon wirausahawan.

Kebanyakan para calon pengusaha terjebak dengan pemikiran bahwa ide bisnis haruslah original, lain daripada yang lain. Kalau bisa mendapatkan ide bisnis yang original, itu sangat bagus. Itu berarti Anda mampu menciptakan pasar, Misalnya usaha pembuatan dokumeter proses kelahiran bayi, BabyBorn, merupakan usaha yang pasarnya diciptakan oleh pengusahanya. Sedangkan usaha-usaha yang umumnya sudah ada adalah usaha yang diciptakan karena adanya kebutuhan pasar, yang kemudian pengusaha tersebut berusaha untuk memenuhinya. Misalnya usaha jasa kuras septic tank ada karena banyak orang yang membutuhkan jasanya. Usaha salon ada karena banyak orang yang perlu merawat tubuhnya, Toko bahan bangunan dibuat karena banyak penduduk sekitar yang memerlukan bahan bangunan untuk membangun dan merenovasi rumah, biro jasa pengurusan surat-surat ada karena untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang malas berurusan dengan birokrasi yang ribet.

Tegasnya, sukses tidaknya suatu bisnis tidak terletak apakah yang bersangkutan sebagai penemu ide bisnis atau bukan, tetapi lebih merupakan kemampuan untuk mengoptimalkan kelebihan spesifik dari ide bisnisnya. Ide menjual kue donat bukanlah hal yang baru. Namun, ketika Anda bisa memberikan nilai lebih dibandingkan dengan donat-donat lain di pasaran, baik kreasi bentuk, isi, ukuran, dan tentu saja rasa, maka Anda bisa menawarkan hal yang berbeda dan memberikan nilai tambah.

Inspirasi Bisnis

Semua yang bisa kita lihat bisa dijadikan inspirasi untuk membangun usaha dan membuat kita lebih kaya. Contohnya, kalau kita melihat tubuh seseorang, kita bisa gali ide usaha dari apa yang kita lihat mulai rambut sampai kaki. Misalnya kalau melihat rambut orang, kita bisa membuat usaha salon, jepit rambut, ramuaan penyubur rambut, dan lainnya. Kalau Anda melihat kaki seseorang, Anda bisa mendapatkan ide untuk membuka usaha jasa pijat refleksologi, membuat usaha sandal dan sepatu, membuat keset, dan lainnya. Juga berlaku terhadap apa yang anda lihat dan perhatikan disekeliling Anda.

Orang yang mampu menjadikan segala sesuatu yang ia lihat sebagai inspirasi bisnis mungkin tergolong kelompok yang mampu menciptakan pasar. Ini sebuah kemampuan istimewa dan harus dimiliki oleh seorang pengusaha.

Saya seringkali mendengar pendapat pakar entrepreneur mengatakan bahwa hanya 10% bisnis yang sukses hanya dengan sekali melangkah dan rata-rata, sebelum menemukan bisnis yang sukses, pengusaha mengalami kegagalan lebih dari lima kali. Artinya sebagian besar pengusaha menemukan kemapanannya setelah mencoba mewujudkan gagasan bisnis untuk yang kesekian kali. Itu berarti, semakin cepat orang mendapatkan gagasan dan merealisasikan ide, semakin dekat pula dia pada kesuksesan. Bagi saya, pendapat tersebut ada benarnya, namun di sisi lain sedikit tidaknya itu bisa mematahkan semangat calon pebisnis pemula, maka dari itulah informasi ini sengaja disusun agar Anda sebagai calon pengusaha mendapatkan bekal pengetahuan yang cukup dan bisa mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia usaha untuk mencapai kesuksesan serta dapat menghadapi situasi terburuk yang mungkin terjadi, sehingga Anda tahu apa yang harus dilakukan agar tidak mengalami kegagalan berusaha.

Mengembangkan Ide Bisnis

Ide bisnis bertebaran di mana-mana. Banyaknya jenis usaha yang ada di sekitar Anda menunjukkan bahwa ide bisnis bisa didapat dari pemenuhan kebutuhan orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Anda bisa membayangkan kebutuhan hidup Anda selama ini, kemudian dapat Anda pikirkan siapakah yang sudah memanfaatkan kebutuhan Anda tersebut untuk mendapatkan rejeki dari Anda. Saya yakin umumnya kebutuhan Anda hampir sama dengan kebutuhan orang-orang lainnya termasuk saya.

Gagasan bisnis yang berpotensi tak harus kita cari dengan benar-benar memeras otak atau bersemedi untuk menunggu wahyu dari langit. Berikut beberapa ladang penyedia gagasan bisnis yang dapat Anda gali:

1). Mengenal Diri Sendiri

Silakan Anda kenali diri sendiri. Temukan hobi, kegemaran, kemampuan, jaringan personal, serta potensi diri sendiri yang bisa Anda sulap menjadi sebuah kegiatan bisnis yang menguntungkan. Banyak contoh pengusaha yang sukses dengan 'mengomersilkan' dirinya sendiri.

a.Ide dari Pekerjaan dan Keterampilan.

Keterampilan yang sudah kita miliki dan kembangkan dan pekerjaan telah sekian lama kita tekuni dan jalankan merupakan sumber yang kaya akan ide bisnis yang tepat untuk kita. Alasannya? Dari sinilah insting bisnis kita dibentuk dan dipupuk. Banyak orang memilih ide usaha dari pekerjaan yang pernah mereka tekuni dan keterampilan yang sudah mereka miliki. Misalnya seseorang karyawan yang pernah bekerja di sebuah travel agent dan menjadi operasional manager di perusahaan tersebut sebelum akhirnya terjun untuk membangun travel agentnya sendiri. Dari pekerjaannya ini, ia mengembangkan keterampilan teknis dan manajemen, serta mengembangkan jaringan perkenalan dengan orang-orang yang tepat yang harus dihubungi di bisnis yang ia tekuni tersebut. Contoh lain, ada orang yang juga pernah bekerja di pabrik roti, sehingga ia mempunyai keahlian membuat segala jenis roti dan mempelajari manejemen bisnis tersebut, sehingga memutuskan untuk membuat pabrik roti sendiri. Coba Anda renungkan kira-kira bisnis apa yang sesuai dengan pekerjaan dan keterampilan Anda saat ini dan sekiranya cocok untuk Anda jalankan di lingkungan Anda.

b.Ide dari Minat dan Hobi.

Ide usaha juga bisa dimulai dari sesuatu yang Anda akrabi baik minat atau hobi yang Anda miliki. Kedua hal ini merupakan sumber yang memiliki kekuatan yang ampuh dalam membangun keyakinan serta motivasi bagi kita untuk memulai usaha. Umumnya orang tidak merasa terbeban untuk melakukan yang ia senangi dan akrabi. Ini merupakan modal kuat bagi seorang pengusaha yang menekuni dunia yang memang ia cintai. Kalau dari kecil suka bikin kue atau memasak, bisa bikin usaha seputar makanan, kalau suka musik dan pandai memainkannya, bisa buka sekolah musik dan studio musik. Beberapa olahragawan nasional seperti Susi Susanti, Elfira Nasution, dan Ade Rai, mengembangkan usaha mereka di jalur yang sesuai dengan minat, hobi, dan pengalaman kerja: menjadi pelatih, membuka sekolah olah raga, toko peralatan olah raga dan pusat kebugaran. Bahkan kalau Anda hobi cuap-cuap dan suka bergaul kenapa tidak membuat even organiser, kini banyak perusahaan atau individu yang memanfaatkan jasanya.

c.Ide dari Pengalaman.

Pengalaman dan pengetahuan yang ditimba sebelumnya memberikan landasan yang kuat untuk melahirkan ide dan mewujudkannya ke dalam bisnis, serta cara-cara penanganannya mulai dari memproduksi barang sampai memasarkannya ke konsumen. Tidak hanya pengalaman diri sendiri, tapi juga pengalaman orang lain selain merupakan guru yang baik, juga merupakan sumber ide bisnis yang kaya. Jika pengalaman tersebut adalah pengalaman buruk, maka tentunya kita tidak ingin pengalaman tersebut terulang lagi. Kita akan berusaha mencari jalan "baru" untuk menghindari kesulitan dan masalah yang pernah kita alami. Jalan baru inilah yang memacu munculnya ide-ide bisnis yang brilian. Contoh, taruh kata Anda seorang karyawan kontraktor sipil yang sering berhubungan dengan pemasok material dan para mandor pekerja. Mengapa tak menggunakan pengalaman dan jaringan Anda untuk membikin usaha kontraktor kecil-kecilan yang melayani pembangunan rumah di sekitar Anda?

2). Amati Kebutuhan Lingkungan Terdekat

Selain pengalaman, pengamatan ternyata juga adalah sumber ide bisnis yang tak habis-habisnya. Dari pengamatan akan segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, kita bisa menemukan kebutuhan-kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, ataupun sudah terpenuhi tapi belum memuaskan konsumen, yang bisa kita jadikan peluang bisnis. Bahkan, pengamatan ini merupakan keterampilan yang wajib dimiliki seorang pengusaha. Pada prinsipnya, identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi merupakan konsep dari upaya membangun usaha. Dari pengamatan ini, banyak ide bisnis dan peluang bisnis yang bisa terus digali untuk dikembangkan. Misalnya dari hasil pengamatan terhadap masyarakat, kita bisa lihat dan mengidentifikasi kesibukan orang tua banyak yang tidak memungkinkan mereka untuk mengantar-jemput anak-anak mereka sekolah sehingga kebutuhan pelayanan antar jemput anak sekolah merupakan suatu peluang bisnis yang dapat dijalankan.

Para pengusaha sukses banyak yang mendapatkan ide usaha dari mengetahui kebutuhan dirinya sendiri serta lingkungan terdekatnya. Pengusaha kuras WC dan saluran air memulai usahanya karena ia melihat peluang itu dari kebutuhannya dahulu yang tidak terpenuhi. Pengusaha salon kecantikan banyak memulai usahanya karena kebutuhan dirinya sendiri dalam merawat tubuhnya, sehingga menjadikannya sebagai ide bisnis. Pengusaha warung nasi, juga mengawali usahanya karena kebutuhannya dan orang-orang di sekitar perumahannya akan makanan siap saji kurang terpenuhi.

Kalau Anda tinggal dalam lingkup perumahan, tentu Anda amati bahwa kebutuhan hiburan bagi anak-anak begitu tinggi. Tapi sejauh ini belum ada tempat yang menyediakan fasilitas semacam itu, adanya hanya di supermarket dan mall yang jauh dari lingkungan perumahan. Kalau anda mempunyai modal untuk membuat tempat hiburan anak atau taman bermain dengan fasilitas lengkap, pastilah banyak anak-anak dan orangtuanya yang datang untuk bersenang-senang. Merekapun tak perlu pergi jauh untuk menyenangkan anak-anaknya.

3). Gagasan dari Media Massa

Kalau Anda tengah mencari ide usaha, media massa bisa menjadi sumber gagasan bisnis. Dengan menyimak prakiraan cuaca, misalnya, mungkin terbetik ide di kepala kita untuk memproduksi mantel sepeda motor yang murah. Saat mengetahui jalanan Jakarta semakin macet gara-gara penambahan jalur busway, bisa jadi muncul ide bagi anda untuk menjual sarapan siap saji yang bisa disantap para pengemudi mobil sembari bermacet-ria.

Contoh lain, berita kenaikan harga BBM dan rencana peningkatan tarif listrik sudah dimanfaatkan pengusaha yang jeli untuk memasarkan produk-produk penghemat energi. Maraknya pencurian sepeda motor juga sudah dimanfaatkan para pakar elektronik untuk memproduksi dan menjual sistem pengaman sepeda motor tambahan.

Hematnya, bisnis ini berhubungan dengan 'ketepatan timing' dalam memulai suatu usaha yang merupakan suatu komponen penting sukses tidaknya bisnis. Tentu saja kita tidak akan menjual perahu karet atau jas hujan di musim kemarau atau sebaliknya menjual es teler pada musim dingin atau musim hujan.

Tapi, ada satu hal yang mesti Anda ingat kalau hendak mencari ide dari media massa. Jangan gampang terpengaruh dengan artikel-artikel yang bercerita tentang peluang bisnis sendiri. Soalnya, cerita tentang peluang seperti itu pasti juga dibaca banyak orang yang sebagian juga tertarik untuk menirunya. Akhirnya, peluang ini tak menjadi peluang lagi karena terlalu banyak pasokannya.

4). Ide dari Berbagai Iklan Koran dan Yellow Pages

Halaman iklan di koran, majalah, tabloid, internet dan buku telepon bukan hanya menyediakan nomor telepon dan alamat. Kalau Anda cermati, di sana tersaji informasi bermacam-macam bentuk bisnis. Nah, siapa tahu beberapa di antaranya sesuai dengan kompetensi Anda? Atau, siapa tahu sebagian di antaranya sesuai dengan segmentasi pasar yang Anda kenal? Kalau memang begitu, Anda tinggal perlu menimbang apakah bisnis serupa bisa Anda usung dan wujudkan di lingkungan Anda sendiri.

Kalau Anda berniat menjadikan iklan di media dan buku telepon sebagai sumber inspirasi, pilih media atau buku telepon dari daerah lain yang sekelas atau setara dengan daerah tempat tinggal Anda. Cermati juga karakter calon pelanggannya. Kalau memang serupa, Anda tinggal perlu keberanian untuk menirunya.

5). Ide Bisnis Dari Kegagalan dan Kesuksesan Orang Lain.

Orang bijak mengatakan "Belajarlah dari kegagalan orang lain". Tidak ada salahnya belajar bisnis dari yang gagal. Mengapa? Karena ada kemungkinan kita bisa memulainya dengan kesuksesan. Kegagalan bisnis yang dilakukan orang lain, merupakan pelajaran penting bagi Anda untuk mengoreksi jalan yang salah menjadi benar dan lebih baik lagi. Namun demikian, belajar dari yang sukses pun sangat dianjurkan, karena dengan demikian Anda telah belajar memulai sistem yang sudah terbukti berhasil.

6). Ide Dari Buku, Majalah dan Tabloid. Sumber pengetahuan dan pengalaman bisnis bukan hanya kita dapat dari bekerja pada perusahaan tertentu saja, karena saat ini banyak sekali sumber pengetahuan dan pengalaman bisnis yang bisa kita dapatkan. Kalau Anda rajin ke toko buku, atau lapak majalah, cukup banyak buku-buku, majalah-majalah dan tabloid terbitan yang membahas mengenai kewirausahaan dan serta menyajikan informasi-informasi mengenai peluang usaha, pengalaman wirausahawan, berbagai tips dan kiat usaha yang dapat menyegarkan pikiran Anda, sehingga Anda dengan leluasa bisa memilih, bisnis apa yang sesuai dengan karakter dan kemampuan Anda. Beberapa rekomendasi untuk Anda, dan patut dibaca adalah: Tabloid Peluang Usaha, Majalah Pengusaha, Majalah Duit, Tabloid Kontan. Dari tabloit dan majalah tersebut Anda akan memperoleh banyak ide bisnis. Misalnya : melayani kebutuhan, menjual eceran, menjual penemuan, duplikasi usaha, menjual ketrampilan, usaha pelatihan, usaha keagenan, barang koleksi, buka kantor konsultan, bisnis MLM, membeli waralaba, membeli usaha prospektif, membeli usaha yang bangkrut, membuka kios, atau pun usaha bersama.

Seorang wirausahawan pemula juga dianjurkan untuk selalu kreatif dan jeli dengan bisnis yang dijalankannya, artinya selalu melakukan diversifikasi produk atau pengembangan produk agar memiliki varian lebih banyak dengan cara melakukan inovasi terhadap produk-produk dan pelayanan yang sudah ada dan melakukan kreasi untuk produk-produk baru yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga konsumen tidak jenuh. Salah satu cara bisa ditempuh dengan mengunjungi usaha-usaha sejenis di daerah lain, sehingga Anda bisa menilai kelebihan apa yang sekiranya bisa Anda lakukan terhadap produk Anda.

Juga bisa dengan melakukan survey melalui kartu opini atau berinteraksi dengan konsumen, sehingga Anda mengetahui sejauh mana produk atau jasa Anda bisa memuaskan konsumen, apa yang sebenarnya dinginkan konsumen, dan apa saja kekurangan produk dan pelayanan Anda yang perlu segera dibenahi dan ditingkatkan.

Satu lagi yang perlu diingat agar bisnis yang akan kita jalankan harus sesuai dengan peraturan ada. Sebaiknya jangan sampai melanggar ketentuan yang berlaku. Jangan karena ingin mendapatkan keuntungan yang besar lalu kita bisnis barang bajakan, barang palsu atau menjual barang terlarang lainnya. Dan jangan pernah melakukan penipuan dan kecurangan. Boro-boro dapat untung, malahan kita bisa masuk bui.

Baca Selengkapnya......

Kiat Memulai Usaha Dengan Modal Kecil

Kiat Memulai Usaha Dengan Modal Kecil


Jika ingin memiliki usaha, baik kecil maupun besar, kita harus memiliki suatu gagasan mengenai bisnis apa yang akan digarap. Dari mana gagasan usaha itu muncul? Gagasan bisnis akan lebih mudah kita dapat apabila kita peka dan peduli terhadap diri kita sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat sekitar (mulai setingkat RT hingga nasional, bahkan internasional).

Peduli kepada diri sendiri adalah bagaimana kita mengenali kemampuan, minat, bakat, dan lain sebagainya. Banyak wiraswastawan yang berhasil karena dia dapat memanfaatkan kemampuan/minat/bakat yang dimilikinya sendiri dikombinasikan dengan kejelian melihat peluang pasar.

Bagaimana seorang Purdi E. Chandra (pemilik Lembaga Pendidikan Primagama) memulai usaha? Beliau beranjak dari kemampuan diri sendiri, yakni mengajar dan dikombinasikan dengan kejelian melihat pasar atau peluang dengan banyaknya siswa SMA yang ingin lulus tes masuk ke perguruan tinggi negeri. Ia pun mendirikan bimbingan belajar. Apakah dengan kemampuan dan adanya potensi pasar, Purdi E. Chandra dapat menjaring banyak siswa pada awalnya? Ternyata tidak. Mengapa? Karena masyarakat atau pasar belum yakin dan belum melihat apakah ia benar dapat membimbing siswa sehingga dapat lolos tes ke perguruan tinggi negeri? Apa yang dilakukannya? Pada awalnya ia melakukan promosi dengan menggratiskan biaya kursus bagi siswa pada saat bisnis tersebut mulai dijalankan. Setelah terbukti dan masyarakat yakin, mulailah bimbingan belajar tersebut berkembang dengan pesat, bahkan ia sekarang memiliki banyak jenis usaha dari hasil bisnis bimbingan belajar tersebut.

Ada lagi contoh seorang pengusaha sampah di Bandung yang sukses dan berhasil mengembangkan usaha daur ulang sampah. Bahkan, kini beliau memiliki beberapa jenis usaha di antaranya menjadi pengembang perumahan. Dari mana ide bisnisnya berasal? Banyak sampah berserakan, dan ia melihat banyak jenis sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik menjadi bijih plastik, dsb. Bayangkan, sampah dapat dikelola menjadi sebuah bisnis besar! Dari mana ide bisnisnya? Dari melihat lingkungan sekitar! Bila saat ini kita tidak memiliki gagasan, kurang mampu mengamati lingkungan sekitar, cobalah untuk mencari teman atau kenalan baru sebanyak-banyaknya. Salah satu caranya, bacalah iklan peluang usaha di koran/surat khabar. Amati iklan-iklannya, terutama iklan mininya setiap hari.

Banyak yang menawarkan peluang usaha atau produk-produk yang dijual yang sesungguhnya kita memiliki peluang untuk ikut memasarkan produk tersebut. Bila kita jeli, mungkin dapat membuat produk serupa dengan kemampuan yang kita miliki dengan harga dan kualitas lebih baik. Hubungi orang tersebut, mintalah penjelasan selengkap-lengkapnya agar kita dapat memasarkan produk tersebut. Namun hati-hati! Karena banyak praktik money game atau bahkan penipuan. Kunci untuk menghindari penipuan adalah jangan ikut ke dalam bisnis yang mengharuskan kita menyetorkan uang terlebih dahulu, sebelum kita mencoba atau mendapatkan manfaatnya. Cobalah untuk meminta ikut memasarkan produk tersebut terlebih dahulu secara freelance, kemudian setelah yakin kita mampu menjual, bolehlah membeli produk tersebut untuk persediaan.

Jadi kunci memulai usaha adalah gagasan bisnis! Mewujudkan gagasan bisnis Setelah mendapatkan gagasan bisnis dan sebelum memulai bisnis, lakukan langkah sebagai berikut:

LAKUKAN PENGAMATAN DAN PENDALAMAN MENGENAI SELUK-BELUK BISNIS TERSEBUT.

Sebelum mewujudkan gagasan bisnis, pelajari seluk-beluk bisnis tersebut, baik atau tidak? Bagaimana proses produksinya secara efisien? Dari mana kita membeli bahan bakunya? Siapa calon konsumen atau karakteristik pelanggan? Di mana kita akan memasarkan dan menjualnya? Bagaimana pola pemasaran dan penjualannya? Cara terbaik adalah mengamati pengusaha sukses yang bergerak di bidang yang sama. Bila bisnis kita benar-benar baru, paling tidak pelajari bagaimana para pengusaha yang sukses menjalankan bisnis mereka. Terakhir, kenali juga risikonya. Siapkah mental kita dengan risiko tersebut? Salah satu ciri calon pengusaha sukses adalah berani mengambil risiko sepanjang risiko itu sudah diperhitungkan. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha.

LAKUKAN UJI COBA DENGAN CARA TES PASAR

Manfaat uji coba pasar adalah untuk mendapatkan umpan balik terhadap calon konsumen mengenai produk yang kita tawarkan. Misalnya kita membuat kue, sebelum dijual cobalah berikan secara gratis kepada tetangga dan lingkungan sekitar. Tentunya dalam jumlah yang terbatas yang sesuai dengan kemampuan kita. Mintalah pendapat dari tetangga atau lingkungan sekitar mengenai produk yang kita buat tersebut, enakkah, kurang manis atau bentuknya kurang menarik? Jadikan kritikan dan saran sebagai masukan berharga untuk melakukan perbaikan sedikit demi sedikit, sehingga produk kita benar-benar siap diluncurkan dengan skala yang lebih besar.

SUSUNLAH RENCANA USAHA.

Perencanaan ini bisa mencakup antara lain penetapan nama produk, packaging produk, proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan diajak bekerja sama, baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk. Juga pikirkan strategi pemasaran yang akan dijalankan misalnya dengan selebaran, brosur, katalog, melalui website, mailling list, atau iklan di media, organisasi sosial, dsb. Umumnya, dalam usaha kecil, lokasi usaha atau tempat pemasaran/outlet yang strategis menjadi salah satu kunci sukses usaha. Perlu kejelian dan keberanian tersendiri bagaimana mendapatkan tempat pemasaran yang strategis dengan modal terbatas. Cara paling mudah adalah bekerja sama dengan pemilik tempat melalui sistem bagi hasil atau bagi keuntungan.

MULAILAH SAAT INI.

Sebuah gagasan bisnis akan tetap menjadi sebuah gagasan jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Dengan memulainya, kita bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga yang bisa digunakan memperbaiki usaha secara sistematis. Jika mental telah siap, mulailah dari saat ini walau mungkin kita masih memiliki beberapa keterbatasan dan kendala yang ada.

HADAPI DAN ATASI HAMBATAN ATAU KEGAGALAN.

Berdasarkan pengalaman, mungkin tidak ada seorang pun wiraswasta yang berhasil tidak mengalami hambatan atau bahkan kegagalan dalam perjalanan bisnis mereka. Sebaiknya kita memiliki sikap positif, apa yang terjadi adalah yang terbaik buat kita. Mengapa? Karena, itu adalah janji Tuhan. Hambatan dan kegagalan merupakan sebuah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya. Tanpa kita sadari itu akan menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita dalam berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko dan bila itu sampai terjadi, bersiaplah, dan hadapilah dengan kepala dingin.

JENIS USAHA

Jenis usaha yang cocok bagi pemodal kecil atau bahkan tanpa modal adalah:

Memasarkan produk atau jasa orang lain. Sebaiknya produk atau jasa yang banyak dibutuhkan orang atau produk spesifik yang langka namun sesungguhnya terdapat pasar yang cukup luas.

Bisnis makanan dan minuman seperti kue, roti, es juice, bakso, mi ayam, dan lain sebagainya bisa dicoba. Bisnis kerajinan seperti barang suvenir, pernak-pernik kebutuhan rumah tangga, dan lain-lain Jasa seperti potong rambut, usaha jahit, obras, konsultan, pengurusan surat-surat.

Jangan berkecil hati jika memulai bisnis dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal. Selalu ada jalan lain menuju Roma, begitu kata sebuah pepatah. Sepanjang kita mau berusaha, dengan izin Tuhan, yakinlah bahwa usaha kita akan menjadi kenyataan.


Baca Selengkapnya......

Sabtu, 07 Mei 2011

Tulisan Membangun Diri Agar Lebih Baik (Mengisi Hari Buruh)


Setiap orang yang hidupnya bergantung kepada gaji adalah seorang buruh; sekalipun pangkatnya direktur utama. Mengapa para direktur tidak ikut-ikutan demonstrasi untuk memperingati tanggal 1 Mei sebagai hari buruh? Karena, orang yang karirnya bagus tidak lagi disebut buruh. Sedangkan mereka yang karirnya buruk, biasanya memang disebut sebagai buruh. Jika Anda seorang karyawan; maka pastikanlah bahwa Anda memang layak untuk tidak menyandang gelar sebagai buruh. Bagaimana caranya?
Sederhana saja; bangunlah karir Anda sampai ke titik dimana Anda layak dihormati dan dihargai tinggi. Agar bisa membangun karir dengan baik, maka Anda harus membuang jauh-jauh mental 'b-u-r-u-h'. Mengapa demikian? Karena mental b-u-r-u-h itu menyimpan 5 faktor penghambat karir yang sangat mematikan. Apa sajakah kelima faktor itu? Berikut ini uraiannya.
1. B=Bersembunyi dibalik topeng 'nasib'. Baik atau buruknya karir seseorang sama sekali tidak ada hubungannya dengan nasib. Perhatikan para pekerja gagal. Mereka menganggap bahwa mandeknya karir dan bayaran mereka sudah menjadi nasib sehingga tidak terdorong untuk menggeliat bangkit dari posisi rendahnya. Walhasil, dari tahun ke tahun tidak ada perbaikan jabatan dan pendapatan signifikan yang mereka dapatkan. Jadilah karyawan yang berani berjuang untuk memperbaiki karir sendiri karena nasib selalu mengikuti ikhtiar yang Anda lakukan.
2. U=Ulet hanya ketika diawasi oleh atasan. Sudah bukan rahasia lagi jika banyak sekali karyawan yang ulet, gigih, dan giat hanya ketika ada atasannya saja. Tapi saat atasannya tidak ada; mereka berleha-leha atau mengerjakan sesuatu yang tidak produktif pada jam kerja. Para pegawai berdasi pun banyak yang memiliki perilaku seperti ini. Padahal, sikap seperti ini jelas sekali menunjukkan jika mereka tidak layak untuk mendapatkan tanggungjawab yang lebih besar. Jadilah karyawan yang bisa diandalkan, baik ada atau tidaknya atasan; karena kualitas seseorang dinilai dari tanggungjawab pribadinya ketika dia sedang sendirian.
3. R=Rendah diri. Kita sering keliru menempatkan kerendahan hati dengan sifat rendah diri. Ketika berhadapan dengan senior atau orang yang pendidikannya lebih tinggi, kita merasa kecil sekali. Padahal sebagian besar manager atau direktur pada mulanya adalah orang-orang yang menduduki posisi rendah seperti kebanyakan karyawan lainnya. Sifat rendah diri mengungkung orang dalam kotak inferioritas sehingga kapasitas dirinya tidak terdaya gunakan. Jadilah karyawan yang rendah hati, karena mereka yang rendah hati memiliki kualitas diri yang tinggi, namun tetap bersikap arif, positif dan konstruktif.
4. U=Unjuk rasa melampaui unjuk prestasi. Unjuk rasa tidak selalu harus turun ke jalan. Protes soal kenaikan gaji adalah contoh nyata unjuk rasa yang sering terjadi di kantor-kantor. Menggunjingkan/membuat gosip tentang atasan dan management di kantin atau toilet juga merupakan bentuk unjuk rasa yang tidak sehat. Perhatikan para karyawan yang tidak puas dengan kebijakan perusahaan. Mereka berkasak-kusuk sambil mengkorupsi jam kerja. Padahal, itu semakin menunjukkan kualitas buruk mereka. Jadilah karyawan yang rajin unjuk prestasi, karena prestasi membuka peluang untuk mendapatkan kesempatan dan pendapatan yang lebih besar.
5. H=Hitung-hitungan soal pekerjaan dan imbalan. Banyak sekali karyawan potensial yang akhirnya gagal membangun karirnya hanya karena merasa tidak dibayar dengan pantas. "Kalau gua digaji cuma segini, ngapain mesti kerja keras?' begitu katanya. Padahal, sikap seperti itu tidak merugikan perusahaan lebih dari kerugian yang dialami oleh orang itu sendiri. Mereka membuang peluang untuk mengkonversi potensi dirinya menjadi karir yang cemerlang. Jadilah karyawan yang berfokus kepada kontribusi yang tinggi, karena bayaran atau imbalan akan mengikutinya kemudian.
Jika Anda mampu membuang mental 'b-u-r-u-h' yang sudah saya jelaskan diatas, maka Anda tidak akan menjadi buruh rendahan. Sebaliknya, Anda akan menjadi karyawan yang ketika pensiun nanti; memiliki sesuatu yang layak untuk dibanggakan.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence Contemplator

Website: http://si-noop.blogspot.com

Baca Selengkapnya......

Jumat, 22 April 2011

Qur'an Menjawab

KENAPA AKU DIUJI ??

QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Ankabut : 2-3
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya
kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya
Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui
orang-orang yang dusta."

KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ??

QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 216
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh
jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah
mengetahui sedang kamu tidak mengetahui"

KENAPA UJIAN SEBERAT INI ??

QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 286
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."

KENAPA FRUSTASI ???

QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Imran : 139 "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula
kamu bersedih hati, padahal kamulah orang2 yg paling tinggi derajatnya,
jika kamu orang2 yg beriman"

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ???

QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 45
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan
mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali
kepada orang-orang yang khusyuk"Tiada daya dan upaya kecuali atas
pertolongan Allah semata 

APA YANG AKU DAPAT  ???

QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 111 "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang2
mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan jannah utk mereka..."

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ???

QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 129
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal"

AKU TAK SANGGUP !!!!

QURAN MENJAWAB :
Qs. Yusuf : 12
"....dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya
tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.".

Baca Selengkapnya......

Kamis, 21 April 2011

Semoga itu baik, Insya Allah...

Ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yang terkenal dengan ketaqwaan. Tiap kali raja menemui sesuatu yg tidak mengenakkan, sahabatnya selalu berkata, "Semoga itu baik, insya Allah."
Kata-kata ini selalu diulangi pada setiap kejadian yang secara terlihat adalah kejadian buruk. Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak hingga terpotong. Darah pun mengucur. Si sahabat berkata, "Semoga itu baik, insya Allah."

Kali ini sang Raja begitu marah mendengar ucapan tersebut dan memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakan sahabatnya tersebut. Saat pengawal ditanya, "Apa yg dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?"
Pengawal menjawab, "Ia hanya mengatakan, Semoga ini baik, insya Allah"

Suatu ketika saat raja pergi berburu. Kali ini tanpa ditemani oleh sahabatnya karena sahabatnya berada dalam penjara. Ia kemudian terpisah dari rombongan dan tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tersebut terdapat suku yg menyembah berhala dan setiap tahun mengorbankan seorang manusia kepada berhalanya tersebut. Raja pun ditangkap oleh suku tersebut.  Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tidak lengkap. Mereka pun menolak mengorbankannya, karena korban harus dalam kondisi yang sempurna. Raja lalu dilepas dan ia kembali ke istana.

Akhirnya dia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, "Ketika engkau mengatakan,'Semoga itu baik, insya Allah." Saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi disembelih untuk berhala karena fisikku tdk sempurna. Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?"

Ia menjawab, "Andaikata saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sebagai penggantimu"

***

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu boleh
jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha
Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui"
(QS.Al-Baqarah:216)

Kunjungi blog saya : http://si-noop.blogspot.com

Baca Selengkapnya......

Jumat, 15 April 2011

hedonic treadmill

Suatu hari seorang wartawan senior menawarkan saya untuk berkunjung ke rumah seorang mantan pejabat tinggi.Katanya, mantan pejabat ini senang memelihara tanaman langka,menyatu dengan alam, dan dikelilingi suasana desa.

Di kawasannya yang luas dan asri, ada rumah bacanya. Namun sewaktu saya tanya, siapa yang menjadi tujuan diadakannya rumah baca yang indah itu,teman saya mengatakan dengan datar,"Ya untuk si bapak itu sendiri." Banyak pertanyaan muncul dalam pikiran saya mengapa rumah baca yang mengoleksi karya-karya bermutu hanya dinikmati seorang diri? Bukankah di masa kecil kita semua pernah merasakan betapa indahnya dunia ini dari buku-buku cerita yang kita lihat di perpustakaan yang dinikmati banyak orang, bukan seorang diri.

Tetapi,saya lebih terhenyak lagi saat diceritakan,bapak ini juga kolektor lebih dari 100 mobil bagus dan semua ini hanya untuk dinikmati seorang diri. Saya jadi teringat cerita seorang teman yang bekerja sebagai direktur pada salah satu agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang menyediakan dirinya mengantar "upeti" berupa mobil pemberian seorang pengusaha ke rumah pejabat itu. Oleh ibu pejabat,saat mobil diserahkan, dia diberi amplop sebesar Rp10.000.

Sampai sekarang dia masih menyimpan tips dari ibu pejabat sebagai kenang-kenangan yang dia bingkai di ruang kerjanya karena seumur-umur,baru kali itu dia disangka sopir. Apa yang dialami bapak tua mantan pejabat yang mulai kesepian tadi sebenarnya tidak berbeda dengan orang-orang yang namanya banyak disebut media massa belakangan ini. Beberapa mantan petugas pajak yang sedang beristirahat di rumah tahanan, seorang bidadari cantik yang tengah diperiksa polisi karena menggelapkan dana nasabah, para pengurus partai politik yang sedang diperiksa KPK, pengurus organisasi sepak bola yang baru diturunkan oleh rakyat,dan seterusnya.

Nama-nama mereka sengaja tidak saya sebutkan supaya tidak memberi ruang pekerjaan pada para pengacara yang senang mengancam dan gemar mengirimkan saya somasi. Maaf, kali ini pekerjaan Anda sedang tidak dibutuhkan. Bersama-sama dengan pengacara- pengacara hedonis yang senang pamer kekayaan dan kekuasaan,mereka semua sedang melewati fase yang disebut Brickman & Campbell dan psikolog Inggris, Michael Eysenck, sebagai ban berjalan hedonisme.

Perbudakan terhadap materi membuat mereka yang terperangkap di sana mengalami kesulitan menggenggam kebahagiaan. Apa yang mereka dapatkan membuat sulit berhenti berlari di atas mesin treadmill yang bergerak semakin cepat. Kadang saya tak habis berpikir, bagaimana mungkin mobil semewah dan secepat lari Ferrari bisa mempunyai pasar di sebuah kota yang lalu lintasnya padat merayap seperti Jakarta? Tetapi, seorang bidadari yang bekerja sebagai client service pada sebuah bank asing berupaya keras membelinya.

Tidak hanya satu,tapi dua. Teori ban berjalan hedonisme (hedonic treadmill) atau biasa dikenal sebagai hedonic adaptation theorymenemukan, manusia-manusia yang terperangkap di sana hanya akan terpuaskan sementara. Dan dengan cepat mereka akan segera jenuh.Apa yang sudah dicapai itu hanya akan membahagiakan maksimal selama tiga bulan. Setelah itu mereka akan mencari lagi materi atau kekuasaan yang lebih besar.Namun, itu pun tak berlangsung lama.

Ban berjalan bergerak terus, melaju, dan melaju. Seperti ekstasi, menuntut Anda memuaskannya. Dari mencuri hanya beberapa juta rupiah, sampai Rp1 miliar, lalu puluhan, hingga ratusan miliar, dan triliunan rupiah.Kebahagiaan materi dikejar, tak ada hentinya,barangbarang yang semula Anda upayakan dengan bersusah payah, kini tak lagi mampu membuat Anda bahagia. Anda pun memerlukan materi-materi yang lebih besar dan lebih bertenaga lagi untuk menumbuhkan semangat kebahagiaan.Tetapi,setelah didapat, Anda begitu cepat terpuaskan. Anda beradaptasi begitu cepat.

Berbagi, Sumber Kebahagiaan

Akhir tahun lalu sejumlah peneliti menemukan hasil penelitian lain yang dianggap melengkapi teori ini.Berdasarkan studi longitudinal terhadap 60.000 responden di Jerman, para peneliti menemukan tingkat kebahagiaan dan kepuasan manusia dewasa memang dapat berubah-ubah sepanjang tahun. Namun, apa yang membuat kebahagiaan mereka naik atau turun ternyata cukup menarik untuk direnungi oleh Anda yang sibuk mengejar materi. Responden orang-orang dewasa berusia antara 25-64 tahun yang diikuti selama 20 tahun itu mengalami pasang surut kebahagiaan.

Dan kebahagiaan itu ternyata bukan ditentukan oleh punya atau tidak punya materi, melainkan ditentukan oleh karakter dari partner Anda, tujuan kehidupan yang Anda pilih, prioritas hidup, gap antara bekerja dan menikmati, dan adopsi terhadap gaya hidup sosial. Ini berarti kebahagiaan Anda sangat ditentukan oleh seperti apa orang yang menjadi pendamping Anda,bukan oleh luas tanah, jenis, dan jumlah mobil yang bisa dimiliki, atau kekayaan lain.

Semakin bermasalah pasangan Anda, semakin terganggu kebahagiaan Anda. Namun, yang lebih penting lagi sebenarnya adalah prioritas personal yang Anda ambil dari keberadaan materi yang Anda kumpulkan. Apakah materi-materi dicari sematamata untuk dinikmati sendiri atau untuk dinikmati banyak orang? Menjadikan benda-benda duniawi sebagai koleksi pribadi dan cerminan prestasi diri dapat cepat membuat Anda merasa bosan dan kembali tidak puas.

Orang-orang yang bisa berbagi dan berorientasi hidup pada kebahagiaan orang lain akan lebih berbahagia. Sama halnya dengan gap antara bekerja dan menikmati. Sepanjang jarak antara waktu yang dimiliki begitu kecil, semua yang didapat akan menjadi sia-sia. Orang-orang yang berbahagia adalah orang yang mempunyai waktu untuk bekerja dan menikmatinya. Bila gap-nya kurang dari tiga jam, Anda bisa-bisa terperangkap pada hedonic treadmill.

Jadi, buat apa bersusah payah memiliki vila di daerah sejuk, perpustakaan pribadi yang lengkap, rumah dengan kolam renang yang luas, atau dua Ferrari jika tidak pernah memberi kebahagiaan tiada henti? Bukankah memperbaiki sepuluh rumah orang miskin atau memberi beasiswa pada kaum duafa lebih membahagiakan ketimbang hanya melihat benda mati teronggok diam di garasi? Juga lebih membahagiakan membuat perpustakaan yang dibaca banyak kanak-kanak daripada hanya membuat kita kesepian dan ketakutan buku dicuri orang? _

RHENALD KASALI

Baca Selengkapnya......

Rabu, 13 April 2011

Hubungan Pernikahan Jarak Jauh

Bukannya mengompori untuk bertambah khawatir, namun tulisan ini
bermaksud mengingatkan pada diri sendiri untuk senantiasa menjaga tim
yang kompak, yaitu keluarga kita nan sakinah. Mencegah adalah selalu
lebih baik dari pada mengobati, menjaga izzah keluarga selalu lebih baik dari pada memperbaiki segaris noktah.

Cerita tentang Pak Hasan, ikhwan yang sholeh, berkarir bagus
namun tetap sederhana dan bersahaja, tapi harus nge-kos sendirian di
Jakarta si kota macet. Istrinya punya karir lain di kota tetangga,
sekitar 3 atau 4 jam dari Jakarta, sang istri bersama dua anak mereka
selalu menjaga keceriaan keluarga, meskipun Pak Hasan hanya bisa
berkumpul seminggu sekali atau kadang-kadang hanya tiga kali dalam
sebulan.

Yang namanya hubungan jarak jauh, komunikasi yang terjalin pasti tak
selengket saat berdekatan. Apalagi kalau masing-masing pihak teramat
sibuk, yang kemudian frekuensi jadwal saling telpon atau 'video-call-an'
juga berkurang. Itulah yang terjadi pada Pak Hasan dan sang istri. Yang
selanjutnya dikarenakan meremehkan suasana mesra itulah, maka perlahan
tapi berterusan, datanglah godaan demi godaan sebagai pengganggu
keutuhan keluarga.

Godaan awal adalah dari anak kos si induk semang Pak Hasan, gadis
yang rajin membantu membersihkan kamarnya itu sesekali melirik dan
tersenyum kecil yang selanjutnya bersikap 'menggoda iman'. Namun Pak
Hasan berusaha terus menguatkan hatinya, ia pun makin berupaya memerangi
godaan, setiap ada waktu cuti dan weekend, kalau dia tak bisa pulang ke kota keluarganya, maka sang istri dan anak-anak yang berlibur ke Jakarta.

Tapi namanya juga godaan, makin tinggi ranting berbunga, makin
kencang angin menghembuskan sepoinya. Anak-anak kian berkembang, anak
Pak Hasan makin sibuk, ada banyak kegiatan di akhir minggu. Juga
istrinya, makin harus bijak mengatur pengeluaran rumah tangga, tidak
bisa jor-joran mengeluarkan dana ke Jakarta melulu. Pak Hasan
pun tak punya celah untuk pindah ke bagian lain di kantornya, misalnya
jika pindah ke divisi lain, maka pindah ke kota keluarga. Begitu pun
sang istri, dia merasa harus bertahan dengan kondisi sedemikian,
istrinya tak dapat pindah kerja pula ke Jakarta, pun tak mau mengalah
untuk resign sehingga berkumpul dengan suami.

Yah, setiap rumah tangga punya rahasia perusahaan masing-masing,
punya prioritas tujuan masing-masing, maka punya jalan bahtera
masing-masing, yang orang lain hanya dapat menjadi pengamat amatiran
saja, melihat dari kejauhan tanpa perlu mencari detail urusan rahasia
keluarga tersebut.

Suatu kali, Pak Hasan pindah kos-an, kemungkinan beliau menghindari
godaan yang lebih dahsyat dari anak si empunya rumah tersebut.

Namun di lain waktu, tiba-tiba terdengar berita bahwa Pak Hasan dan istrinya akan bercerai. Waduh, what's wrong?
Berita seperti itu pasti menyedihkan. Semua orang dekat mereka sangat
iba, dan merasa tak rela jika keluarga mereka tak utuh lagi. Sedikit
demi sedikit terkuaklah cerita pengakuan Pak Hasan yang dulu sempat
dimuat di surat kabar kota tersebut, bahwa akhirnya ada godaan lain yang
menjerumuskannya pada perzinahan.
Naudzubillahi minzaliik.

Dalam cerita beliau, suatu hari sepulang kerja, ia dan rekan-rekan
kantornya yang semuanya pria, pulang bersama dalam satu mobil milik
seorang teman. Mereka berenam, rencananya akan mencari warung makan,
barulah pulang ke rumah masing-masing. Tapi, saat kemacetan parah
sekali, mobil susah jalan, seusai hujan deras, banjir dimana-mana.
Mereka sudah kelaparan, makanya segera mencari warung makan terdekat,
dan warung makan tersebut ternyata jaraknya sangat dekat dengan 'panti
pijat langganan' teman-temannya.

Seumur hidupnya, baru kali itu Pak Hasan memasuki panti pijat,
mereka berenam menikmati teh hangat disana usai makan malam. Entahlah
ada unsur kesengajaan atau tidak, yang jelas satu-satunya pria yang
belum pernah kesana di antara enam orang tersebut, hanyalah Pak Hasan.
Dan dengan kenyamanan suasana yang diciptakan di ruangan tersebut,
satu-persatu temannya berpisah-pisah ruangan, diurusi oleh
perempuan-perempuan 'tukang pijat', Pak Hasan ikut disiapkan dan
ditraktir 'pijatan' oleh salah satu teman. Tak usahlah terlalu jauh
membayangkannya, malam itu, benteng pertahanan diri Pak Hasan hancur
lebur, ia ikut terseret 'kenikmatan pijat plus-plus' sebagaimana
teman-temannya.

Dan peristiwa seperti itu pun akhirnya "jadi langganan", yang tadinya
seorang Hasan adalah sosok suami yang menjaga pandangan, menjaga mata,
lisan, dan indera lainnya, ternyata dapat berbalik menjadi pelanggan
setia di panti pijat tersebut.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah SAW
bersabda, "Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada
hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan
bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang
pendusta, dan orang miskin yang sombong," (HR.Muslim).

Salah satu dosa besar yang mengerikan, Pak Hasan sudah memahami hal
itu, maka ia pun terbuka diri mengakui perbuatannya tatkala memiliki
waktu yang tepat untuk bercerita dengan sang istri. Hingga gelegar
pengakuan itu membuat sang istri menginginkan perceraian, perih.

Kita tak perlu membahas rumah tangga mereka lebih jauh, tapi hikmah
yang bisa kita petik adalah kekompakan suami istri memang harus selalu
ada dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Kekompakan itu tak hanya
seminggu sekali, tak cuma menikmati weekend, tak hanya belanja bareng, namun harus ada di setiap suasana, terutama suasana menge-charge ruhiyah.

Adalah sosok Mas Angga, yang pernah beberapa kali harus dinas berbeda
kota atau beda negara dengan kota tempat tinggal keluarga, sedari awal
menikahi istrinya, ia ajak untuk 'kompak bersama', "Saya gak mau kita pisah-pisah, dinda… terpisah dua dapur, dua tempat, apalagi pisah dengan anak-anak…", ujarnya,
maka sang istri harus berpindah kuliah beberapa kali, Mas Angga lebih
rela menghabiskan uang untuk ongkos pesawat ketika istrinya harus sibuk
ujian atau menyelesaikan urusan kuliah. Mas Angga juga pernah harus
berada tiga setengah bulan di Afrika, sementara sang anak dan istri di
Bangkok, dan Mas Angga menelepon setiap hari, bahkan tiga kali sehari,
bagaikan jadwal minum obat. Ada saja hal yang diobrolkan, serasa sulit
menutup gagang telepon saking beratnya berjauhan dari keluarga.

Ketika ada perusahaan yang 'memaksanya' meninggalkan keluarga lebih
lama hingga dua tahun dengan 'hanya' dijadwalkan pulang per-tiga bulan,
maka Mas Angga rela resign dari perusahaan tersebut, meskipun
diiming-imingi bonus nominal yang banyak. Rezeki Allah SWT Maha Luas,
masih banyak perusahaan yang memiliki peraturan lebih manusiawi, masih
ada pengusaha yang professional bekerja sama dengan karyawan-karyawan
meskipun berbeda bangsa. Bahkan pernah suatu kali saat berjauhan, Mas
Angga ngotot menelepon sang istri sampai 'missed-call' 79 kali, ia sangat khawatir kenapa hp itu tak diangkat. Padahal ternyata hp tersebut di-silent
tak sengaja oleh sang balita. Perhatian yang kecil seperti itu
sangatlah bermakna, setiap rumah tangga suatu waktu mengalami ujian
hubungan jarak jauh ini. Dan lagi-lagi, tak masalah berapa kali kita
diuji akan frekuensi waktu tak bersua, namun yang bermasalah adalah jika
kekompakan berkomunikasi itu mulai luntur.

Tatkala lunturnya kekompakan berkomunikasi, pasti godaan-godaan
datang, dan inilah pintu setan yang hadir dalam suatu rumah tangga.
Kalaupun suami dan istri terbiasa meluruskan niat dan menata hati setiap
saat, terbiasa sholat berjama'ah dan saling melayani di berbagai momen,
namun ketika berjauhan dengan tahap datangnya godaan itu, ada
pihak-pihak lain yang memanfaatkan situasi, yang pada saat itu justru
sinyal-sinyal cinta pasutri malah bisa makin memudar. Bagaikan
perceraian yang telah terjadi pada Bik Inem yang TKW di negeri jiran,
ex-suaminya bertani di kampung halaman, di tanah sunda. Tak menyangka
alasannya sama dengan banyak kisah TKW lain, sang suami berselingkuh
dengan tetangga sendiri tatkala sering bersama-sama di sawah, bahkan
uang tabungan Bik Inem yang menurut laporan telah dibelikan bahan
bangunan buat renovasi rumah mereka, ternyata raib dipergunakan untuk
hal lain.

Acungan jempol buat ummahat senior-senior saya, ada yang rela menunda kuliah lanjutan bea-siswanya, ada yang resign
dari perusahaan tempatnya meniti karir, demi prioritas keluarga,
mendukung penuh sang suami ketika harus mengais nafkah di negeri lain,
dalam tugas berat memimpin rumah tangga.

Satu nasehat penting yang selalu disematkan pada ceramah di acara resepsi pernikahan kita, Bahwa Allah ta'ala mengingatkan, "Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan
apa yang diperintahkan."(QS. At-Tahrim [66]:6).

Suami adalah pakaian bagi sang istri, begitu pun sebaliknya, istri
merupakan pakaian bagi suaminya. Penutup aurat, perhiasan diri serta
sumber ketentraman dan kesenangan berumah tangga adalah makna fungsi
pakaian tersebut. Maka, jagalah pakaianmu, teman…

Wallohu 'alam bisshowab.

Baca Selengkapnya......

Senin, 11 April 2011

Bank Indonesia Milik Siapa?

Bank Indonesia Milik Siapa?

Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara

Bank-bank sentral adalah perusahaan swasta yang diberi hak monopoli mencetak
uang. BI milik siapa?

Kebanyakan orang, warga negara di hampir semua negara nasional di dunia ini,
tidak memahami bahwa mata uang kertas yang mereka pakai di negaranya
bukanlah terbitan pemerintah setempat. Hak monopoli penerbitan uang kertas
diberikan kepada perusahan-perusahaan swasta yang menamakan dirinya sebagai
"bank sentral". Sebelum ada bank sentral sejumlah bank swasta menerbitkan
nota bank yang berlaku sebagai alat tukar tersebut. Dimulai di Inggris,
dengan kelahiran Bank of England, hak menerbitkan uang kertas itu mulai
diberikan hanya kepada satu pihak saja. Memang, kebanyakan bank sentral itu
melabeli dirinya dengan nama yang berbau-bau nasionalisme, sesuai negara
masing-masing.

Bank Sentral Milik Keluarga-Keluarga

Marilah kita ambil bank sentral paling berpengaruh saat ini, yaitu Federal
Reserve AS, yang menerbitkan dolar AS. Saham terbesar Federal Reserve of
America ni dimiliki oleh dua bank besar, yaitu Citibank (15%) dan Chase
Manhattan (14%). Sisanya dibagi oleh 25 bank komersial lainnya, antara lain
Chemical Bank (8%), Morgan Guaranty Trust (9%) , Manufacturers Hannover
(7%), dsb. Sampai pada tahun 1983 sebanyak 66% dari total saham Federal
Reserve AS ini, setara dengan 7.005.700 saham, dikuasai hanya oleh 10 bank
komersial, sisanya 44% dibagi oleh 17 bank lainnya.

Bahkan, kalau dilihat dengan lebih sederhana lagi, 53% saham Federal Reserve
AS dimilik hanya oleh lima besar yang disebutkan di atas. Bahkan, kalau
diperhatikan benar, saham yang menentukan pada Federal Reserve Bank of New
York, yang menetapkan tingkat dan skala operasinya secara keseluruhan berada
di bawah pengaruh bank-bank yang secara langsung dikontrol oleh 'London
Connection', yaitu, Bank of England, yang dikuasai oleh keluarga Rothschild.

Sama halnya dengan bank-bank sentral di berbagai negara lain, namanya berbau
nasionalis, tapi pemilikannya adalah privat. Bank of England, sudah
disebutkan sebelumnya, bukan milik rakyat Inggris tapi para bankir swasta,
yang sejak 1825 sangat kuat di bawah pengaruh satu pihak saja, keluarga
Rothschild. Pengambilalihan oleh keluarga ini terjadi setelah mereka
mem-bail out utang negara saat terjadi krisis di Inggris. Deutsche Bank
bukanlah milik rakyat Jerman tapi dikuasai oleh keluarga Siemens dan Ludwig
Bumberger.

Sanghai and Hong Kong Bank bukan milik warga Hong Kong tapi di bawah kontrol
Ernest Cassel. Sama halnya dengan National Bank of Marocco dan National Bank
of Egypt didirikan dan dikuasai oleh Cassel yang sama, bukan milik kaum
Muslim Maroko atau Mesir. Imperial Ottoman Bank bukan milik rakyat Turki
melainkan dikendalikan oleh Pereire Bersaudara, Credit Mobilier, dari
Perancis. Demikian seterusnya.

Jadi, 'Bank-bank Nasional' seperti ini, sebenarnya, adalah sindikat keuangan
inter-nasional, modal 'antar-bangsa' yang secara riel tidak ada dalam bentuk
aset nyata (specie) apa pun, kecuali dalam bentuk angka-angka nominal di
atas kertas atau byte yang berkedap-kedip di permukaan layar komputer.
Bank-bank ini sebagian besar dimiliki oleh keluarga-keluarga yang sebagian
sudah disebutkan di atas.

Utang-utang yang mereka berikan kepada pemerintahan suatu negara tidak
pernah diminta oleh rakyat negara tempat mereka beroperasi tapi dibuat oleh
pemerintahan demokratis yang mengatasnamakan warga negara. Mereka, para
bankir ini, adalah orang-orang yang tidak dipilih, tak punya loyalitas
kebangsaan, dan tidak akuntabel, tetapi mengendalikan kebijakan paling
mendasar suatu negara. Dan, setiap kali mereka menciptakan kredit, setiap
kali itu pula mereka mencetak uang baru dari byte komputer belaka.

Bank Indonesia Milik Siapa?

Kalau bank-bank sentral di negeri-negeri lain milik keluarga tertentu yang
tidak memiliki loyalitas kebangsaan, siapakah yang memiliki Bank Indonesia?

Ini adalah pertanyaan valid yang seharusnya kita ajukan sebagai warga negara
Republik Indonesia. Kita tahu, rupiah pun diterbitkan oleh BI, sebagai pihak
yang diberi hak monopoli untuk itu. Kita tidak pernah diberitahu siapa
pemegang saham BI. Tapi, marilah kita tengok sejarah asal-muasal bank
sentral di Indonesia ini.

Begitu Indonesia dinyatakan merdeka, para pendiri republik baru ini,
menetapkan BNI 1946 sebagai bank sentral, dan menerbitkan uang kertas
pertamanya, yaitu ORI (Oeang Repoeblik Indonesia), dengan standar emas,
setiap Rp 10 didukung dengan 2 gr emas. Ini artinya rupiah dijamin 1/5 gram
emas per 1 rupiah.

Tapi, ketika Ir Soekarno dan Drs M Hatta menyatakan kemderdekaan RI,
Pemerintah Kolonial Belanda tidak mengakuinya, apalagi menyerahkan
kedaulatan republik baru ini. Belanda mengajukan beberapa syarat untuk
dipenuhi, dan selama beberapa tahun terus mengganggu secara milter, dengan
beberapa agresi KNIL. Akhirnya, sejarah menunjukkan pada kita, terjadilah
perundingan itu, 1949, dengan nama Konferensi Meja Bundar (KMB).

Melalui Konferensi Meja Bundar (KMB), 1949, disepakatilah beberapa kondisi
pokok agar RI dapat pengakuan Belanda.

Pertama, penghentian Bank Negara Indonesia (BNI) 1946 sebagai bank sentral
republik, dan digantikan oleh N.V De Javasche Bank, sebuah perusahaan swasta
milik beberapa pedagang Yahudi Belanda, yang berganti nama menjadi Bank
Indonesia (BI).

Kedua, dengan lahirnya bank sentral baru itu pencetakan Oeang Republik
Indonesia (ORI), sebagai salah satu wujud kedaulatan republik baru itu
dihentikan, digantikan dengan Uang Bank Indonesia (direalisasikan sejak
1952).

Ketiga, bersamaan dengan itu, utang pemerintahan kolonial Hindia Belanda
sebesar 4 miliar dolar AS kepada para bankir swasta itu tentunya -
diambilalih dan menjadi "dosa bawaan" republik baru ini.

Kondisi ini berlangsung sampai pertengahan 1965, ketika Bung Karno menyadari
kuku-kuku neokolonialisme yang semakin kuat mencenkeram bangsa muda ini.
Maka, Agustus 1965, Bung Karno memutuskan menolak kehadiran lebih lama IMF
dan Bank Dunia di Indonesia, bahkan menyatakan merdeka dari Perserikatan
Bangsa Bangsa. Sebelumnya, antara 1963-1965, Presiden Soekarno telah
menasionalisasi aset-aset perusahaan-perusahaan Inggris dan Malaysia, serta
Amerika; sebagai kelanjutan dari pengambilalihan aset-aset perusahaan
Belanda, pada masa 1957-1958.

Tapi Bung Karno harus membayar mahal tindakan politik penyelamatan bangsa
Indonesia dari kuku neokolonialisme ini: Ir Soekarno harus enyah dari
Republik ini, dan itu terjadi 1967, dengan naiknya Jenderal Soeharto sebagai
Presiden RI ke-2. Dengan enyahnya Ir Soekarno, neokolonialsme bukan saja
kembali, tetapi menjadi semakin kuat. Tindakan pertama Jenderal Soeharto,
1967, adalah mengundang kembali IMF dan Bank Dunia, dan kembali menundukkan
diri sebagai anggota PBB.

Nekolonialisme Berlanjut

Berkuasanya Orde Baru, di bawah Jenderal Soeharto, menjadi alat kepanjangan
neokolonilaisme melalui pemberian 'paket bantuan pembangunan'. Untuk dapat
'membangun', bagi bangsa-bangsa 'terbelakang, miskin dan bodoh, dalam
definisi baru sebagai "Dunia Ketiga"' yang baru merdeka ini, tentu
memerlukan uang. Maka disediakankan 'paket bantuan', termasuk sumbangan
untuk mendidik segelintir elit, tepatnya mengindoktrinasi mereka, dengan
'ilmu ekonomi pembangunan', 'manajemen pemerintahan'; plus 'pinjaman lunak,
bantuan pembangunan', lewat lembaga-lembaga keuangan internasional (dengan
dua lokomotifnya yakni IMF, Bank Pembangunan/Bank Dunia).

Kepada segelintir elit baru ini diajarkanlah ekonomi neoklasik, dengan model
pembiayaan melalui defisit-anggaran-nya, dengan teknik Repelita bersama
mimpi-mimpi elusif Rostowian-nya (teori Tinggal Landas yang terkenal itu),
sebagai legitimasi dan pembenaran bagi utang negara yang disulap menjadi
'proyek-proyek pembangunan' dan diwadahi dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara). Untuk hal-hal teknis para teknokrat tersebut, kemudian
'didampingi' oleh para konsultan spesial para economic hit men sebagaimana
dipersaksikan oleh John Perkins itu. Semuanya, dilabel dengan nama indah,
'Kebijakan dan Perencanaan Publik'.

Maka, utang luar negeri Indonesia yang hanya 6.3 milyar dolar AS di akhir
masa Soekarno (dengan 4 miliar dolar di antaranya adalah warisan Hindia
Belanda tersebut di atas), ketika Orde Baru berakhir menjadi 54 milyar dolar
AS (posisi Desember 1997). Lebih dari sepuluh tahun sesudah Soeharto lengser
utang luar negeri kita pun semakin membengkak menjadi lebih dari 150 milyar
dolar AS. Kita tahu, jatuhnya Jenderal Soeharto, adalah akibat "krisis
moneter", yang disebabkan oleh kelakuan para bankir dan spekulan valas.
Tetapi, rumus klasik dalam menyelesaikan "krisis moneter" adalah bail out,
yang artinya pemerintah atas nama rakyat harus melunasi utang itu.
Ironisnya, langkahnya adalah dengan cara mengambil utang baru, dari para
bankir itu sendiri!

Dan, bayaran untuk itu semua, dari ironi menjadi tragedi, adalah republik
ini kini sepenuhnya dikendalikan oleh para bankir. Melalui letter of intent
seluruh kebijakan pemerintahan RI, tanpa kecuali, hanyalah menuruti semua
yang ditetapkan oleh para bankir. Dua di antaranya yang terkait dengan bank
sentral dan kebijakan uang adalah:

Mulai 1999, Bank Indonesia, yang semula adalah De Javasche Bank itu, telah
sama sekali dilepaskan dari Republik Indonesia. Gubernur BI bukan lagi
bagian dari Kabinet RI. Ia tidak lagi harus akuntabel kepada rakyat RI.

Mulai 2011 melalui UU Mata Uang (kalau disahkan) Bank Indonesia dilegalisir
sebagai pemegang hak monopoli menerbitkan uang kertas di Indonesia. Dan
bersamaan dengan ini dilakukan kriminalisasi atas pemakaian mata uang lain
sebagai alat tukar di Republik Indonesia. Dengan kemungkinan pengecualian
atas mata uang kertas tertentu, yang bisa kita duga maksudnya, tentu saja
adalah dolar AS.

Dolar Hong Kong diterbitkan oleh Bank-Bank Swasta

Kalau para wakil rakyat di DPR, yang kini tengah merampungkan UU Mata Uang,
tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti semua konstelasi ini, warga
Republik ini harus memahaminya. Dan, sebagai warga negara yang mengerti,
kita memiliki hak asasi dan hak konstitusional untuk mengambil keputusan
sendiri.

Baca Selengkapnya......

Rabu, 06 April 2011

Nasihat Sederhana dari Bunda


Suatu pagi seorang gadis berkata pada Ibunya:
"Bunda ku sayang.., engkau selalu terlihat cantik, aku ingin sepertimu, beritahulah aku resepnya..."

Dengan tatapan dan senyum, sang bunda pun menjawab dengan perlahan:

"Untuk Bibir yg Menarik, Ucapkanlah hanya perkataan2 yang baik...

Untuk Pipi yang Lesung, Tebarkanlah Senyum Ikhlas mu di manapun engkau berada...

Untuk Mata Indah Menawan, Lihatlah selalu Kebaikan orang lain...siapapun itu

Untuk Tubuh yang Langsing, Sisihkan Makanan mu bagi fakir miskin...

Untuk Jemari Tangan yang Lentik Menawan, Hitunglah Dosa mu, dan Pujianmu untuk Sang Maha Pencipta....

Untuk Wajah Putih Bercahaya, Basuhlah Muka-mu sering2 dengan air yang suci dan bersih yaitu wudhu...

Anakku sayang....
Kecantikan FISIK pasti akan segera pudar oleh waktu, tetapi kecantikan PERILAKU TIDAK akan pernah pudar, meskipun oleh kematian..

CANTIK kanlah hatimu...ia akan terus menerus berpendar2 cahaya-nya...walaupun cantik wajahmu telah lama meredup...

Baca Selengkapnya......

Arti Lagu Gundul Gundul Pacul

Masih ingat lagu "Gundul-gundul Pacul"?

"Gundul gundul pacul-cul, gembelengan.Nyunggi nyunggi wakul-kul, gembelengan.Wakul ngglimpang segane dadi sak latar... 

Tembang Jawa ini konon diciptakan tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yg dalam dan sangat mulia.

Kalau ada yg belum tau ini artinya :

Gundul: adalah kepala plonthos  tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.

Sedangkan pacul: adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. 

Pacul: adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani. 

Gundul pacul artinya: bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya. 

Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (empat yang lepas).

Artinya bahwa: kemuliaan seseorang akan sangat tergantung 4 hal, yaitu: bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
2.Telinga digunakan untuk mendengar nasehat. 
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.
Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.

Gembelengan artinya: besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.

GUNDUL2 PACUL CUL artinya orang yang dikepalanya sdh kehilangan 4 indera tersebut yang mengakibatkan sikap berubah jadi GEMBELENGAN (= congkak). NYUNGGI2 WAKUL KUL (menjunjung amanah rakyat) selalu sambil GEMBELENGAN (= sombong hati), akhirnya WAKUL NGGLIMPANG (amanah jatuh gak bisa dipertahankan) SEGANE DADI SAK LATAR (berantakan sia2, tak bisa bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat).....

Baca Selengkapnya......

Minggu, 27 Maret 2011

Surga Dan Neraka


Dari Kulaib bin Hazim r.a. ia berkata, “Aku mende¬ngar Rasulullah Saw bersabda: “Hai orang-orang, capailah surga dengan jerih payahmu dan jauhilah neraka dengan jerih payahmu, karena tidaklah tidur siapa yang menuntut surga dan tidaklah tidur siapa yang menjauhi neraka. Sesungguhnya surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak menyena...ngkan (larangan-larangan) dan neraka itu dikelilingi oleh kelezatan dan syahwat. Janganlah kalian dilalaikan dari menuntut akhirat (surga).” Dalam hadis lain dari Abi Said Al-Khudri, Nabi Saw, bersabda: “Juru panggil berseru ketika penghuni surga masuk surga,” sudah tiba waktunya kalian hidup terus serta tidak bisa mati, tiba waktunya kalian sehat serta tidak bisa sakit selamanya, tiba waktunya kalian menjadi muda serta tidak bisa tua selamanya, dan tiba waktunya kalian bersenang-senang serta tidak bisa sengsara selamanya. “ Itu adalah makna firman Allah Ta’ala: “Dan diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang diberikan kepada kalian sebagai balasan perbuatan yang kalian lakukan. “ Dari Abi Hurairah r.a. ia berkata, “Rasulullah Saw bersabda: “Allah Ta’ala berfirman, “Di surga kusediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh segala yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas pada hati manusia. “

Allah Ta’ala berfirman: “Tidaklah manusia mengetahui apa yang dirahasia¬kan bagi mereka berupa kegembiraan sebagai balasan bagi apa yang mereka lakukan.” Diriwayatkan dari Mughirah bin Syu’bah, bahwa Nabi Saw bersabda, “Musa berkata kepada Tuhannya, “Wahai Tuhanku, beritahulah aku tentang orang terakhir yang ma¬suk surga, berapa bagian yang diperolehnya dari surga?” Allah Ta’ala menjawab, “Hai Musa tidaklah tinggal di neraka seorang muslim melainkan satu orang yang Ku¬keluarkan dari rahmat-Ku lalu ia berdiri di pintu surga dan Kukatakan, “Masuklah ke dalam surga.” Orang itu berkata, “Bagaimana aku bisa masuk surga sedangkan orang-orang telah menempati kedudukan-kedudukan dan mendapatkan derajat mereka sehingga aku tidak mendapatkan sesuatu apa pun dan tidak mendapatkan tempat?” Aku bertanya, “Hai hambaKu, apakah kau rela mendapat tempat di surga sebesar kerajaan dari dua raja di dunia?” Orang itu menjawab, “Aku rela.” Kukatakan kepadanya, “Masuklah ke dalam surga dan engkau akan mendapat beberapa kali lipat dari itu.” Allah memberihya sebesar kerajaan dari empat raja di dunia. Sifat surga terlalu banyak untuk bisa dihitung, namun harus pula diceritakan tentang neraka. Berkata Anas bin Malik, “Ketika turun ayat, “Sesungguhnya neraka adalah tempat yang dijanjikan bagi mereka semua.” Rasulullah Saw menangis dan menangis pula sahabat-sahabatnya lantaran tangis itu. Mereka tidak tahu apa yang dibawa oleh Jibril serta tidak seorang pun yang mampu bertanya kepada beliau. Nabi Saw apabila melihat Fatimah gembira, beliau pun merasa gembira. Abdurrahman bin Auf pergi untuk menemui Fatimah di rumahnya seraya berkata, “Assalamu alai¬kum, wahai putri Rasulullah.” Fatimah menjawab, “Wa alaikum salam.” Fatimah bertanya, “Siapakah engkau?” Abdurrahman menjawab, “Abdurrahman bin Auf.” Fatimah bertanya, “Hai putera Auf, ada apa kau datang?” Abdurrahman menjawab, “Kutinggalkan Nabi Saw sedang menangis dalam keadaan sedih dan aku tidak tahu apa yang dibawa oleh Jibril a.s. Fatimah berkata, “Pergilah engkau, sebentar lagi aku akan menjumpai Nabi Saw. Barangkali beliau memberita¬hu aku tentang apa yang dibawa Jibril.” Fatimah memakai baju usang yang ditambal dengan dua kurma di dua belas tempat. Tatkala Umar melihat, ia memegang kepala seraya berkata, “Alangkah sedih putri Rasulullah Saw memakai baju katun yang sudah usang serta bertambal daun kurma di dua belas tempat.” Tatkala Fatimah menemui Rasulullah Saw beliau bertanya, “Ya Rasulullah Saw, tidakkah engkau lihat bahwa Umar merasa heran melihat pakaianku?” Demi Allah yang telah mengutusmu dengan kemuliaan, aku dan Ali tidak mempunyai tempat tidur sejak lima tahun kecuali kulit kibas, yang di waktu siang untuk alas makanan unta kami, sedang di waktu malam kami hamparkan, sementara bantal kami, terbuat dari kulit masak yang di dalamnya berisi daun kurma.” Apakah yang telah membuat engkau menangis?” Nabi Saw menjawab, “Bagaimana aku tidak menangis sedang Jibril telah datang membawa ayat ini.” (lihat ayat tersebut di atas). Diceritakan dari Mansur bin Amar, ia berkata, “Aku berjalan di salah satu jalan di Kufah pada suatu malam yang geiap, untuk suatu keperluan. Di tengah malam, dari sebuah rumah tiba-tiba ku dengar suara Tuhanku demi kegagahan dan keagungan-Mu,aku tidak ingin menentang¬Mu dengan maksiatku. Bukanlah aku tidak mengenal-Mu ketika berbuat maksiat melainkan dosa yang menimpaku, takbir-Mu yang menutupiku dan kesengsaraan membuatku melakukan maksiat dengan kebodohanku.” Sekarang aku mengharap dari keutamaan-Mu agar menerima alsanku. Jika Engkau tidak memaafkan dan tidak kasihan padaku, alangkah lamanya kesedihanku dan siksaan-Mu. “ Saat ia terdiam dibacakan satu ayat dari Kitab Allah: “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya berasal dari manusia dan batu, yang mengurusinya adalah malaikat-malaikat yang bengis dan keras tidak mendurhaka kepada Allah atas apa yang diperintahkan kepada mereka dan mereka kerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka.” Kudengar teriakan keras, keributan, serta gerakan. Kemudian tenanglah-gerakan itu, sesudahnya tidak kudengar sesuatu apa pun. Usai menyelesaikan keperluan, aku kembali ke tempatku. Ketika tiba waktu pagi, aku kembali ke tempat tersebut, kudengar suara tangis dan kulihat orang-orang pada berta’ziyah. Ternyata, seorang perempuan tua Ibu si mayit sedang menangis, dan berkata, “Semoga Allah tidak memberi kebaikan kepada pembunuh anakku, dengan membaca ayat yang menyebutkan siksaan ketika sedang salat.” Mendengar ayat itu, berpengaruh pada hatinya ia pun jatuh mati. Berkata Mansur bin Amar, “Pada malam itu kulihat orang tersebut dalam mimpi dan kukatakan padanya, “Apakah yang dilakukan Allah terhadapmu?” Orang itu menjawab, “Allah memperlakukan aku sebagai syuhada.” Aku bertanya, “Bagaimana bisa terjadi demikian?” 0rang itu menjawab, “Mereka terbunuh dengan pedang orang kafir, sedangkan aku terbunuh dengan pedang Allah yang Maha Pengampun.” [ Sumber: Kitab Mawa'idul Usfuriyah-Muhammad Bin Abu Bakar Al-Usfuri Hadits 10 ]

Baca Selengkapnya......

Kamis, 24 Maret 2011

Pentingnya Peran Orang Tua terhadap Pemikiran anak dimata Islam


Apakah pernah kita melihat seorang anak kecil menyanyikan lagu dewasa (kayaknya sering deh)?

Apakah pernah kita melihat kisah seorang anak kecil merokok?

Apakah pernah kita melihat seorang anak kecil memaki dan berkata kasar pada orang lain?

Apakah pernah kita melihat anak kecil meminta-minta dijalan (padahal langkah mungilnya tak sebanding dengan laju kendaraan yang tak pernah sepi) dan apakah pernah kita melihat seorang anak kecil yang sedang marah membanting pintu kamarnya keras keras?

Rasa rasanya semuanya pernah kita lihat, baik melihat langsung ataupun melalui televisi. Fenomena apa ini? atau apa yang sebenarnya menyebabkan mereka "pandai" melakukan perbuatan yang "sangat tidak menyenangkan" itu?



Anak adalah peniru yang baik! begitu kata salah seorang bijak, dan hei itu benar. Tanpa sadar terkadang kita mengajarkan hal-hal buruk pada anak. Ketika dia meminta perhatian kita lalu tidak segera direspon, kita mulai mengajarkan sikap acuh padanya. Ketika seorang Ibu tengah memarahi khadimat (pembantu) di depan anaknya karena kelalaian khadimat itu dalam mengerjakan tugasnya, anak diajarkan memaki pada orang lain, arogan dan sadis. Ketika seorang bapak terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan melupakan anaknya, anak mulai belajar tak membutuhkan bapaknya, jadi jangan heran ketika besar nanti dan kita sedang ingin ditemani anak kita, dia akan sibuk dengan teman-temannya.




Tak hanya melihat contoh langsung anak bisa meniru, duhai ibu, duhai ayah, anak juga bisa meniru dari televisi. Membiarkan anak sendirian menonton siaran televisi adalah suatu kesalahan. Kita tidak tahu apa yang telah dia serap, apalagi di masa golden age-nya, masa usia emasnya antara 0-3 tahun ada juga yang bilang 0-8 tahun, masa-masa di mana kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Apapun informasi yang diberikan akan berdampak bagi si anak di kemudian hari. Siaran televisi terkadang mengajarkan kekerasan, sinetron mengajarkan makian dan dendam.



Duhai ibu, kesalahan terbesar kita apabila kita tidak bisa memaksimalkan pendidikan yang terbaik untuknya, Ibu adalah madrasah bagi anaknya, pendidikan tak perlu mahal, dengan menemaninya bermain dengan permainan yang tepat insyaAllah kita akan ikut andil melahirkan asset termahal kita.



Anak adalah peniru yang baik, sebagai orangtua sepatutnya menstimulasi mereka dengan menjadi teladan yang baik. Jika orangtua senang membaca, kemungkinan besar anak pun demikian.



Mari kita didik anak anak kita dengan sebaik-baiknya. Pertama mendidik anak dengan IMAN, untuk menghindari kesia-siaan. Kedua mendidik anak dengan ILMU, untuk menghindari kesalahan, dan ketiga mendidik anak dengan CINTA, untuk mendatangkan kebahagiaan.



Karena anak begitu berharga, amanah yang diberikan oleh Allah pada orang-orang pilihan, merekalah yang kelak akan meringankan dosa dosa kita dengan do'a-do'a yang tak putus dilantunkan, karena malaikat tidak akan pernah bertanya, anak kita sudah bekerja dimana, penghasilannya berapa, prestasi dunianya apa.



Marilah kita belajar dari akhlak Rasulullah terhadap anak kecil. Sejak kecil, Anas ra menjadi khadimat Rasulullah SAW. Hadits ini menggambarkan indahnya akhlak Rasulullah SAW terhadap seorang anak-anak yang bernama Anas ra.

Dari Anas r.a., "Aku telah melayani Rasulullah SAW selama 10 tahun. Demi Allah beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan : 'Mengapa engkau lakukan?' dan pula tidak pernah mengatakan: 'Mengapa tidak engkau lakukan?'"(Hadits Riwayat Bukhari)



Marilah sejenak kita resapi kata kata seorang bijak ini:



Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah

Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian

Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri

Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan

Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan

Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran



"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

(QS. At-Tahrim (66): 6)



Segala puji bagi Allah, kita memuji, memohon pertolongan, serta ampunanNya.

Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu-nafsu kita dan dari kejahatan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang ditunjuki oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tak seorangpun yang bisa menunjukinya.



Semoga bermanfaat

Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda note ini bermanfaat.

Baca Selengkapnya......

Rabu, 23 Maret 2011

Tamasya ke Surga ( Eksistensi Surga )


Eksistensi Surga

Surga itu ada. Diterangkan dengan sangat jelas dalam beberapa keterangan Al-Quran dan hadits Nabi yang semuanya harus kita imani. Golongan Qadariyah dan kalangan Mutazilah beranggapan bahwa surga baru diciptakan kelak di hari akhirat. Ini adalah pendapat yang nyeleneh. Menurut Ahlu Sunnah surga itu telah diciptakan oleh Allah dengan alasan-alasan berikut ini:

1.
Dalam perjalanan miraj Nabi melihat surga (QS. An-Najm: 13-15)
2.
Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Allah memperlihatkan tempat duduk ahli surga atau ahli neraka saat di alam barzah; ruh orang mumin dimasukkan ke dalam surga berwujud burung yang bertengger di pohon surga; Jibril disuruh melihat surga, dll.

Pintu Surga

Keberadaan pintu gerbang surga disebutkan oleh Allah dalam surat Az-Zumar ayat 73. Sedangkan dalam hadits disebutkan bahwa luas pintu surga itu baina Makkata wa Hajaro au Hajaro wa Makkata, seperti jauhnya Makkah ke Hajar (kurang lebih 1160 km). Namun kelak akan berdesak-desakan manusia didepannya. Kunci pembuka pintu surga adalah kalimat syahadah. Jalan menuju padanya hanya satu yakni Islam (QS. Al-Anam: 153).


Walid bin Muslim dari Khalid dari Hasan menyampaikan bahwa pintu-pintu di surga itu transparan bagian dalamnya terlihat luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam (lihat QS. Shaad: 50). Ia bisa diajak bicara, artinya bisa menutup dan membuka sesuai keinginan penghuninya.

Dimanakah Surga?

Di dalam hadits disebutkan bahwa surga itu berada di langit, tempat yang sangat tinggi. Terdiri dari 100 tingkat, setiap 2 tingkat jauhnya seperti langit dan bumi. Dan surga yang tertinggi adalah surga Firdaus. Tapi ada satu tempat yang lebih tinggi dan diperuntukkan bagi satu orang saja, tempat itu disebut Al-Wasilah. Nabi sangat berharap bahwa beliaulah yang akan menempatinya.

Nama-nama Surga

Surga itu bermacam-macam, nama-namanya disebutkan dalam Al-Quran diantaranya adalah: Al-Jannah, Darussalam (negeri sejahtera), Darul Khuldi (negeri kekal), Darul Muqamah (tempat kediaman), Jannatul Mawa (tempat tinggal), Adn, dll.

Orang yang pertama mengetuk pintu Surga

Muhammad saw adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu surga, dan umat beliaulah yang akan pertama kali memasukinya. Ada 70.000 orang yang akan memasukinya tanpa hisab, wajahnya bagaikan rembulan, mereka masuk dengan bergandeng tangan. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang murni ketauhidannya dan senantiasa bertawakkal kepada Allah.

Allah melimpahkan keistimewaan kepada mereka, bahwa setiap 1000 orang dari mereka dapat menyelamatkan 70.000 orang dari neraka, ditambah tiga cidukan Allah azza wa jalla. Subhanallah wallahu akbar.

Gambaran Surga

Tanah dan lumpur surga terbuat dari zafaran, berupa tepung putih beraroma kesturi dan sangat bersih. Cahaya surga itu berwarna putih, bersinar terang, aromanya semerbak. Disana terdapat gedung megah dan sungai-sungai yang mengalir. Ada istri-istri yang cantik jelita, perhiasan-perhiasan yang banyak, tanaman-tanaman, berbagai macam kesenangan dan kenikmatan di tempat yang tinggi. Siapkah Anda memasukinya? Katakan: Insya Allah.

Di surga terdapat Ghuraf yakni bangunan transfaran yang tinggi, diberikan bagi mereka yang baik ucapannya, suka memberi makan, berpuasa dan shalat malam. Juga diberikan kepada orang-orang yang membangun masjid dan tabah menghadapi ujian dan kesedihan.

Setiap mumin mengenal tempat tinggalnya di surga walaupun ia belum pernah melihat sebelumnya. Kondisi fisik orang mumin ketika memasuki surga itu mirip Adam, tingginya 60 hasta, berambut pendek, belum berjenggot, dan matanya bercelak. Tampilannya bagaikan orang berusia sekitar 30 tahun. Allah menjadikannya seperti itu walaupun ia mati dalam keadaan anak-anak atau pun tua renta.

Hidangan pertama penduduk surga adalah sekerat daging dari hati ikan paus dan minumannya adalah salsabila. Setelah itu mereka makan daging sapi jantan.

Menurut riwayat dari Nabi, aroma surga bisa dicium dari jarak 100 tahun. Tapi bagi orang-orang yang membunuh ahli dzimmah, anak-anak durhaka, pemutus hubungan, dan mereka yang menasabkan dirinya pada orang lain, tertutup baginya dari mencium aroma surga tersebut. Naudzubillah

Di surga terdapat pohon Thalhu, bidara yang durinya diganti dengan munculnya buah-buahan yang 1 butirnya memiliki 70 rasa yang berbeda. Ada juga pohon Thuba (QS. Waqiah: 31) yang naungannya sejauh perjalanan selama 100 tahun. Dari kelopak bunga pohon inilah pakaian ahli surga berasal.

Buah-buahan surga itu beraneka ragam layaknya buah-buahan di dunia (QS. Al-Baqarah: 25). Bahkan sabda Nabi menyebutkan bahwa buah-buahan dunia sebenarnya berasal dari surga, hanya saja ia berubah sedangkan buah-buahan di surga tidak berubah sama sekali.

Penduduk surga minum dari sungai-sungai di surga yang hulunya adalah dari surga Firdaus. Buah-buahannya dekat tersaji, mereka mendapatkan apa saja yang diinginkannya. Jika mereka melihat ke arah burung surga den tertarik kepadanya, maka dengan segera burung itu jatuh ke hadapannya dalam kondisi masak dan siap dimakan. Sementara itu 70 piring beragam corak yang berbeda antara satu dengan yang lainnya telah disiapkan. Mereka juga minum dari sungai al-kautsar yang airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Ia adalah minuman campuran jahe.

Tapi, meskipun makan dan minum penduduk surga itu tidak buang kotoran atau kencing. Makanan dan minumannya dikeluarkan melalui keringat dan sendawanya yang harum.

Pakaian ahli surga adalah sundus dan istabraq (sutra bulu halus dan tebal), keluar dari kelopak bunga pohon Thuba dan warnanya bermacam-macam, putih, merah, hijau, kuning, dan hitam. Mereka memakai gelang emas dan perak, mahkota intan berlian yang mutiaranya adalah yakut. Jika manusia di dunia ini melihat pakaian-pakaian tersebut, tentu mereka pingsan karena tidak tahan melihatnya.

Kasur mereka tebal dan empuk. Tempat mereka tinggal berhamparkan permadani yang sangat indah. Ada kemah yang tingginya hingga 60 mil dan setiap sudutnya terdapat istri-istrinya, ada ranjang berderetan yang berhias, bisa merendah ataupun menaik. Tapi ranjang ini bukanlah untuk tidur, karena di surga itu tidak ada tidur sebagaimana dikatakan Nabi: Tidur itu adalah saudara kematian. Ahli surga tidaklah tidur. Bagi mereka disediakan sofa al-arikah, yakni sofa pengantin yang dipaduakan dengan ranjang yang berhias. Di dalamnya mereka dilayani oleh pelayan-pelayan yang senantiasa muda.

Isteri-isteri penghuni surga itu muthahharah, yakni bersih dari haid, ingus, ludah, najis, dan tinja. Mereka disebut al-hur karena senantiasa muda, cantik, kulitnya mulus, bagian hitam matanya sangat hitam dan bagian putihnya sangat putih. Mereka tidak pernah digauli oleh siapapun sebelumnya, dipingit dan selalu perawan. Mereka disebut uruban karena selain cantik juga amat pandai berkomunikasi dan pandai memberikan kepuasan seksual kepada suaminya. Mereka disebut kawaaiba karenamaafamat montok payudaranya. Demikian disebutkan Nabi. Dan disebut huurun iin karena putih kulitnya bagai mutiara. Badan mereka transparan bagaikan yakut. Kamar mereka dari mutiara yakut dan ranjangnya dihias dengan mutiara lulu. Mereka tidak pernah bosan melakukan jima. Lelaki surga tak pernah loyo dan wanita surga tak pernah sakit. Kekuatan mereka dalam berjima adalah 100 kali lipat. Disebutkan oleh Nabi bahwa laki-laki penghuni surga itu dapat berjima dengan 100 perawan dalam
satu petang. Mereka tidak pernah lemas, syahwatnya tidak padam dan farji wanita surga tidak pernah tertutup. Di surga bisa juga terjadi kehamilan jika mereka menghendakinya. Tapi kehamilan, menyusui dan tumbuh berkembangnya itu terjadi dalam sesaat.

Ahli surga diberi 2 orang istri dari wanita dunia dan 70 orang istri dari wanita surga. Tapi wanita dunia itu lebih baik dari wanita surga disebabkan ibadahnya ketika di dunia. Di akhirat nanti wanita yang ketika di dunia pernah memiliki lebih dari 1 suami, boleh memilih mana yang menurutnya terbaik.

Di surga itu ada nyanyian (QS. Rum: 15). Menurut Yahya bin Abu Katsir al-habrah dalam ayat tersebut berarti paduan suara yang merdu. Bukan hanya itu, pohon-pohonan dan gesekan ranting-rantingnya pun menimbulkan suara-suara yang indah. Juga nyanyian bidadari untuk suaminya. Ada pula suara tasbih para malaikat yang demikian merdu.

Penghuni surga juga memiliki kendaraan berupa kuda dari mutiara yakut atau apa saja yang diinginkannya. Mereka saling berkunjung (Ash-Shafat: 50-57), penduduk surga kelas atas berkunjung ke surga kelas bawah. Tapi penduduk surga kelas bawah tidak dapat berkunjung ke surga kelas atas, kecuali mereka yang saling mencintai karena Allah. Jika mereka saling rindu, mendekatlah ranjang-ranjang mereka dan bertemu bernostalgia. Bahasa mereka adalah bahasa Arab. Setiap hari Jumat diselenggarakan pasar gratis, mereka pulang ke rumahnya masing-masing membawa apa saja yang diinginkannya.

Di surga ada juga kenaikan tingkat, yakni bagi mereka yang didoakan oleh anak-anaknya ketika di dunia. Mereka dipertemukan dan dikumpulkan oleh Allah (QS. At-Thur: 21) walaupun tidak sama derajatnya.

Begitulah gambaran sekilas tentang surga berdasarkan kabar yang disampaikan Nabi Muhammad saw.

Untuk siapakah kabar gembira ini?

1.
Orang yang beriman dan beramal shalih (QS. 2: 25)
2.
Wali-wali Allah, orang-orang yang beriman dan bertakwa (QS.Yunus: 62-64)
3.
Orang yang istiqamah dalam menghamba (QS. Fushilat: 30)
4.
Pengikut kebaikan (QS. Az-Zumar: 17-18)
5.
Orang yang beriman, berhijrah dan berjihad (QS. At-Taubah: 20-21)
6.
Orang yang mengindahkan peringatan Allah (QS. Yasin: 11)
7.
Mumin (QS. Al-Ahzab: 45-47)
8.
Syuhada (Ali Imran: 169)
9.
Orang yang berjual beli dengan Allah (QS. At-Taubah: 111)
10.
Orang yang sabar (QS. Al-Baqarah: 155-157)
11.
Orang yang khusyu dalam shalat, menjauhi hal yang sia-sia, muzaki, menjaga farji, amanah (QS. Al-Muminun: 1-11)
12.
Muslim-muslimah yang taat, jujur, sabar, khusyu, bershadaqah, berpuasa, menjaga farj, rajin berdzikir (QS. Al-Ahzab: 35)
13.
Orang yang bertaubat, memuji Allah, melawat, sujud, amar maruf nahi munkar, memelihara hokum-hukum Allah (QS. At-Taubah: 112)
14.
Orang yang berinfaq saat lapang/sempit, menahan amarah, pemaaf, istighfar (QS. Ali Imran: 133-136).
15.
Beriman dan berjihad (QS. Ash-Shaf: 10-13)
16.
Orang yang takut kepada Allah (QS. Ar-Rahman: 46)
17.
Orang yang menahan hawa nafsu (QS. An-Naziat: 40-41)

Kesimpulannya, kabar gembira ini adalah bagi mereka yang beriman, bertakwa, dan beramal ikhlas sesuai petunjuk Rasulullah saw.

Allaahumma innaa nasaluka ridhooka wal jannah, wa nauudzubika min sakhootika wa-nnaar

Yaa Allah kami memohon keridhoan-Mu dan surga, dan kami berlindung dari murka-Mu dan nerakaAmin.

Baca Selengkapnya......

Selasa, 11 Januari 2011

Pertolongan Dari ALLAH SWT


Untuk mencapai pertolonganNya, الله di dalam Al-Qur'an telah meletakkan beberapa resep antara lain :

Pertama, pertolongan الله akan turun, bila iman kita kuat, tahan uji, tidak tergoyahkan oleh godaan apapun. Bila diperdengarkan nama الله, hati kita bergetar, dan bila dibacakan ayat-ayatNya iman kita bertambah. Akhlak kita benar-benar mencermikan keimanan tersebut, tidak mudah mengabaikan ajaran الله. Barang-barang haram kita hindari. Apapun kesulitan hidup yang harus kita hadapi, kita tetap sabar, dengan ketaatan kepada الله. Simaklah janji الله bagi mereka yang imannya kuat " dan adalah kewajiban Kami untuk menolong orang-orang yang beriman " ( QS:30:47 ).

Di sini jelas sekali bahwa orang-orang mukmin yang dimaksudkan adalah mereka yang sungguh-sungguh jujur mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya.

"Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu".(Muhammad : 7)

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz menjelaskan dalam sebuah ceramahnya yang kemudian dibukukan, setelah membawakan ayat 7 Surat Muhammad. Beliau berkata,

"Maka inilah bentuk pertolongan kepada Allah dengan melakukan perintah–perintah Nya dan meninggalkan larangan–larangan Nya dengan keimanan dan keikhlasan kepada Allah serta mentauhidkan-Nya, juga keimanan kepada Rasul-Nya.... Maka menolong agama Allah adalah dengan mentaati Allah, mengagungkan-Nya dan ikhlas kepada-Nya, serta mengharapkan apa-apa yang ada di sisi-Nya, mengamalkan syariat-Nya karena menginginkan pahala darinya dan untuk menegakkan agama-Nya." (Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Asbaabu Nashrillaahi lil Mu'miniin 'alaa A'daa ihim, Daar al Imam Ahmad, Cet. I, 2003 M, terj. Tim Pustaka Ibnu Katsir, Wahai Kaum Muslimin Raihlah Pertolongan Allah, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cet. I, Juli 2005 M, hal. 21).

Kedua, الله berjanji untuk menolong hamba-hambaNya yang bertakwa, menegakkan shalat dan membayar zakat, berjuang menegakkan ajaranNya di bumi. الله berfirman : " ketahuilah bahwa bersama orang-orang yang bertkwa "(QS:9:123).


FirmanNya lagi : " Sesungguhnya الله pasti menolong orang yang enolong agamaNya. Sesungguhnya الله benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa ". (QS:22: 40 ).

"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya."(Ath Thalaq:4)

Berkata lagi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz,
"Jadi, siapa yang menginginkan datangnya pertolongan Allah dan keselamatan bagi agamanya serta menginginkan kesudahan yang baik, maka hendaklah bertakwa kepada Allah, dan bersabar dalam ketaatan kepada-Nya. Juga hendaknya menjauhi larangan–larangan Allah dimana pun dia berada. Inilah sebab–sebab pertolongan Allah padanya…" (Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Asbaabu Nashrillaahi lil Mu'miniin 'alaa A'daa ihim, Daar al Imam Ahmad, Cet. I, 2003 M, terj. Tim Pustaka Ibnu Katsir, Wahai Kaum Muslimin Raihlah Pertolongan Allah, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cet. I, Juli 2005 M, hal. 38).

Berkata Ar–Ruzbary: "Taqwa adalah menjauhkan diri dari apa–apa yang bisa membuat engkau jauh dari Allah." (Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di, Man Al Faiz?, Darul Wathan, Riyadh, Cet. I, 2000 M, Terj. Abdul Khalik, Siapakah Orang yang Beruntung?, Pustaka Laka, Bogor, Cet. I, 2005 M, hal. 57)

Ketiga, الله akan menolong mereka yang sabar menjalani jihad, tidak kenal lelah, dan tidak pernah putus asa. Dalam ( QS:3: 200)

الله berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah, kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kapada الله, supaya kamu beruntung".

Keempat, persaudaraan yang kuat, persatuan hati di antara kita, kokohnya kebersamaan, tidak adanya permusuhan dan saling menjatuhkan, merupakan juga salah satu sebab turunnya pertolongan الله. الله berfirman " Dan taatlah kepada الله dan RasulNya, dan janganlah kamu bertengkar di antara kalian, karena itu akan menyebabkan kegagalan dan hilangnya kekuatan kalian, maka bersabarlah, sungguh الله beserta orang-orang yang sabar " (QS:8:46).

Kelima, Kebersihan hati dari niatan riya', ikhlas semata kepada الله dalam segala perbuatan adalah kunci datangnya pertolongan الله. Bila berbuat baik kepada orang lain, selalu hanya menhrapakan pahala الله dan ridhaNya, tidak perduli apakah orang itu mau mengucapkan terima kasih atau tidak. Bila membantu si lemah, tidak ada dihatinya keinginan agar dibilang dermawan. Bila tampil di majlis ilmu tidak ada keinginan agar dibilang paling saleh dan paling alim. الله tidak akan menolong mereka yang hatinya dipenuhi niatan riya', sebab yang demikian berarti penuhanan terhadap manusia, karena lebih mengutamakan pujian manusia dari pada pujian الله.

الله berfirman : " Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria' " (QS:8: 47). Ingatlah, bahwa kemenangan itu hanya di tangan الله " wamannashru illaa min 'indillah " ( QS:3:126 ).

Wallahu a'lam bishshwab

Baca Selengkapnya......